ADVERTISEMENT

Intip Garasi Wabup Pati Saiful yang Beli Klub PSG

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 17 Des 2020 13:55 WIB
Wakil Bupati Pati Saiful Arifin
Wakil Bupati Pati Saiful Arifin Foto: instagram @massaifularifin
Jakarta -

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin jadi sorotan usai rumah dinas dan hotel miliknya digeruduk dan dilempari batu oleh massa. Musababnya ia menduga aksi perusakan fasilitas hotel miliknya itu terkait pembelian klub Liga 2 Putra Sinar Giri (PSG) Gresik.

Melirik sisi lain di bidang otomotif bagaimana seleranya?

Dikutip dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Kamis (17/12/2020) Wakil Bupati Saiful Arifin punya total kekayaan sebesar Rp 185 miliar, tepatnya Rp 185.160.067.342.

Dari total kekayaannya tersebut sebanyak Rp 16.490.450.000 merupakan alat transportasi dan mesin. Bila dirinci Saiful memiliki 6 mobil dan tiga kapal laut.

Beberapa mobil di antaranya ialah kendaraan SUV, yakni Mitsubishi Pajero Sport senilai Rp 440 juta, Range Rover Jeep tahun 2005 senilai Rp 335 juta, Jeep Wrangler tahun 2011 senilai Rp 650 juta, dan Honda CR-V tahun 2013 senilai Rp 315 juta.

Dua mobil lainnya punya ground clereance yang lebih rendah, yakni mobil keluarga Toyota Innova tahun 2016 senilai Rp 377,2 juta, dan Mini Cooper tahun 2017 senilai Rp 889 juta.

Selain kendaraan di darat, Saiful juga tercatat memiliki tiga kapal laut atau perahu, di antaranya KM Feru Ardhana - Kapal Motor Kayu senilai Rp 4,48 miliar, KM Rafindo Jaya 02 - Kapal Motor Kayu senilai Rp 5,9 miliar, dan KM Srikawit senilai RP 3 miliar.

Diwawancara terpisah, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menduga aksi perusakan fasilitas hotel miliknya itu terkait pembelian klub Liga 2 Putra Sinar Giri (PSG) Gresik. Saiful menduga aksi itu dilakukan sebagai bentuk luapan emosi para pendukung persatuan sepak bola Pati, Patifosi.

"Tentunya saya prihatin atas insiden yang ada. Ini mungkin karena ketidaktahuan atau terprovokasi bahwa ini adalah sesuatu yang dikira negatif. Ini tidak baik, mestinya dipahami dulu, jangan emosi sesaat saja," kata Saiful saat dihubungi wartawan hari ini.

"Alasan apa menolak kalau saya mengakuisisi PSG di Liga 2 dan membawanya ke Pati. Ini tidak bersentuhan dengan Liga 3. Tidak juga menggunakan APBD. Salahnya di mana?" lanjutnya.

Saiful yakin massa emosi karena terprovokasi. Namun, dia memastikan wacana mendatangkan PSG untuk diakuisisi sebagai klub sepak bola di Pati, demi memajukan prestasi olah raga di Kabupaten Pati.

"Mereka hanya terprovokasi dan butuh bimbingan. Sehingga perlu kami jelaskan seperti ini. Namun, kemudian berkas sudah kami cabut, karena ingin saya, kita semua tetap solid dalam rangka memajukan prestasi olahraga sepak bola di Pati," paparnya.



Simak Video "Harta Sandiaga Uno Tembus Rp 10,6 T, Ini Rinciannya"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lua)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT