Itu yang terlintas di pikiran Presdir PT General Motors Indonesia Marcos Purty. Menurut dia, orang membeli produk Apple karena mereka menyukainya.
"Setiap ada produk baru, orang-orang rela mengantri untuk membelinya," ujar dia kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia bilang, customer servicenya ramah," ujarnya.
Seperti itulah yang ingin diterapkan Chevy pada konsumennya. Bagaimana konsumen menyukai mobil-mobil Chevrolet.
Marcos menuturkan dirinya ingin mengubah paradigma pengguna mobil di Indonesia. Biasanya pertanyaan pertama yang diajukan konsumen di Indonesia adalah soal ketersediaan spare part kendaraan.
Menurut Marcos pertanyaan itu memang penting tetapi sebaiknya jadi pertanyaan yang kesekian, karena itu berarti konsumen malah mengharapkan mobil mereka akan gampang rusak.
"Yang ada di pikiran saya, untuk pertanyaan pertama adalah 'Apakah mobil itu enak dikendarai?', Saya rasa pertanyaan untuk urusan spare part menjadi pertanyaan kelima," ujarnya.
Jadi jika pertanyaan pertama itu terjawab dengan baik, maka konsumen pasti rela mengendarai mobilnya dalam waktu 10 tahun.
Soal ketersediaan spare part dan showroom menurutnya bukan masalah untuk produsen sekelas Chevrolet. "Kami sudah lama berdiri, sekitar 100 tahun, jadi kami tahu bagaimana melayani konsumen," ujarnya.
"Anda mungkin tidak melihat ada showroom atau diler Chevrolet di setiap pojokan jalan, tetapi bukan berarti Anda tidak bisa kami layani," tegasnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas