"Dari tahun ke tahun, saya suka model-model yang antik," ujar Jikun saat ditemui detikOto di arena IIMS 2016 di Jakarta, Senin (11/4/2016) sore kamarin.
Menurutnya, jika pameran otomotif dibarengi dengan pameran mobil-mobil antik, maka pameran itu bakal lebih berwarna. Bahkan, kalau tidak ada mobil-mobil klasik, daya tarik pameran berkurang di mata Jikun.
"Kalau mobil antik gini kalau dipertahankan makin keren kan makin asyik gitu kan. Makin berwarna lah untuk pameran. Kalau ini enggak berkembang, daya tariknya gue rasa kurang. Yang custom sama yang klasik-klasik tuh makin bagus," ucap Jikun.
Dia mengatakan, dengan adanya mobil-mobil klasik, dunia bisa melirik Indonesia yang punya koleksi mobil klasik. "Makin banyak anggotanya, makin banyak koleksinya ya makin keren. Bakal bisa dilirik dunia. Wah di Indonesia mobil tuanya masih ada," ucapnya.
Memang, di ajang IIMS 2016 ini, banyak mobil-mobil modern yang dipamerkan. Namun, Jikun mengaku tidak tertarik.
"Kalau yang baru-baru kan begitu aja," komentarnya.
Dia juga tak tertarik untuk memboyong mobil baru meski di IIMS 2016 ini terdapat beragam penawaran menarik. Jikun masih setia dengan mobil MPV miliknya.
"Mobil baru? Entar-entaran aja dulu. Enggak tertarik," kata dia. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?