Kamis, 29 Nov 2018 13:07 WIB

Menteri ESDM: Gaji Saya Nggak Cukup Beli Mobil Listrik

Achmad Dwi Afriyadi - detikOto
Jonan saat menjajal motor listrik Viar Q1 (Foto: dok. detikcom) Jonan saat menjajal motor listrik Viar Q1 (Foto: dok. detikcom)
Jakarta - Harga mobil listrik saat ini masih sangat mahal. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan sambil bercanda mengatakan menteri saja tidak sanggup beli mobil listrik.

Jonan mengaku telah memiliki motor listrik. Namun, dia tidak memiliki mobil listrik.Lanjut Jonan, harga motor yang ia beli sekitar Rp 15 juta. Sementara, untuk mobil listrik Tesla harganya bisa mencapai Rp 5,5 miliar. Jonan mengaku gaji menteri tak cukup untuk membeli mobil tersebut.

"Kalau tanya saya punya mobil listrik nggak Menteri ESDM? Saya punya sepeda motor listrik harga Rp 15 juta. Kalau beli impor, mobil listrik Tesla itu sebesar Mercy S Class, harganya Rp 5,5 miliar," kata Ignasius Jonan dalam acara Pertamina Energy Forum (PEF) di Hotel Raffles Jakarta, Kamis (29/11/2018)

"Saya bilang gaji saya enggak cukup untuk beli mobil listrik itu," tambahnya.


Jonan menerangkan, produksi minyak Indonesia saat ini sekitar 775 ribu barel per hari. Sementara, konsumsi minyak sekitar 1,3 juta barel per hari. Artinya, sekitar 400 ribu barel per hari dipenuhi dari impor. Menurut Jonan, pengembangan kendaraan listrik penting karena energi primernya bisa diperoleh dari selain minyak.

Pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri mesti segera dilakukan. Langkah ini sebagai upaya untuk mengurangi impor minyak. Dia menuturkan, pengembangan kendaraan listrik mesti dilakukan karena kendaraan listrik dari impor sangat mahal.

"Kita sangat mendorong adanya industrialisasi untuk membuat kendaraan dari listrik. Kenapa penting, karena kalau listriknya dihasilkan dari energi primer yang besar. Komposisinya batu bara, gas alam, ini bisa lokal, geothermal, air, tenaga surya, biomassa juga lokal. Arus laut, angin, wind power supaya bisa diharapkan mengurangi impor BBM mobil listrik harus jalan," tutupnya. (ang/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed