Jadi Driver Ojek Online, Dede Harap Bisa Semangati Difabel Lain

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 15 Des 2017 18:22 WIB
Difabel Ini Modif Motor Jadi Roda Tiga untuk Narik GO-Jek. Foto: Dok. Go-Jek
Jakarta - Dede Atmo Pernoto atau yang akrab dikenal dengan nama Dede Yusuf kini menjadi driver ojek online. Dia menggunakan motor roda tiga untuk narik ojek online di daerah Tegal, Jawa Tengah.

Sehari-hari Dede menggunakan kursi roda. Untuk mobilitas yang lebih jauh, Dede menggunakan motor yang dimodifikasi menjadi motor roda tiga. Kisah Dede sungguh inspiratif. Meski difabel, Dede tetap semangat menjalani aktivitas sehari-harinya, bahkan sebagai driver ojek online.

Dede tidak sendirian. Banyak difabel lain yang bahkan dengan semangat melakukan perjalanan jauh menggunakan motor roda tiga. Ada pula difabel wanita yang keliling Indonesia pakai sepeda motor. Mendengar ada difabel lain yang sudah keliling Indonesia pakai sepeda motor roda tiga, Dede pun senang.



"Sangat senang ketika banyak teman-teman yang aktivitas di masyarakat, bisa interaktif seperti itu saya sangat senang. Bahkan saya di sini ketika ada teman-teman difabel yang belum semangat, kami pun mencoba berusaha untuk membangkitkan semangatnya agar bisa beraktivitas di masyarakat umum seperti yang lainnya," kata Dede ketika berbincang dengan detikOto melalui sambungan telepon.

Lanjut Dede, ketika melihat teman-teman difabel lain yang pakai mobil atau bahkan pakai sepeda motor gede, Dede pun punya keinginan yang sama. Dede juga berkeinginan bisa mengendarai mobil.



"Karena tujuan saya, keterbatasan itu bukan suatu kendala, apa pun bisa asal ada fasilitasnya. Kalau ada fasilitas disesuaikan dengan kondisi semua pasti bisa. Itu saya buktikan ketika saya menggnakan sepeda motor roda tiga ini saya pun bisa," sambungnya. Dede berharap kisah-kisah itu bisa membangkitkan semangat teman-teman difabel lain.



"Harapannya agar pemerintah maupun masyarakat terbuka untuk teman-teman difabel di mana pun di Indonesia. Difabel itu bukan suatu beban, tapi difabel itu bisa berkembang seperti masyarakat lainnya. Jadi harapannya tidak ada meminggirkan atau mengucilkan. Harapannya keluarga dan masyarakat dan pemerintah itu bahu-membahu untuk membangun teman-teman difabel agar aktivitasnya sama dengan yang lain," ucap Dede. (rgr/ddn)