Bagi JK mobil dengan kapasitas mesin di bawah 1.300 cc pun umumnya juga dimiliki oleh kalangan berada.
Menurutnya mobil kelas ini juga banyak dimiliki orang-orang kaya sebagai mobil kedua atau bahkan ketiga. Artinya pembatasan BBM berdasarkan 1.300 cc belum tentu akan tepat sasaran menekan orang mampu nikmati BBM bersubsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal banyak juga mobil murah, kecil (dibawah 1.300 cc) tapi milik orang kaya. Milik anaknya pergi sekolah atau pergi ke pasar. Apa itu disubsidi?," tuturnya.
Secara umum JK menggambarkan, pemilik mobil adalah orang mampu. Beda dengan pemilik motor yang punya kemampuan ekonomi lebih rendah. "Kalau motor mungkin ya, karena cicil murah ya pas-pasan. Tapi kalau mobil nggak lah itu," tegasnya.
Pelaksanaan pembatasan dengan menempelkan stiker pun, lanjutnya, harus dilaksanakan. Jika saja ada kelemahan, bisa diperbaiki. "Apapun itu nanti bentuknya, laksanakan saja. Capek dengarnya. Pemerintah kan gitu, kalau ada kritis, mudur lagi. Nggak boleh itu," ucap JK.
Sebelumnya BPH Migas telah membocorkan rencana pemerintah terkait kebijakan pengendalian BBM subsidi dengan pola pembatasan kendaraan berdasarkan kapasitas mesin. Setelah sebelumnya diwacanakan mobil-mobil 1500 cc ke atas dibatasi, kini direncanakan justru mobil-mobil dengan mesin 1300 cc ke atas juga kena aturan yang bakal efektif Mei 2012 ini.
(wep/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik