Sudah banyak perbincangan di media akhir-akhir ini mengenai teknologi mobil tanpa sopir dan masa depannya.
Tak bisa dipungkiri, teknologi mobil tanpa sopir akan mengubah bagaimana pendekatan kami soal berkendara. Saya merasa hal ini akan mentransformasi transportasi kita secara signifikan.
Namun perbincangan itu sudah membuat banyak pengendara pusing. Setelah bertahun-tahun mempromosikan βmata di jalan, tangan di kemudiβ industri otomotif kini berbicara tentang membaca email atau buku saat anda menyetir, atau bahkan sampai sopir tak perlu dibutuhkan lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
T (Tanya): Apa itu Autonomous Drive?
Jawab (J): Autonomous Drive mengombinasikan teknologi robotik, kecerdasan buatan, sensor dan konektivitas antar mobil. Ini adalah berbagai teknologi yang akan ditambahkan pada mobil kita dalam beberapa thaun ke depan.
Konsep ini sudah muncul dalam mobil saat ini, mulai dari rem anti mengunci, active cruise control, blind-spot warning atau parking assist yang merupakan contoh dari teknologi yang beroperasi secara otonom, bahkan pengendara tak perlu lagi memikirkannya.
T: Kapan kita mulai melihat teknologi mobil tanpa sopir?
J: Kita melihat teknologi saat ini akan naik ke level berikutnya. Dimana pengemudi bisa menyerahkan beberapa kontrol kendaraan, namun tetap memonitor operasi mobil. Sebagian besar teknologi ini adalah teknologi jangka pendek tetapi akan datang secara bergelombang, satu fitur dalam satu waktu.
Di Nissan dan Renault kami bertekad pada 2020 akan memiliki paket lengkap dari teknologi Autonomous Drive pada berbagai model mobil. Mulai akhir tahun depan, kami berencana untuk menawarkan teknologi yang di kalangan intern kami sebut βTraffic Jam Pilotβ. Sebuah fitur yang memungkinkan kendaraan untuk berjalan tanpa sopir dalam lalu lintas, mobil yang bisa melakukan stop and go sendiri. Teknologi ini akan ditawarkan pada mobil Nissan, Infiniti dan Renault.
Pada 2018, kami akan memperkenalkan teknologi yang memungkinkan kendaraan secara otonom mengantisipasi hazard dan berpindah lajur. Dan pada 2020, kami berencana untuk memperkenalkan kendaraan yang bisa bernavigasi tanpa intervensi pengendara dalam semua situasi, termasuk pengendaraan di dalam kota yang kompleks
T: Kapan kita akan melihat mobil tanpa sopir?
J: Pada akhirnya, kombinasi dari teknologi-teknologi akan mengarahkan kita pada sebuah mobil tanpa sopir, sebuah mobil yang bisa beroperasi otonom secara penuh, bahkan tanpa ada seorang pun di dalamnya. Anda bisa mengirim mobil untuk menjemput anak anda dari sekolah, atau mengantarkan orangtua yang sakit ke dokter.
Namun itu masih jauh, setidaknya 1 dekade lagi. Bahkan, saya harapkan teknologi itu akan disempurnakan terlebih dulu sebelum menyentuh jalanan, karena banyak sekali peraturan dan masalah keamanan yang harus diselesaikan terlebih dulu.
T: Saya suka nyetir, kenapa saya harus menyerahkan kontrol kemudi saya?
J: Saya suka juga nyetir, saat kami mengembangkan teknologi otonom, fokus kami adalah menghilangkan ketidaknyamanan mengemudi, bukan suka cita mengemudi.
Faktanya, kebanyakan pengendara tidak suka melakukan perjalanan komuter dalam lalu lintas yang macet.
Dengan mobil-mobil kami, pengendara akan memutuskan kapan menggunakan teknologinya. Teknologi itu akan menjadi pilihan, tidak ada yang akan menghentikan Anda mendapatkan kendali penuh, kalau Anda menyukai berkendara di jalanan berbelok seperti California, atau jalanan di pegunungan Alpen.
Tujuan kami adalah untuk meningkatkan pengalaman berkendara, bukan untuk menariknya. Kami ingin membangun mobil yang memberikan pengendara kebebasan yang lebih banyak, lebih banyak pilihan dan lebih banyak kendali, namun memperbaiki kemampuan pengendara untuk menghindari kecelakaan.
T: Jadi meningkatkan keamanan adalah keuntungan utama?
J: Ya, di Renault-Nissan Alliance, salah satu mantra internal kami adalah βemisi nol, kecelakaan nolβ. Kami telah membuat kemajuan luar biasa dengan kendaraan listrik. Teknologi otonom adalah langkah besar berikutnya untuk bagian kecelakaan nol.
Seiring waktu, teknologi ini bisa mengurangi angka kecelakaan. Mobil telah menjadi jauh lebih aman selama 50 tahun terakhir. Tapi di Amerika Serikat saja, masih ada sekitar 6 juta kecelakaan per tahun. Dan itu menuntut biaya yang besar untuk mereka yang terkena dampak dan pada tingkat asuransi semua orang - kerugian total sekitar US$ 160 miliar per tahun, hanya di Amerika.
Dengan teknologi otonom, berarti tabrakan kendaraan akan semakin sedikit. Mobil-mobil akan bisa bereaksi lebih cepat dari yang bisa Anda lakukan. Seperti halnya fitur rem anti mengunci yang membawa mobil berhenti lebih cepat dan mencegah mobil sliding lebih baik daripada manusia.
T: Apa ada manfaat lain?
J: Kenyamanan adalah yang pertama. Teknologi ini memungkinkan anda untuk berkomuter lebih produktif dan tidak stres. Bayangkan ini: orang Eropa rata-rata menghabiskan 300 jam setahun dalam mobil, Amerika menghabiskan 750 jam per tahun, itu berarti lebih dari 2 jam sehari. Saya rasa kebanyakan orang akan memilih waktu tersebut untuk mengecek email, menelepon, membaca berita atau mendengarkan podcast dan beristirahat.
Manfaat lain yang besar adalah meningkatkan mobilitas bagi para manula. Mobil tanpa sopir memungkinkan para manula untuk menyetir lebih lama. Jika Anda menggali lebih dalam pada teknologi ini, para manula bisa berkeliling meski mereka tidak bisa menyetir sendiri.
T: Apa anda bekerja sama dengan perusahaan lain dalam mengembangkan teknologi ini?
J: Ya, tidak ada satu perusahaan yang mampu melakukan ini sendirian. Contohnya, di bulan Januari lalu, kami mengumumkan kerja sama dengan NASA lewat Silicon Valley Research Center di Nissan California untuk mengembangkan berbagai aspek dari teknologi otonom termasuk remote control. Selain dengan NASA, kami juga bekerja sama dengan beberapa universitas seperti Stanford, MIT, Oxford dan Universitas Tokyo.
T: Kedengarannya industri otomotif menjadi sebuah industri dengan teknologi tinggi?
J: Ya memang, saat saya berkeliling dunia, setiap beberapa bulan saya mencoba untuk bertemu dengan mahasiswa. Dan saya sering berkata pada mereka, betapa mengasyikkannya untuk bekerja di industri otomotif, karena betapa potensialnya teknologi ini.
Carlos Ghosn, CEO dan Chairman Renault-Nissan Alliance












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Harga Mobil di Indonesia Terkesan Mahal, Padahal...