Selasa, 02 Jun 2020 20:33 WIB

Ghosn Diminta Kembali, Jepang Tekan Lebanon Lewat IMF

- detikOto
Mantan ketua Nissan Motor Carlos Ghosn meninggalkan Rumah Detensi Tokyo di Tokyo, Jepang, 25 April 2019. Carlos Ghosn (REUTERS / Issei Kato)
Jakarta -

Jepang berencana akan menggunakan hak veto bailout (dana talangan) di International Monetary Fund (IMF) untuk negara Lebanon supaya mengembalikan Carlos Ghosn.

Seperti diketahui Lebanon menjadi negara pelarian Carlos Ghosn saat dirinya tersandung kasus keuangan di Nissan. Sementara negara di Timur Tengah itu sedang mengalami kiris di masa Pandemi Corona.

Inflasi meningkat, pengangguran tumbuh, makanan menjadi semakin mahal dan utang publik negara itu berkisar di sekitar $ 90 miliar. Bank-bank juga kehabisan dolar, yang oleh sektor bisnis perlu membayar untuk barang-barang impor. Pejabat pemerintah mulai merundingkan persyaratan bailout $ 10 miliar dengan Dana Moneter Internasional (IMF).

Jepang akan memveto permintaan bailout Libanon $ 10 miliar jika pembuat keputusan di negara Timur Tengah tidak mendeportasi mantan bos Renault-Nissan Carlos Ghosn, menurut pengacara seperti dikutip Autoblog, Selasa (2/6/2020).

Jepang bergabung dengan IMF pada tahun 1952, dan telah menjadi salah satu kontributor besar dana tersebut.

Pemerintahnya tanpa lelah telah berusaha meyakinkan para pejabat Libanon untuk mengirim Ghosn kembali ke Tokyo sehingga ia bisa diadili karena pelanggaran keuangan, tetapi permintaannya ditolak atau diabaikan.

Meskipun kedua negara sepakat untuk membahas syarat-syarat perjanjian ekstradisi yang potensial pada awal tahun 2020, belum ada yang ditandatangani dan Libanon tidak memiliki kewajiban hukum untuk mengirim Ghosn kembali. Pemilihan bailout ini akan memberi para pejabat Jepang kesempatan emas untuk mencabut mantan bos Nissan ini dari tangan Lebanon.

"Agar Jepang menyetujui [bailout], mereka ingin pemerintah Libanon mengekstradisi Ghosn. Jika tidak, mereka tidak akan memberikan bantuan keuangan kepada Lebanon," ujar Sakher El Hachem, perwakilan hukum Nissan di Lebanon, dalam sebuah wawancara dengan Arab News.

"Jika Jepang memveto Lebanon, IMF tidak akan memberikan uang kepada Libanon kecuali setelah mendeportasi Ghosn," tambahnya.

Tim hukum Ghosn belum mengomentari masalah ini.



Simak Video "Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Diburu Interpol"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com