Selasa, 25 Agu 2020 10:12 WIB

Ototest

Merasakan Sensasi Ngoper Gigi Ala Pebalap di Honda CBR250RR SP Quick Shifter

Luthfi Anshori - detikOto
Ototest Honda CBR250RR SP Quick Shifter Ototest Honda CBR250RR. Foto: Dok. AHM
Cikarang -

Honda menambah lini sport 250 cc mereka dengan menghadirkan CBR250RR SP Quick Shifter. Produk ini sudah rilis resmi pada akhir Juli lalu. Dan pada 19 Agustus kemarin, Astra Honda Motor (AHM) mengadakan sesi test ride untuk sejumlah media dan blogger.

Jika sebelumnya AHM biasa menyelenggarakan test ride motor sport barunya di Sirkuit Sentul, Bogor, maka untuk CBR250RR SP Quick Shifter ini pemilihan lokasinya agak berbeda. Pengetesan motor ini dilakukan di fasilitas safety riding terbaru AHM, di kawasan Deltamas, Cikarang.

Dalam pengetesan CBR250RR SP Quick Shifter ini, pihak AHM menyediakan dua jenis trek berbeda yang ada di lingkungan Astra Honda Motor Safety Riding and Training Center (AHMSRTC), Cikarang. Trek pertama khusus untuk mengeksplorasi kemampuan handling dan manuver dan trek kedua untuk menggali performa mesin dan fitur Quick Shifter motor ini.

Dalam setiap trek, kami diberi sebanyak 3 kali kesempatan percobaan. Pertama didampingi instruktur untuk pengenalan sirkuit, dan dua kali putaran tanpa didampingi instruktur. Seperti apa kesan kami setelah mencoba motor sport bermesin 250 cc 2 silinder itu? Berikut ulasannya.

Ototest Honda CBR250RR SP Quick ShifterOtotest Honda CBR250RR SP Quick Shifter Foto: Rifkianto Nugroho

Desain

Secara desain, Honda CBR250RR SP Quick Shifter masih mempertahankan garis bodi seperti varian standar dan ABS. Tampilannya serba edgy dan sporty, mulai bagian fascia hingga buritan. Perbedaannya hanya ada di desain grafis atau livery dan penambahan label SP Quick Shifter di ujung fairing depan.

AHM tampaknya cukup puas dengan racikan desain CBR250RR generasi pertama, yang masih relevan digunakan di usianya yang menginjak 4 tahun. Selain bentuk sporty, Honda CBR250RR juga mengadopsi lampu full LED, sehingga memberi kesan mewah dan modern. Menariknya lampu sein depan dibikin menyatu dengan fascia depan, sehingga tampilan lebih ringkas.

Ototest Honda CBR250RR SP Quick ShifterOtotest Honda CBR250RR SP Quick Shifter Foto: Rifkianto Nugroho

Riding Position

Karena desainnya masih mengikuti model standar dan ABS, secara dimensi CBR250RR SP Quick Shifter juga memiliki postur yang identik dengan kedua saudaranya. Motor ini memiliki spesifikasi panjang x lebar x tinggi: 2.060 mm x 724 mm x 1.098 mm.

Tinggi tempat duduknya 790 mm, masih cukup ramah untuk ukuran tubuh orang Indonesia. Sedangkan jarak sumbu rodanya adalah 1.389 mm, dengan jarak terendah ke tanah 145 mm. Bobot kering motor ini mencapai 168 kg.

Tester detikOto yang memiliki profil tinggi 165 cm dan berat 74 kg masih cukup nyaman duduk di atas motor ini. Kaki memang tidak bisa menapak dengan sempurna, tapi juga tidak terlalu jinjit, sehingga motor masih bisa dikendalikan.

Posisi setang yang ada di bawah triple clamp (under yoke) membuat posisi tangan dan badan agak membungkuk. Kaki juga 'dipaksa' ditarik ke belakang karena pengaplikasian footstep racing.

Ototest Honda CBR250RR SP Quick ShifterOtotest Honda CBR250RR SP Quick Shifter Foto: Dok. AHM

Handling

Mengendarai CBR250RR SP Quick Shifter tak ubahnya seperti mengendarai CBR250RR versi standar maupun ABS. Motor ini masih tetap asyik dikendarai. Handling-nya cukup ringan untuk motor di kelasnya.

Motor ini menggunakan suspensi depan upside down (USD) dan suspensi belakang monosok, Pro-Link system, yang bisa disetel 5 level. Saat kami mencoba melakukan beberapa manuver di trek pertama, CBR250RR SP Quick Shifter tetap lincah dikendarai.

Bicara soal suspensi, AHM mengatakan telah melakukan beberapa penyesuaian untuk mengimbangi tenaga motor yang meningkat. Karakter suspensi depan dan belakang dibuat sedikit lebih rigid. Khusus suspensi depan, dibuat agak lebih panjang dimensinya.

Ototest Honda CBR250RR SP Quick ShifterOtotest Honda CBR250RR SP Quick Shifter Foto: Rifkianto Nugroho

Performa

Di atas kertas, Honda CBR250RR SP Quick Shifter memiliki tenaga maksimal 41 PS di 13.000 rpm dan torsi puncak 25 Nm di 11.000 rpm. Spesifikasi itu lebih tinggi dibanding model sebelumnya yang memiliki tenaga maksimal 38,7 PS di 12.500 rpm dan torsi 23,3 Nm pada 11.000 rpm.

Jika mengendarainya sekilas, kenaikan tenaga tersebut memang cukup sulit dirasakan. Namun fitur terbaru seperti Quick Shifter juga Assist & Slipper Clutch, benar-benar menawarkan pengalaman berkendara yang jauh berbeda.

Adanya fitur Assist & Slipper Clutch membuat tuas kopling lebih ringan saat ditarik. Selain itu, fitur ini juga berfungsi mencegah ban belakang selip yang disebabkan oleh engine brake saat penurunan gigi secara ekstrem. Kami pun lebih pede saat masuk tikungan.

Sementara itu, fitur Quick Shifter punya fungsi mengoptimalkan perpindahan gigi, sehingga mengurangi kemungkinan motor kehilangan tenaga saat berakselerasi. Proses penggantian gigi bisa dilakukan tanpa menarik tuas kopling, motor pun lebih responsif karena tidak ada jeda waktu saat memindahkan gigi. Fitur Quick Shifter lazim digunakan di dunia balap motor.

Ototest Honda CBR250RR SP Quick ShifterOtotest Honda CBR250RR SP Quick Shifter Foto: Dok. AHM

Sebagai informasi, untuk mengaktifkan fitur Quick Shifter pada CBR250RR, motor harus dalam keadaan diam. Setelah itu, pencet tombol--yang biasanya dipakai untuk mengganti riding mode--selama dua detik. Jika sudah aktif, maka ada indikator di pojok kanan bawah panel layar.

Pengendara bisa mengaturnya dengan menekan tombol tersebut. Terdapat 4 mode Quick Shifter yang dapat dipilih, yakni mode mengaktifkan Quick Shifter untuk menaikkan dan menurunkan gigi, untuk menaikkan gigi saja, untuk menurunkan gigi saja, dan mode Quick Shifter off/on.

Kami pun langsung memilih opsi Quick Shifter up & down untuk merasakan teknologi yang mirip di motor balap itu. Sesuai anjuran AHM, proses shifting gigi kami lakukan di atas rpm 1.500.

Kesan kami saat pertama kali mencoba fitur ini, terasa ada sedikit hentakan saat shifting dari gigi 1 ke gigi 2. Kadang kali kami juga menemui gejala gigi nyangkut saat melakukan pergantian gigi di posisi tersebut.

Namun dari gigi kedua, hingga keenam, proses shifting tanpa menarik tuas kopling ini terasa cukup smooth (halus). Begitu juga saat kami menurunkan posisi gigi secara ekstrem dari kecepatan tinggi, fitur auto blipper bekerja cukup baik dan mencegah ban belakang menjadi liar. Walhasil masuk tikungan pun jadi lebih pede.

Di lintasan lurus dengan panjang kurang lebih 1,2 km, kami bisa mencapai top speed hingga 158 km/jam.

Ototest Honda CBR250RR SP Quick ShifterOtotest Honda CBR250RR SP Quick Shifter Foto: Rifkianto Nugroho

Kesimpulan

Dengan selisih harga Rp 6 juta dari varian standar dan Rp 4 juta dari varian ABS, Honda CBR250RR SP Quick Shifter menawarkan kebaruan teknologi di segmen 250 cc 2 silinder.

Teknologi Quick Shifter memang sangat berguna di lintasan sirkuit. Namun fitur ini juga bisa sangat membantu pada penggunaan sehari-hari, terutama bagi bikers yang ingin merasakan pengalaman berbeda saat naik motor sport, yakni melakukan upshift dan downshift tanpa tarik tuas kopling.

Kalaupun masih ingin menggunakan tuas kopling, bikers sangat dimudahkan dengan adanya fitur Assist & Slipper Clutch, yang bisa membuat pengoperasian tuas kopling menjadi sangat ringan.

Honda CBR250RR SP Quick Shifter dipasarkan dengan harga On The Road (OTR) DKI Jakarta Rp 76.700.000 untuk varian Bravery Red Black dan Rp 77.300.000 untuk pilihan warna Honda Racing Red. Sementara untuk Special Edition Garuda x Samurai, banderolnya Rp 77.700.000.

Data spesifikasi Honda CBR250RR SP Quick Shifter:

Mesin
Tipe Mesin: 4-Stroke, 8-Valve, Parallel Twin Cylinder
Kapasitas Mesin: 249.7 cc
Sistem Suplai Bahan Bakar: PGM-FI
Diameter x Langkah: 62,0 x 41,4 mm
Tipe Tranmisi: Manual, 6 Speed
Rasio Kompresi: 12,1:1
Daya Maksimum: 30 kW (41 PS) /13.000 rpm
Torsi Maksimum: 25 Nm (2,5 kgf.m)/11.000 rpm
Tipe Starter: Electric
Tipe Kopling: Multiple Wet Clutch with Coil Spring
Sistem Pendingin Mesin: Liquid Cooled With Auto Electric Fan
Pola Perpindahan Gigi: 1-N-2-3-4-5-6

Rangka & kaki-kaki
Tipe Rangka: Diamond (Truss) frame
Tipe Suspensi Depan: Inverted Telescopic Front Suspension
Tipe Suspensi Belakang: Aluminum Swing Arm (5 Adjustable Mono Suspension with Pro-Link System)
Ukuran Ban Depan: 110/70 - 17 54S (Tubeless)
Ukuran Ban Belakang: 140/70 - 17 66S (Tubeless)
Rem Depan: Hydraulic Disc Dual Piston
Rem Belakang: Hydraulic Disc Dual Piston

Dimensi & berat
Panjang x Lebar x Tinggi: 2.060 x 724 x 1.098 mm
Tinggi Tempat Duduk: 790 mm
Jarak Sumbu Roda: 1.389 mm
Jarak Terendah ke Tanah: 145 mm
Curb Weight: 168 kg

Kapasitas
Kapasitas Tangki Bahan Bakar: 14,5 liter
Kapasitas Minyak Pelumas: 1,9 L

Kelistrikan
Tipe Baterai (Aki): MF-Wet 12V - 7 Ah
Sistem Pengapian: Full Transisterized
Tipe Busi: NGK SILMAR8C-9 (Iridium Spark Plug).



Simak Video "Review Yaris 2020, Senjata Toyota Lawan Honda Jazz"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com