Minggu, 06 Okt 2019 20:26 WIB

Mobil Listrik Nggak Bikin Bamsoet Pusing Isi Bensin

Ridwan Arifin - detikOto
Tesla Model X milik Bamsoet. Foto: Rengga Sancaya Tesla Model X milik Bamsoet. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Penggunaan mobil listrik masih terbilang langka di Tanah Air, salah satu pejabat publik yang kerap mempelopori mobil listrik adalah Ketua MPR RI yang baru saja dilantik, Bambang Soesatyo. Dia diketahui memiliki mobil listrik merek Tesla.

Usai menggunakan mobil listrik ketimbang mobil konvensional, Bamsoet sendiri mengakui anggaran rumah tangganya tidak lagi terganggu.


"Ya, sangat murah. Dan anak saya nggak lagi pusing dengan bensin. Jadi anak-anak saya sekolah diantar pakai Tesla, (karena) mobil listrik, Saya juga nggak pernah dipusingin servis mobil ganti oli, bensin tiap hari," kata Bamsoet kepada detikcom, di Jakarta Selatan, Sabtu (5/10/2019).

Politikus Partai Golkar ini menegaskan salah satu solusi persoalan subsidi BBM dan naiknya harga BBM di Indonesia adalah dengan mendorong penggunaan kendaraan elektrik atau electric vehicle (EV).

Gaya hidup dengan kendaraan elektrik harus digalakkan dengan mengekspos besar-besaran penggunaan dan manfaatnya. Sehingga, masyarakat tidak lagi takut untuk beralih ke kendaraan listrik.

"Ini bisa melakukan penghematan terhadap pembelian BBM. Yang harusnya tiap hari keluar Rp 500 ribu, itu pakai mobil listrik tiap minggu paling Rp 200 ribu, jadi lebih hemat. Tidak ada lagi servis bulanan, atau dua bulanan ganti oli, tune up, tidak ada lagi perawatan," kata Bamsoet.



Indonesia sendiri tengah bergegas lewat payung hukum Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Di dalamnya diatur juga soal ketentuan produksi dalam negeri kendaraan listrik. Salah satunya dengan penggunaan komponen dalam negeri. Perpres kendaraan listrik itu mengatur ketentuan bahwa industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dan industri komponen wajib mengutamakan penggunaan tingkat kandungan dalam negeri atau TKDN.

Simak Video "Bamsoet Bicara Usulan Pemberantasan Korupsi Jadi Konstitusi"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com