Obama Stop Beri Diskon Mobil

Obama Stop Beri Diskon Mobil

- detikOto
Jumat, 21 Agu 2009 11:32 WIB
Obama Stop Beri Diskon Mobil
Washington - Presiden AS Barack Obama akhirnya menghentikan bantuan insentif pembelian mobil 'Cash for Clunkers di AS.

Program yang sudah dimulai sejak 24 Juli 2009 ini akan resmi berakhir Senin malam nanti 24 Agustus 2009 pada pukul 20.00 waktu setempat, meski sebelumnya direncanakan ditutup saat Hari tenaga kerja Nasional.

Seperti dilansir Autoblog (21/8/2009), penghentian diskon pembelian mobil tersebut disampaikan oleh Menteri Transportasi AS, Ray LaHood.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cash for Clunkers merupakan program penukaran mobil tua dengan uang tunai sebesar US$ 4.500 bagi warga AS. Dana ini nantinya bisa digunakan untuk membeli mobil baru yang lebih bersih dan irit BBM. Program ini juga bisa meningkatkan penjualan mobil.

Dana yang disediakan pemerintah AS mencapai US$ 3 miliar. Sampai hari ini, program itu telah mencatat 457.476 penjualan dengan rabat atau diskon yang sudah dikucurkan pemerintah AS mencapai US$ 2,4 miliar plus biaya administrasi pajak.

Berarti sisa uang diskon yang sekitar US$ 600 juta ini diperkirakan bakal cukup menyibukkan para diler mobil pada akhir pekan ini, mengingat tingginya minat masyarakat untuk menukarkan mobil tua mereka sebelum program ini resmi berakhir di Senin nanti.

Meski tetap memiliki beberapa kendala logistik, tapi bisa dibilang program Cash for Clunkers ini betul-betul tepat sasaran dan sesuai dengan rencana awalnya yakni menjual mobil.

Walau program ini berjangka cukup pendek, cukup banyak diler yang senang karena penjualannya drastis naik tapi ada juga yang tidak terlalu senang karena mendapat kesulitan dalam pengaplikasian cashback dari pemerintah.

Pada 1 September nanti diharapkan ada laporan penjualan mobil yang meningkat secara signifikan.

Meskipun nantinya masih menimbulkan sedikit pertanyaan. Seberapa besar penurunan penjualan mobil yang akan terjadi tanpa insentif dari pemerintah
seperti ini?

Namun, program ini pun bisa diterapkan di Indonesia. Nah, selain menguntungkan dari segi bisnis, bisa juga menjadi solusi kemacetan ataupun kebersihan lingkungan. Apakah pemerintah bersedia meniru apa yang dilakukan pemerintah Amrik sana? (bgj/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads