Heboh Anggaran Sewa Helikopter, Intip Hobi Nyetir Mobil Jadul Wagub Jabar Uu

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 03 Agu 2021 13:00 WIB
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum Dinas Pakai Toyota Kijang Doyok Jadul
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum Dinas Pakai Toyota Kijang Doyok Jadul. Foto: Bima Bagaskara/detikOto.

Terakhir, akhir pekan kemarin Uu nyetir mobil jadul Suzuki Truntung sendiri. Saat menjangkau wilayah dengan tanjakan terjal ketika membagikan paket dagung ke masyarakat, Uu menyetir sendiri mobil jadul Suzuki ST20 atau yang biasa disebut Truntung. Mobil yang digunakan Uu adalah Suzuki ST20 tahun 1983 dengan mesin 550 cc.

"Walaupun saya pakai mobil jadul turungtung tapi tidak kalah sama mobil-mobil jaman sekarang, buktinya ditanjakan terjal pun mobil saya naik lancar jaya, beda dengan mobil belakang saya yang kudu ngawahan heula (harus mengambil ancang-ancang dulu)," tulis Uu di Facebook.

"Bolehlah mangga baraya yang mau sparing sama turungtung saya ditunggu!!" sebutnya.

Dalam video yang dibagikan, tampak Uu menyetir Suzuki Truntung di tanjakan yang terjal. Mobil jadul itu dengan mulus melewati tanjakan terjal tersebut. Sedangkan pikap di belakangnya tampak tidak kuat menanjak dan harus mengambil ancang-ancang.

"Jalannya begitu terjal, nanjak-mudun (naik-turun), tapi di sini ada kebahagiaan. Turungtungtung, hebat!" katanya dalam video.

Heboh Anggaran Sewa Helikopter Wagub Jabar Rp 600 juta

Soal anggaran sewa helikopter total Rp 600 juta, Uu buka suara. Menurutnya, menggunakan layanan transportasi udara itu untuk memudahkan menjangkau masyarakat.

"Khusus masalah helikopter yang dianggarkan untuk operasional saya dengan sistem sewa ini yang pertama, kami sudah berpikir tentang efisiensi karena helikopter ini butuh, karena memang wilayah Jabar itu luas," ucap Uu dalam keterangan yang diterima detikcom, Selasa (3/8/2021).

"Ada 27 kota/kabupaten, 5.312 desa dan ribuan kelurahan. Ini memerlukan kecepatan dan ketepatan di saat kita harus datang ke daerah karena ada beberapa daerah yang belum terkonektivitas dengan baik atau ada (lokasi) bencana yang datang ke wilayah tersebut dan yang lainnya," kata Uu melanjutkan.

Anggaran Rp 600 juta itu dibagi ke dalam delapan paket. Setiap paket dianggarkan untuk satu bulan dengan nilai pagu anggaran Rp 75 juta, sehingga metode belanja pun dengan pengadaan langsung. Paket tersebut dimulai dari Februari hingga September 2021.

Uu mengatakan anggaran yang dialokasikan masih tersimpan dan berbentuk dana cadangan, sehingga hanya dikeluarkan saat harus menyewa helikopter. "Kalau tidak dipakai nanti jadi silpa, nanti dipakai pada perubahan yang akan datang atau penyusunan anggaran yang akan datang, ini bisa di-refocusing untuk kebutuhan yang lain," tutur Uu.


(rgr/din)