Pria ini harus kembali ke Jepang untuk menjabat sebagai bisnis corporation, sebagai manager untuk mengurusi bisnis di Indonesia yang termasuk dalam bagian South Asian unit.
"Saya mencoba membangun brand image Mitsubishi di Indonesia, selain itu saya juga berusaha untuk selalu menjaga kepuasan konsumen dan saya telah berhasil. Selanjutnya juga mencoba memberikan kendaraan high performance, dan itu pun telah terbukti. Dan saat ini diler kami mencapai 210 diler di seluruh Indonesia dan akan menjadi 250 diler di tahun ini akan bertambah 60 unit diler," ujar Eiichi Koito.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eiichi nantinya akan digantikan Daisuke Okamoto, sebagai Director Marketing Division, PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors. Okamoto juga tidak asing lagi mengenal Indonesia. Soalnya Daisuke Okamoto pun pernah menjabat sebagai Marketing Division, Senior Unit Head, PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors.
"Saya memang tidak asing lagi terhadap Indonesia terakhir. Karena saya juga pernah berada disini jadi senior marketing head division tahun 2006-2008, Setelah itu baru saya menjabat sebagai posisi terakhir Mitsubishi Corporation adalah Manager MMC, Indonesia Team dan India team," ujar Daisuke Okamoto.
Lelaki yang juga pernah belajar bahasa Indonesia di Universitas Indonesia ini pun menambahkan, tugasnya kali ini pun bukanlah tugas yang mudah untuk dijalani.
"Tapi ini bukanlah tugas yang mudah untuk saya, namun saya akan berusaha semaksimal mungkin meneruskan apa yang sudah dilakukan Eiichi Koito," tambah Daisuke Okamoto.
"Saya sangat kehilangan Pak Koito, karena saya melihat beliau sangat berperan dalam perkembangan Mitsubishi selama 7 tahun ini. Namun saya rasa beliau akan tetap membantu kita yang berada di Indonesia, karena beliau juga masih mengurusi Indonesia," ujar Direktur Pemasaran KTB Rizwan Alamsjah.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi