Intip Garasi Bupati Kuansing Andi Putra yang Kena OTT KPK

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 19 Okt 2021 17:22 WIB
Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Andi Putra (Situs Pemkab Kuansing)
Foto: Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Andi Putra (Situs Pemkab Kuansing)
Jakarta -

Bupati Kuansing (Kuantan Singingi) Andi Putra tengah menjadi perhatian publik lantaran tertangkap operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Menilik isi garasinya, ada apa saja koleksi milik Andi?

Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang dilihat detikcom, Andi Putra memiliki total kekayaan sebesar Rp 3,7 miliar, tepatnya Rp 3.724.520.000.

Harta tersebut dilaporkan saat dirinya menjabat sebagai anggota DPRD Kuansing Fraksi Golkar. Seperti diketahui, Andi duduk jadi Ketua DPRD pada 2014-2019 dan 2019-2021. Pada 2020, Andi mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPRD periode kedua karena maju sebagai calon bupati. Khusus isi garasinya, Andi Putra tercatat memiliki satu unit sepeda motor, dan dua unit mobil.

Untuk sepeda motor tercatat hanya memiliki satu unit, yakni Yamaha Motor Solo tahun 2018 senilai Rp 40 juta. Selain itu tidak terdaftar lagi jenis sepeda motor yang lain.

Sedangkan untuk mobil, Andi Putra nampaknya penggemar mobil Sport Utility Vehicles. Ada dua unit yang tercatat menghiasi garasinya, yakni Honda kategori Jeep --tidak disebutkan modelnya, lansiran tahun 2012 dengan taksiran Rp 320 juta. Mobil kedua ialah Mitsubishi Pajero tahun 2019 senilai Rp 500 juta.

Andi Putra Kena OTT KPK

Sebelumnya, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Salah satu yang diamankan adalah Bupati Kuansing, Andi Putra.

Dalam OTT tersebut, tim KPK mengamankan delapan orang. Salah satu yang terjaring KPK adalah Andi Putra, yang saat masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Riau.

"Informasi yang kami peroleh terkait dugaan korupsi penerimaan janji atau hadiah terkait dengan perizinan perkebunan," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (19/10).



Simak Video "KPK OTT Bupati Kuansing, Diduga Terkait Suap Izin Perkebunan"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)