Bupati Probolinggo dan Anggota DPR Kena OTT KPK, Cuma Punya Mobil Satu

Tim detikcom - detikOto
Senin, 30 Agu 2021 15:51 WIB
Bupati Probolinggo
Bupati Probolinggo dan suaminya terjerat OTT KPK. Foto: Istimewa.
Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminuddin yang juga sebagai anggota DPR RI.

Dari informasi yang dihimpun diduga Puput menerima suap berkaitan dengan pengisian jabatan kades di wilayahnya.

Dilihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pasangan suami istri yang terjerat OTT KPK ini memiliki harta kekayaan total senilai Rp 17,3 miliar. Pada LHKPN, Puput terakhir kali melaporkan LHKPN pada 26 Februari 2021. Sedangkan Hasan terakhir kali melaporkan LHKPN pada 2 April 2019.

Dalam laporan yang dicantumkan pada LHKPN, Puput memiliki total harta kekayaan senilai Rp 10.019.266.906. Sementara suaminnya Hasan Aminuddin memiliki harta kekayaan senilai Rp 7.325.637.536.

Koleksi kendaraan yang tercantum dalam LHKPN tidak banyak. Puput dan Hasan hanya memiliki satu unit mobil. Mobil yang dimiliki mereka adalah Nissan Juke.

Dalam LHKPN Puput yang disampaikan pada 26 Februari 2021, mobil yang dimilikinya adalah Nissan Juke tahun 2011. Mobil itu diperoleh dari hasil sendiri. Nilainya ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Namun, di rumah pribadinya Jalan Raya Ahmad Yani No 9, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, ada beberapa mobil yang sering dipakai pasutri tersebut. Mobil-mobil itu diparkir di lahan sebelahnya eks Gedung Koperasi Probolinggo.

bupati probolinggoMobil di kediaman Bupati Probolinggo Foto: M Rofiq

Tampak ada koleksi mobil Nissan Terra nopol N 1125 BS warna hitam dan Jeep Wrangler warna putih. Selain itu ada juga mobil dinas bupati Toyota Camry pelat merah N 1 MP.

Selain mobil, harta kekayaan Puput meliputi 10 tanah dan bangunan yang memiliki nilai total Rp 2.163.000.000. Puput juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 797.165.100, surat berharga senilai Rp 4,5 miliar serta kas dan setara kas senilai Rp 2.459.101.806.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan OTT itu dilakukan pada pukul 02.00 WIB. Total sejauh ini ada 10 orang yang diamankan.

"Sejauh ini ada sekitar 10 orang yang diamankan di antaranya kepala daerah, beberapa ASN Pemkab Probolinggo dan pihak-pihak terkait lainnya," ucap Ali.

"Tim KPK masih melakukan permintaan keterangan kepada pihak-pihak dimaksud untuk kemudian dalam waktu 1 x 24 jam segera kami tentukan sikap terhadap hasil kegiatan penyelidikan dimaksud," imbuhnya.



Simak Video "KPK Tetapkan 22 Tersangka dalam Kasus Jual-Beli Jabatan di Probolinggo"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)