Jadi wajar bagi Steny Agustaf untuk mengeluhkan keadaan macet yang tidak pernah terurai, di kota-kota besar di tanah air. Bahkan menurutnya macet bisa menurunkan kualitas hidup manusia.
"Bayangkan saat kita berangkat dari rumah, rasa optimisme kita begitu besar, tapi di kilometer pertama sudah macet, kilometer kedua juga tidak berubah. Lampu merah di depan kita masih 15 biji, bagaimana ini tidak menurunkan kualitas hidup kita," kata Steny Agustaf yang kepada detikoto, di Bandung beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kita sebagai pengendara harus bisa mengakalinya, kalau gue sih langsung menyibukkan diri, seperti main handphone, sosial media, untuk menjaga mood kita," katanya dengan sambil tersenyum.
Ada saran, enaknya bagaimana di Jakarta biar tidak macet?
"Sebenernya gue bukan seorang yang ahli untuk itu. Kita di Jakarta sendiri punya 8,5 juta motor dan 5,3 juta untuk mobil. Sedangkan pertumbuhan jalananan kita itu cuma 0,001 per tahun. Di mana kita mau taruh tuh mobil, sementara produsen terus menjual. Kalau menurut gue itu seharusnya bersinergi," kata Steny.
"Jangan jualan dulu, jalanan dulu yang kita benahi. Atau kita buat subsidi untuk jalanan, setiap pembelian mobil pajaknya langsung diserahkan untuk pembuatan jalan. Jadi kan ada muternya, karena sekarang orang terus jualan, katanya untuk pendapatan daerah tapi nyatanya buat jalanannya tidak ada. itu malah nihil," tambah Steny.
Steny juga berpesan untuk setiap pengendara, agar lebih pintar untuk mengakali kemacetan.
"Solusi kedua, pemerintah harus memiliki oposisi, jadi kita harus terus mengingatkan pemerintah. Dan kita sebagai pengendara itu harus memiliki solusi sendiri. Seperti gue, gue mindahin semua kegiatan gue deket rumah, dan manfaatkan sepeda. Meski gue harus siapkan setengah jam sendiri untuk mandi lagi. Selain itu macet itu menghabiskan hingga Rp 65 triliun, dengan BBM yang menguap percuma, kalau kita bisa rapihin jalanan kan bisa menghemat BBM," tutup Steny.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik