Cita-cita Ken Searle (67) menjadi sales mobil tersukses di Inggris berhasil. Pria gaek ini berhasil menjual lebih dari 100.000 unit mobil Nissan menjelang masa pensiun.
Dengan pencapaian ini, Searle pun dianggap Nissan sebagai sales mobil terbaik di Inggris. Searle berhasil menjadi bagian sejarah Nissan selama lebih dari setengah abad. Dengan pencapaian tersebut Searle ditampuk sebagai 'super salesman'.
Selama berkarir di Nissan, jabatan terakhir Searle sebagai sales manager, general manager dan bisnis manager untuk Benfield Motor Group selaku diler utama Nissan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak saat itu dia terus mengukir prestasi di pabrikan mobil Nissan. Searle menjadi bagian penting Benfield Motor Group dan sangat berkontribusi sehingga pangsa pasar Nissan terus mengalami pertumbuhan.
"Aku mencintai setiap menit dari karir saya dan saya tidak akan mengubahnya," kata Searle.
"Nissan sudah menjadi merek besar dan itu sangat brilian ketika tahu Nissan terus tumbuh. Khususnya di sini di Timur Utara di mana banyak mobil yang diproduksi," lanjutnya.
"Dan ini suatu kehormatan saya bekerja untuk Benfield. Ini adalah perusahaan keluarga yang nyata di mana orang benar-benar peduli satu sama lain," sahutnya.
Dinilai Nissan, Searle pantas menerima dana pensiun besar atas kerja keras dia selama ini.
Chief Executive Benfield Motor Group Mark Squires mengatakan sangat senang dengan kerja keras Searle.
"Kami semua sangat bangga dengan Ken dan karirnya yang luar biasa dan rekor penjualan mobil. Dia adalah sosok yang disenangi oleh ribuan pelanggan kami di seluruh wilayah kami dan kami merasa terhormat memiliki karyawan loyal seperti dia, berdedikasi, sangat menyenangkan dan sukses bekerja selama bertahun-tahun. Kita semua akan merindukannya dan ingin dia dan keluarganya selalu senang," harap Squires.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu