Pejabat Apple Gabung Ferrari

Pejabat Apple Gabung Ferrari

- detikOto
Jumat, 09 Nov 2012 16:14 WIB
Pejabat Apple Gabung Ferrari
Logo Ferrari
Maranello - Salah satu petinggi perusahaan teknologi, Apple, akan bergabung dengan produsen mobil Ferrari. Dengan begitu, teknologi di Ferrari di masa depan kemungkinan akan makin canggih saja.

Petinggi Apple yang bergabung ke Ferrari adalah Eddy Cue yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden internet software dan service. Di Ferrari, Eddy akan menjadi salah satu anggota dewan direksi.

"Saya senang dan bangga untuk menjadi anggota dewan. Saya terus terpesona oleh desain kelas dunia dan teknik yang hanya dapat dilakukan Ferrari," katanya seperti detikOto kutip dari Wired.

Apple sendiri memang sejak lama dikabarkan tertarik dengan sektor otomotif dan dalam beberapa bulan terakhir telah mengumumkan kemitraan dengan sembilan merek mobil untuk membawa generasi baru kontrol suara canggih yang dijuluki Siri Eyes Free untuk kendaraan di tahun depan.

Sementara untuk Ferrari, keunggulan mereka di bawah kap mesin memang tidak diragukan lagi, tapi sistem infotainment yang ada di mobil Ferrari dianggap biasa saja. Disini Apple akan berperan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua bos perusahaan CEO Ferrari Luca di Montezemolo pun sudah bertemu dengan CEO Apple Tim Cook pada bulan April yang akhirnya membuat Cook 'merelakan' Eddy 'dipinjamkan' untuk bergabung ke Ferrari.

Masuknya Eddy ke dewan direksi Ferrari pun dianggap banyak pengamat akan menguntungkan Ferrari dan Apple. Di sisi Ferrari, pabrikan asal Maranello itu jadi mendapat darah segar dan masukan inovatif dari Eddy yang memang sudah pengalaman di bidangnya.

Sementara bagi Apple, raksasa ini jadi bisa belajar bagai mana lika-liku dan cara kerja industri otomotif. Sebab otomotif adalah pasar mereka masa depan dimana kini tiap mobil terbaru sudah memiliki konektifitas internet.

"Masa depan industri (otomotif) tidak hanya pada performa, tapi juga banyak perangkat lunak dan user interface," kata Charles Golvin, analis dari Forrester Research.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads