"Ini bukan pertama kalinya saya hadir di Indonesia, dan kami memiliki partner dengan Garansindo untuk menerapkan stategi terbaik, siapa konsumen kami, dan apa saja yang akan kami lakukan di Indonesia," ujar Fabre saat menyambut wartawan Indonesia. Dia ditemani oleh CEO Garansindo Inter Global Muhammad Al Abdullah.
Apa saja strategi Peugeot dalam menghadapi kerasnya persaingan roda dua di tanah air? Mari kita simak wawancaranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kami mencoba meningkatkan brand kami, kami melihat untuk bermain di premium produk. Karena kami melihat produk premium terus naik meski kecil, jadi kami akan masuk ASEAN dan memulainya di Indonesia.
Kami memang memiliki operasional di Indonesia, dan kami sangat senang seperti bisa seperti itu.
Bagaimana dengan menguatnya nilai tukar dolar yang terus menguat di Indonesia? Apa yang menjadi komitmen Peugeot di Indonesia?
Kami akan concern pada produk yang premium, produk kami lumayan mahal (premium segmen). Karena kami segmen premium kita bisa lebih tahan terhadap fluktuasi, rasanya segmen ini tidak terlalu berpengaruh terhadap harga.
Kami melihat stategi jangka panjang, kami tidak menetapkan (mengubah) harga hari demi hari dan konsumen mengerti akan produk kami (sehingga tidak menjadi masalah).
CEO Garansindo Inter Global Muhammad Al Abdullah menambahkan jawaban Febre.
Seperti yang disampaikan Fabre, untuk produk premium tidak terlalu terkena dampak, meski akan tetap memiliki efek.
Semua pasar semua segmen premium, menengah, bawah mengalami penurunan, tapi kita punya komitmen (di Indonesia). Kami berharap apa yang terjadi saat ini hanya sesaat, dan kami memiliki komitmen jangka panjang di Indonesia. Dan sekali masuk, ya sudah Bismillah.
Seberapa yakin Peugeot untuk bersaing dengan pabrikan lainnya?
Peugeot bukan merek baru, di bisnis skuter kami sudah memulainya sejak 1957, 60 tahun lalu. Kalau bisa anda lihat scooter ini (sambil menunjuk motor Peugeot yang dipamerkan) itu sudah lama kami perkenalkan.
Pertama, besok di 2018 kami akan merayakan hari ulang tahun ke-120 tahun, kami salah satu merek tertua yang melahirkan roda dua. Vespa saja melihat kami.
Sekarang kita mulai memperkenalkan Django (skuter) pada 2013, karena kita 40-60 tahun lalu, belum memperkenalkan (skuter atau moped). Kini di Indonesia bersama Garansindo kami memperkenalkan Django, Metropolis, City Star.
Kedua, kami sudah bekerja sama dengan garansindo untuk berbisnis di Indonesia pada segmen roda dua. Kenapa kami baru sekarang di Indonesia? Karena Django sudah dikenal di Eropa (tidak menutup kemungkinan akan sukses di Indonesia).
Baca juga: Sensasi Peugeot Scooter
Setelah diluncurkan apa rencana besar Peugeot lain di Indonesia?
Kami sangat mengerti akan konsumen kami, kami mencoba menciptakan pasar dan kami melihat potensial (di Indonesia). Kami melihat kompetitor kami juga memiliki peluang.
Kami akan memperkenalkan teknologi (di Indonesia), kami tidak menurunkan kualitas produk kami. Apa yang kami perkenalkan di Indonesia itu akan sama seperti yang ada di Eropa.
Karena kami yakin dengan produk kami dan ini tugas kami untuk bisa memperkenalkan teknologi kami.
Bagaimana pendapat Anda mengenai peraturan di Indonesia yang kerap berubah-ubah?
Saya tidak bisa berkomentar soal itu, karena kita tidak berpolitik. Karena jika mereka mengubah satu peraturan, ini akan terkena untuk semuanya (para pelaku industri).
Kami tidak takut dengan kompetisi yang ada, kami bisa melakukan yang lebih baik dibandingkan konsumen apapun regulasinya.
Β
Karena kami sangat yakin dengan produk kami, kami menawarkan teknologi terbaik, kami memiliki komitmen, kami melihat progress, kami akan memberikan yang terbaik untuk konsumen, dan kami memberikan perbedaan.
Hal senada juga disampaikan CEO Garansindo Inter Global Muhammad Al Abdullah.
Mengenai regulasi, seperti yang kita ketahui bersama. Ya kita hanya bisa ketawa saja. Tapi sebagai pengusaha, kita harus melihat kepastian menjadi suatu yang kita butuhkan.
Tapi seperti yang disampaikan Fabre dengan dinamika niat baik pemerintah ini, kita tidak boleh cengeng. Kita harus memberikan beberapa alternatif untuk mendapatkan market share. Memberikan yang terbaik untuk konsumen untuk meningkatkan pasar, semoga kedepannya lebih baik.
Ketika mendengar angka penjualan 300 unit pertama kali menjualnya. Insting bisnis Anda berkata apa?
Pertama yang saya katakan adalah Wow!
Ini di luar ekspetasi kami, tidak ada yang menyangka angka pemesanan seperti ini, 10 persen dari pemesanan global, pemesanan ini seperti meletup-letup.
Tapi kita di sini bukan sukses hanya untuk satu hari, se-minggu, atau setahun. Kami membuat pondasi di yang kuat untuk mendapatkan potensial market.
Investasi Peugeot di Vietnam, dengan penjualan yang bagus di Indonesia. Apakah mungkin Garansindo bisa memindahkan investasi tersebut ke Indonesia?
Sekali lagi saya katakan, kami tidak melakukan investasi di Vietnam. Kami menjalin kerjasama sama seperti di Indonesia. Kami melakukan bisnis disana karena hubungan sejarah panjangkami di sana, kami hanya melihat dari itu saja.
Kami dengan Garansindo, kami mencoba meningkatkan brand. Investasi besar di motor show dan, ini bukan investasi industrial, ini sangat signifikan nilainya.
Django memang sangat fenomenal dilihat dari penjualan. Namun geografis Indonesia sangat berbeda dengan Prancis. Sejauh mana yang riset yang sudah dilakukan Peugeot di Indonesia? Lalu bagaimana dengan diler Peugeot di Indonesia?
Semua produk kami di desain di Perancis, kondisi jalan memang sangat berbeda. Tapi Eropa juga memiliki jalan yang beragam, seperti di Spanyol, Inggris. jadi produk ini berhasil memuaskan pasar beragam.
Kami mencoba bersama Garansindo, untuk memastikan produk kami tepat untuk di Indonesia, dengan kondisi macet seperti di Jakarta. Memastikan desain ini kompatibel, dan bisa memberikan masukan apa yang bisa di up-grade.
Galeri Foto: Peluncuran Peugeot Scooter
Apa mungkin ada Importir Umum lain memperkenalkan Peugeot Scooter selain Garansindo?
Kalau dari segi pasar yang ada saat ini, kemungkinan harga yang akan ditawarkan jauh lebih mahal. Sehingga hitung-hitungannya enggak masuk dari importir umum.
Berapa kuota yang dimiliki Indonesia? Apakah mungkin menyandang label premium Peugeot akan menggunakan bahan pelat bukan plastik? Seberapa besar Peugeot ingin menguasai pasar motor premium?
Peugeot punya sejarah yang banyak, kami menggunakan bodi dari bahan plastik. Meski demikian kami menjadi skuter pertama yang menggunakan ABS.
Pada skuter kami memberikan pengalaman yang baru untuk konsumen, dan ini sudah memeiliki sejarah yang panjang (meski menggunakan bodi plastik). Kami tidak berani mengubahnya begitu saja, karena kami sangat bangga akan produk kami. Karena produk kami sangat baik, dari segi teknologi dan lainnya.
Kami tidak membatasi kuota, karena tujuan kami ialah membahagiakan konsumen. Kami disini untuk membahagiakan konsumen, suatu saat kamu akan menggunakan skuter.
Di Eropa pangsa pasar kami mencapai 10 persen, kami baru memulai tidak bermimpi bisa mencapai 10 persen, saat ini kami hanya berharap kami bisa menguasai pasar hingga 1 persen, yang artinya bisa mencapai 80.000 unit, ini tugas Anda.
Indonesia terbilang masih akan memiliki pasar yang besar. Ke depannya, apakah mungkin Peugeot mendirikan pabrik di Indonesia? Apakah ada penambahan jaringan di Indonesia?
Investasi sebenarnya kami melihat dari volume, memang kami menjual di luar ekspektasi, ini menandakan betapa potensialnya Indonesia. Tapi saat ini kami ingin membangun brand kami bersama Garansindo percaya memiliki strategi yang tepat.
Saat ini ingin cepat berkembang di Indonesia, Tapi jika volume meningkat. Ini akan menjadi pertanyaan terbuka, kami butuh promosi ke Prancis (untuk mendirikan pabrik di Indonesia).
Lalu seberapa besar, volume yang akan dibutuhkan untuk bisa mendirikan pabrik di Indonesia?
Saya tidak bisa mengatakannya sekarang, ini masih terlalu dini untuk bisa dibicarakan. Karena semuanya ditentukan seberapa besar pertumbuhan Peugeot di Indonesia.
Halaman 2 dari 4
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Di Indonesia Harga Mobil Terkesan Mahal, Padahal Pajaknya Aja 40%!
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...