Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi, menyindir pihak-pihak yang menolak Israel main di Piala Dunia U-20 2023. Hal itu yang membuat Indonesia batal jadi tuan rumah. Bicara soal selera otomotif, ada mobil apa saja di garasi rumah Gubsu Edy?
Mengutip data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di situs resmi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Edy Rahmayadi tercatat memiliki total kekayaan senilai Rp 16.298.687.262. Harta itu dia laporkan pada 2 Februari 2023/Periodik-2022.
Jika dirinci, harta kekayaan Gubsu Edy berupa tanah dan bangunan nilainya hingga Rp 13.084.410.000, lalu harta bergerak lainnya senilai Rp 189.200.000, kas dan setara kas senilai Rp 3.025.077.262. Dalam laporannya, Edy tercatat tidak memiliki harta berupa kendaraan, baik mobil maupun motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pada LHKPN KPK dengan periode pelaporan lebih lama, yakni 5 Maret 2019/Periodik-2018, Gubsu Edy tercatat memiliki harta berupa alat transportasi dan mesin yang nilainya Rp 360.000.000, dengan rincian Honda Jazz tahun 2011 seharga Rp 140.000.000 dan Honda Jazz tahun 2015 seharga Rp 220.000.000. Pada periode itu total harta kekayaan yang dilaporkan Gubsu Edy adalah senilai Rp 23.631.963.468.
Diberitakan sebelumnya, Gubsu Edy menyindir pihak-pihak yang menolak partisipasi Israel di Piala Dunia U-20 2023 yang digelar di Indonesia. Beberapa pihak yang menolak adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali Wayan Koster. Akibat penolakan itu, status tuan rumah Indonesia akhirnya dicabut FIFA.
"Statuta FIFA tak membolehkan politik, makanya saya bilang, hantu pun kalau punya tim bola, masuk ke daftar FIFA, tak boleh ada yang menghalangi," kata Edy dikutip dari detikSumut.
Edy mengatakan saat ini yang bisa dilakukan adalah memberikan semangat kepada PSSI. Dia berharap tak ada sanksi lain yang diberikan FIFA kepada PSSI usai batalnya Piala Dunia U-20 di Indonesia.
"PSSI itu kalau di luar negeri namanya Presiden Federasi Football Indonesia, dia presiden, tak ada urusan negara. Tetapi tak boleh pula sembarangan," sebutnya.
Setelah itu, Edy pun menyindir pihak-pihak yang menolak Israel sehingga menjadikan Indonesia batal menjadi tuan rumah. Edy mengatakan kalau tidak tahu soal sepak bola, maka jangan banyak ngomong.
"Jadi kalau tak tahu jangan ngomong, ini lah akibatnya PSSI diseperti-inikan, pada akhirnya yang sengsara adalah rakyat Indonesia," jelasnya.
(lua/rgr)
Komentar Terbanyak
Begini Pengakuan Polisi Sopir Rantis yang Lindas Affan Kurniawan
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali