Sedangkan secara ritel, Toyota mengirimkan 6.476 unit Avanza berwajah baru ke garasi konsumen di Indonesia. Diakui Toyota, salah satu faktor keunggulan Avanza sehingga masih dicari orang Indonesia.
"Memang penggerak roda belakang, penggerak roda belakang masih bagus. So far waktu saat kita keluarin yang bulan Januari dengan respon sekarang kita sih believe kalau penggerak roda belakang masih jadi pilihan utama," sebut Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto saat ditemui detikcom dan CNN Indonesia di Senayan City, Kamis (4/3/2019) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cibiran negatif akan minimnya perubahan pada Avanza tampaknya tak memberikan pengaruh signifikan kepada MPV dengan julukan mobil sejuta umat ini. Disebutkan Soerjo, sapaan akrab Fransiscus, inden Avanza hingga April 2019 mencapai 25.000 unit.
Inilah yang menjadi modal Avanza pede menghadapi panasnya persaingan di tengah segmen Low MPV.
Seperti diketahui membuka awal tahun 2019, Toyota merilis Avanza berwajah baru. Perubahan pada tubuh Avanza kemudian diikuti oleh Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, Nissan Livina, hingga Honda Mobilio yang juga memoles MPV andalannya.
(dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Dealer Mobil Jepang Berguguran di RI, Menperin Wanti-wanti Begini