Kamis, 03 Mei 2018 14:37 WIB

Bandel dan Unik, Alasan Denny Chasmala Cinta Skuter Tua

Ruly Kurniawan - detikOto
Denny Chasmala dan koleksi skuter tuanya (Foto: Lamhot Aritonang) Denny Chasmala dan koleksi skuter tuanya (Foto: Lamhot Aritonang)
Pondok Cabe -

[Gambas:Video 20detik]

Selain gemar musik, musisi Denny Chasmala juga sering kali melakukan touring bersama kerabat menggunakan skuter tua seperti Vespa atau Lambreta. Soalnya, ternyata Denny menyukai skuter sejak 2004 lalu.

Ketertarikan kepada Vespa adalah karena unik dan sangat kuat. Suaranya juga dinilai Denny sangat ikonik.

"Gua suka skuter tua seperti Vespa karena unik, klasik, dan ini adalah salah satu motor tua yang sekarang rata-rata usianya sudah 51 tahunan namun masih jalan. Struggle banget ini motor," ujarnya saat berbincang bersama detikOto di kediamannya, di kawasan Poncok Cabe, Tangerang Selatan, Banten.



"Suaranya juga ikonik, khas banget. Misalkan ada 1000 motor, satu Vespa aja lewat 'toktoktoktok', langsung pada tau bahwa ada Vespa di sekitarnya," tambah Denny.

Denny Chasmala kini mempunyai 12 skuter tua seperti Vespa PX 150, 200 XE, Vespa VNB, VBB, PTS 100 lansiran 1982, hingga Vespa SS (Super Sprint) dan Lambreta ST 150.

Selain itu, karena sempat dirakit di dalam negeri suku cadang Vespa cukup bertebaran hingga sekarang. Jadi, hal tersebut sangat menunjang. "Saat nongkrong sama temen, tanya-tanya, dan memang sparepart nya masih banyak juga buat Lambreta atau Vespa. Karena kan memang sempat diproduksi di Indonesia, ya. Jadi menunjang banget," papar Denny.



Perlu diketahui, skuter Vespa resmi masuk ke Indonesia pada tahun 1970 dibawa oleh perusahaan joint venture dari Denmark, Italia, dan Indonesia, Danmotors Vespa Indonesia (DVI) atau kerap sering disebut Danmotors saja. Enam tahun kemudian, skuter tersebut memiliki 35 persen konten lokal sehingga harganya langsung turun drastis dibanding impor langsung seperti pada tahun 1966.

Seiring perkembangannya, kandungan komponen lokal di Vespa terus meningkat dimulai dengan menggunakan body parts buatan Indonesia pada tahun 1979 hingga bisa memproduksi bagian mesin secara mandiri pada tahun 1992. Tapi, kehadiran motor bebek dan regulasi emisi yang baru di tahun 2006 membuat motor itu tergerus hingga pada akhirnya disuntik mati.

Kini penjualan Vespa ditangani langsung oleh Agen Pemegang Mereknya PT Piaggio Indonesia. (ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed