×
Ad

Intip Garasi Bahlil yang Rangkap Jabatan Menteri ESDM dan Menko Hilirisasi

Ridwan Arifin - detikOto
Sabtu, 03 Okt 2026 08:51 WIB
Bahlil Lahadalia Foto: Heri Purnomo
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendapat tugas dan kewenangan baru sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi. Menilik isi garasinya, Bahlil ternyata cuma mendaftarkan mobil tua yang berumur di atas 10 tahun.

Dikutip dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Bahlil memiliki total kekayaan sebesar Rp 344.415.518.982 (Rp 344 miliaran). Harta itu disampaikan pada 31 Maret 2026.

Khusus isi garasinya, Bahlil hanya mendaftarkan mobil lawas dengan total nilai Rp 75.276.200. Rinciannya sebagai berikut:

1. Toyota Harier 2007 Rp 44.217.000
2. Honda CR-V 2010 Rp 31.059.000

Semua mobil itu diperoleh atas hasil sendiri. Tidak ada daftar kendaraan lain yang dicantumkan oleh Bahlil.

Bahlil Lahadalia kini mengemban dua jabatan sekaligus, yakni Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Bahlil resmi dilantik sebagai Menko di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Bahlil menyebut penugasan ganda tersebut sebagai amanah sekaligus tanggung jawab besar dari negara. Ia memastikan akan menjalankan seluruh tugas yang diberikan, baik sebagai Menteri ESDM maupun Menko Hilirisasi dan Transisi Energi.

"Saya dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus merangkap jadi Menteri ESDM. Saya tahu ini adalah amanah, tanggung jawab negara yang saya harus emban," ujar Bahlil usai pelantikan, dilansir detikFinance.

Menurut Bahlil, penugasan tersebut berkaitan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan hilirisasi dan transisi energi sebagai salah satu prioritas. Ia menilai kedua sektor tersebut perlu dikonsolidasikan melalui Kementerian Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi agar pelaksanaannya dapat dipercepat.

Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sendiri merupakan nomenklatur baru dalam Kabinet Merah Putih. Untuk sementara, kegiatan operasional kementerian koordinator tersebut akan berpusat di Kementerian ESDM. Bahlil menyebut keputusan itu berkaitan dengan besarnya porsi investasi hilirisasi yang berada di sektor ESDM.

Bahlil juga menjelaskan latar belakang dibentuknya Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Menurut dia, kementerian koordinator memiliki tugas utama melakukan koordinasi, sedangkan kementerian teknis bertugas menjalankan program secara langsung.

Dalam struktur tersebut, Kementerian Investasi dan Hilirisasi akan berada dalam koordinasi Kemenko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

"Alasannya, kalau Menko kan Kemenko aja, Menteri Koordinator. Sementara Menteri Investasi dan Hilirisasi kan dia menteri teknis. Jadi, kementeriannya, Kementerian Investasi dan Hilirisasi itu di dalam koordinasi Kemenko. Itu aja kok, biasa ya," terang Bahlil.



Simak Video "Video Bahlil Usul Anggaran Rp 815 M buat Program Kompor Listrik"

(riar/dry)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork