Gagasan Jokowi tersebut tak lain adalah rencana pembatasan kendaraan dengan sistem pembatasan nomor ganjil-genap. Nara, begitu Nachrowi biasa disapa, melihat gagasan tersebut cukup bagus.
"Saya setuju dengan program ganjil dan genap," kata Nara ketika ditemui di kantor KPUD Jakarta di Jl Budi Kemuliaan Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (22/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cuma perlu disosialisasikan dan dikaji lebih dalam lagi, jangan mendadak. Intinya untuk kepentingan rakyat banyak khususnya DKI Jakarta. Dikaji dulu aspek sosial dan ekonominya," kata Nara.
Nara juga berharap rencana pembatasan dengan metode ganjil-genap ini efektif. "Jangan sampai ada yang punya plat kendaraan tak terdaftar. Pemda, Polda, aparat keamanan diajak bekerja sama. Jumlah volume kendaraan juga harus ditekan. Jangan sampai orang Jakarta akhirnya punya mobil dua cuma gara-gara program ganjil genap," terang Nara.
(/ndr)












































Komentar Terbanyak
Pemerintah Ancam Cabut Izin Gojek-Grab Andai Tak Patuhi Komisi 8%
Pemilik Kendaraan yang Belum Bayar Pajak Didatangi Petugas Samsat
Viral Pengemudi Calya Ngamuk, Patahkan Spion-Wiper Mini Cooper