"Saya sebetulnya hanya ingin menjadi duta promosi mobil Esemka ini...nggak nyangka yg terjadi DEMAM ESEMKA, semua rindu produk anak negeri." tulis Jokowi di akun twitternya.
Publik Indonesia saat ini memang sudah lama menanti adanya mobil rakitan lokal yang menggunakan merek nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerinduan itu sempat terobati ketika beberapa pengusaha swasta dengan modal yang masih minim mencoba membuat mobil sendiri namun desainnya dinilai kurang oke.
Begitu Esemka muncul di 2009, harapan mobnas pun makin meninggi dan memuncak ketika Jokowi memutuskan menjadikan mobil ini sebagai mobil dinasnya. Itu merupakan salah satu bentuk promosi mobil lokal.
"Ya saya mempromosikan," ujar Jokowi di twitternya lagi ketika ditanya soal brand ambassador itu.
Beberapa pengamat otomotif yang dihubungi detikOto sebelumnya menuturkan agar mobil nasional bisa berkembang memang memerlukan bantuan dari pejabat pemerintah. Tanpa mereka, mobil nasional akan tertatih-tatih di tengah serbuan pabrikan lain yang sudah ada.
Jokowi pun optimistis jika mobil ini sudah dipasarkan nanti bisa berbicara banyak di pasar Indonesia.
"Sangat mampu karena dari sisi harga ini yang sudah kita kerjakan ini harganya Rp 95 juta, katakan Rp 120-130 juta bisa dijual di pasar. Dari hitungan saya mobil seperti ini kira-kira Rp 240 juta, kalau kita jual setengahnya bisa merajai pasar mobil Indonesia," kata Joko awal pekan ini.
(ddn/ddn)
"Sangat mampu karena dari sisi harga ini yang sudah kita kerjakan ini harganya Rp 95 juta, katakan Rp 120-130 juta bisa dijual di pasar. Dari hitungan saya mobil seperti ini kira-kira Rp 240 juta, kalau kita jual setengahnya bisa merajai pasar mobil Indonesia," kata Joko awal pekan ini.












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer
Sewa Rp 160 Juta/Bulan, Segini Harga Mobil Land Rover yang Dipakai Wali Kota Samarinda