Senin, 16 Jul 2018 13:31 WIB

Ototest

Sensasi Motor Hybrid Pertama, Honda PCX

Ruly Kurniawan - detikOto
Foto: PT Astra Honda Motor Foto: PT Astra Honda Motor
Jakarta -

[Gambas:Video 20detik]


Motor hybrid pertama di Indonesia, Honda PCX Hybrid resmi dipasarkan dengan banderolan Rp 40,3 juta. Motor yang diproduksi satu dapur dengan versi bensinnya ini mulai tersedia di diler pada pertengahan Juli 2018.

Lebih mahal sekitar Rp 10 juta dengan PCX 150 konvensional, tentu Honda PCX hybrid memiliki perbedaan yang mencolok. Astra Honda Motor (AHM) menuturkan, perbedaan tersebut meliputi warna, tampilan, speedometer, akselerasi, dan mode berkendaranya.

Agar langsung bisa merasakan bedanya PCX hybrid dengan yang biasa, pihak AHM selaku agen tunggal pemegang merek sepeda motor Honda di Indonesia mengajak detikOto melakukan kencan singkat dengan PCX hybrid. Pengujian termasuk sangat singkat, hanya di sekitar lahan parkir Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, dengan ragam kelokan menggunakan sejumlah cone selama 15 menit. Namun cukup untuk merasakan impresi pertama Honda PCX hybrid.


Pertama yang detikOto perhatikan adalah desain keseluruhan dari PCX hybrid. Setelah beberapa saat mengamati, tidak ada perbedaan bentuk antara Honda PCX versi hybrid dan konvensional. Dimensinya sama persis yakni 1.923 mm (panjang), 745 mm (lebar), dan 1.107 mm (tinggi). Tapi ketika menduduki motor, bobot Honda PCX hybrid terasa lebih berat. Berdasarkan catatan AHM, memang ada perbedaan sekitar 4 kg di bobot PCX hybrid (136 kg) dibanding PCX 150 biasa.

Sedangkan perbedaan selanjutnya adalah warna pada Honda PCX hybrid. Mengikuti tema-nya yakni ramah lingkungan serta elektrifikasi, kelir yang digunakan sangatlah elegan. Mereka menamakannya Hybrid Blue. Di sekitar tubuh PCX hybrid juga ada emblem bertuliskan hybrid di bagian samping dan jok yang ditorehkan secara elegan pula.

Honda PCX hybrid memiliki fitur riding mode yang terletak di handle grip sebelah kiri seperti yang berada di CBR250RR. Ada tiga pilihan yaitu idling, D atau Drive, dan S atau Sport. Untuk mengaktifkannya, cukup tekan sekali.

Ketika detikOto memutar gas motor tersebut, akselerasinya berbeda dibanding PCX biasa. Sangat responsif sehingga tak terasa bahwa motor telah selesai meliuk-liuk di trek buatan tersebut. Padahal bobot motor lebih berat 4 kg dibanding versi biasanya (sebagai perbandingan, tinggi detikOto ketika tes motor tersebut adalah 172 cm dan berat 53 kg).


Untuk perbedaan mode berkendara ada pada putaran gas. Untuk mode biasa atau iddle, tak ada perbedaan mencolok dengan PCX konvensional. Fungsinya dari mode ini untuk menghemat pembakaran bensin. Ketika mode diganti ke D, tarikan bawah mulai terasa lebih responsif. Soalnya, baterai pada motor penggerak mulai berkerja untuk membantu akselerasi agar roda dua tersebut lebih responsif namun tidak boros bensin (pada tarikan rendah baterai yang bekerja, BBM hanya bekerja pada tarikan menengah dan keatas).

Saat mode S atau Sport dipilih, motor sangat responsif bahkan tingkat akselerasinya sangat berbeda dari kedua mode yang lain. Artinya tarikan makin enteng serta smooth, cukup nyaman saat digunakan pada keadaan stop-and-go.


Kesimpulan

Secara keseluruhan, tak ada perbedaan mencolok antara Honda PCX hybrid dengan versi konvensional. Hanya saja bobotnya lebih berat sekitar 4 kg, warnanya lebih elegan dan ikonik, ada riding mode-nya, serta akselerasi yang lebih responsif. Selain itu, karena mendapat bantuan dari baterai ion lithium, konsumsi BBM motor diklaim lebih hemat 2 persenan dibanding model konvensionalnya.


Untuk kencan singkat ini, tak banyak catatan yang bisa detikOto berikan. Namun motor ini cukup cocok dan mudah dioperasikan meskipun oleh ibu-ibu. Walau ada pertambahan bobot, ketika dikendarai tak ada bedanya dengan PCX konvensional secara berat.

Ditambah lagi dengan adanya riding mode, pengendara juga bisa leluasa untuk 'menyetting' akselerasi motor yang cocok dengan pengguna. Warna dan emblem khusus yang disematkan juga menjadi perhatian dan keunggulan PCX hybrid karena menampilkan kesan yang elegan sekaligus 'berbeda'.

Namun dengan tak banyak fitur yang berubah dengan versi biasanya, perbedaan harga PCX hybrid terbilang sangat tinggi yaitu mencapai Rp 10 juta. Baterai yang digunakan juga khusus, artinya tidak bisa menggunakan baterai lain sehingga harganya bakal relatif mahal walau hanya 5 tahun sekali diganti. (ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed