Fahmi Idris: Kemacetan Salah Pemerintah

Fahmi Idris: Kemacetan Salah Pemerintah

- detikOto
Sabtu, 22 Okt 2011 17:01 WIB
Fahmi Idris: Kemacetan Salah Pemerintah
Jakarta - Bagi para penghuni kota besar seperti Jakarta kemacetan adalah sebuah hal paling penyebalkan yang harus setiap hari dirasakan. Kemacetan ini adalah kesalahan pemerintah menciptakan manajemen transportasi dan insfrastruktur jalan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris di kawasan Sudirman.

Fahmi mengatakan kalau ada dua hal penting yang gagal dijalankan oleh pemerintah saat ini yakni penciptaan sistem transportasi yang berbasis pada mass transportation dan infrastruktur jalan yang masih belum bisa dikatakan baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sistem transportasi kita tidak berbasis pada konsep mass transportation. Kita tidak punya kereta api yang layak baik di atas tanah dan di bawah (subway). Kita juga tidak punya bus yang memberi keamanan dan kenyamanan," ujarnya kepada detikOto.

"Yang kedua, infrastruktur kita juga masih belum bagus. Hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan masyarakat mencari alternatif transportasi baik mobil maupun motor," jelasnya lagi.

Hal itulah yang menurut Fahmi pada akhirnya menyebabkan volume jalan jadi sedemikian padat dengan banyaknya kendaraan pribadi.

"Pada saat saya jadi menteri (perindustrian), produksi motor sekitar 6 jutaan. Sekarang sudah 8 juta. Ini salah satu isyarat kalau sistem transportasi kita belum bagus, aman dan nyaman sehingga masyarakat mencari alternatif. Ya motor kebanyakan jadi pilihan," cetus Fahmi.

"Kalau kedua hal ini diciptakan. Maka dimasa depan tidak akan ada lagi kemacetan karena masyarakat dengan sendirinya akan beralih ke transportasi umum. Tapi sayangnya, itu tidak dilakukan," katanya.

Seperti diketahui pemerintah pernah mengatakan ada 6 kota di Indonesia yang menjadi kota termacet di nusantara. kota-kota itu antara lain DKI Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, dan Denpasar.

Sementara di Jakarta sendiri terdapat 747 titik kemacetan itu tersebar hampir di seluruh pelosok Jakarta.

Dan sebagai informasi, di ibukota pada tahun 2010 lalu terdapat 12 juta unit yang terdiri motor 9 juta, dan mobil 3 juta unit. Tapi kendaraan umum hanya 63 ribu unit.

Sementara untuk tingkat nasional tahun ini diprediksi akan ada 830 ribu mobil dan 8 juta motor yang diproduksi. Tahun 2013, produksi mobil diprediksi akan naik dari angka itu yakni mencapai 1 juta, sedangkan produksi sepeda motor di 2013 bisa mencapai 10 juta unit.

Akibatnya, kecepatan rata-rata setiap kendaraan yang melaju di jalanan Jakarta saat ini pun hanya mampu mencapai 20 km/jam. Bahkan mantan Gubernur Jakarta, Sutiyoso pernah memprediksi kalau 2014 Jakarta akan stuck bila seluruh kendaraan pribadi keluar.

Kerugian akibat kemacetan di Jakarta pun terbilang tidaklah sedikit yakni mencapai Rp 28,1 triliun pertahun yang mencakup Rp 10,7 triliun untuk bahan bakar, Rp 9,7 triliun akibat waktu produktif yang terbuang percuma, kerugian kesehatan yang mencapai Rp 5,8 triliun per tahun hingga Rp 1,9 triliun per tahun yang diderita pemilik kendaraan umum akibat kemacetan ini.


(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads