Yamaha Aerox 125LC Lincah di Sirkuit

Ototes

Yamaha Aerox 125LC Lincah di Sirkuit

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 22 Jan 2016 10:07 WIB
Yamaha Aerox 125LC Lincah di Sirkuit
Foto: Rangga Rahadiansyah
Bogor - Beberapa hari lalu, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) resmi meluncurkan Yamaha Aerox 125LC. Yamaha menetapkan skuter matik (skutik) ini sebagai skutik sport dengan memaksimalkan performa mesin dan handling.

Memang, nama Yamaha Aerox dikenal di beberapa negara, khususnya Eropa sebagai skutik dengan mesin 50cc. Di Indonesia, Yamaha Aerox hadir dengan mesin 125cc, mesin terbesar di keluarga Aerox.

Seperti biasa, selesai peluncuran Aerox 125LC di Sirkuit Internasional Sentul, YIMM memberikan kesempatan kepada awak media otomotif nasional, termasuk detikOto, untuk menguji ketangguhan skutik ini. Pengujian dilakukan dengan melalui 2 lap Sirkuit Internasional Sentul dan melewati rintangan cone yang tertata di lintasan lurus Sirkuit Sentul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana performa dan ketangguhan Yamaha Aerox 125LC ini?

1. Desain

Foto: Rangga Rahadiansyah
Sebelum membahas hasil pengujian, tak ada salahnya mengulas soal desain skutik ini. Sekilas, skutik ini tampak seperti penggabungan beberapa desain motor Yamaha seperti Yamaha Xeon, GT 125 dan X-Ride.

Bagian setang dan lampu sennya mirip dengan Yamaha X-Ride. Lampu sein terpisah dengan batoknya. Setangnya dibiarkan terlihat tanpa pembungkus (naked handlebar). Desain instrumen clusternya juga terlihat sama dengan yang ada di X-Ride.

Terinspirasi dari kesan sporty di MotoGP, Aerox 125LC memiliki desain berkarakter motor sport. Skutik ini terlihat berisi di bagian depan dan meruncing di bagian belakang.

Jika dilihat, beberapa bagian motor ini memiliki sudut yang tajam. Misalnya desain lampunya yang dikelilingi sudut tajam.

Desain lampu, hidden rear grab handle, racing seat, speedometer, sport fender menambah kesan sporty. Desain lampu depan Aerox 125LC menyerupai air duct YZR-M1 dan sudah menggunakan teknologi LED.

Bodi belakang meruncing ditambah dengan lampu berdesain runcing. Racing seat bergaya balap yang hadir dengan warna gelap di bagian depan dan bagian belakang sewarna dengan bodi motor tampak seperti single seater.

Karakter sport dikuatkan lagi dengan front fender yang menempel pada shockbreaker, sama seperti motor sport.

2. Posisi berkendara

Foto: Rangga Rahadiansyah
Dengan setang yang lebar, Aerox 125LC menyajikan posisi berkendara yang nyaman. Rasanya sama seperti sedang mengendarai Yamaha X-Ride.

Jarak lutut detikOto yang memiliki tinggi 180 cm dengan dek di depan masih ada ruang. Setidaknya ruang antara dek dengan lutut tersebut bisa memberikan kenyamanan.

Yamaha menawarkan dua pijakan kaki pada skutik ini. Pijakan kaki untuk gaya riding santai sama seperti skutik lainnya yakni di dek bagian bawah dan untuk gaya riding sporty, pengendara bisa meletakkan kakinya agak ke belakang.

Pijakan kaki untuk santai terbilang luas. Namun, pijakan kaki untuk gaya riding sporty terlalu sempit untuk menopang kaki detikOto.

3. Performa dan handling

Foto: Rangga Rahadiansyah
Aerox 125LC menggunakan mesin SOHC 125cc berpendingin cairan. Mesin motor ini mengusung teknologi MotoGP dengan menggunakan Forged Piston dan DiASil Cylinder.

Diklaim, mesin skutik ini mampu menyemburkan tenaga maksimal hingga 8,4 kW pada 9.000 RPM dengan torsi 10,4 Nm pada 6.500 RPM. Sistem bahan bakar menerapkan teknologi Fuel Injection. Sementara tipe transmisinya yaitu V-belt Automatic.

Awalnya, detikOto agak ragu apakah skutik ini mampu menaklukkan Sirkuit Internasional Sentul yang begitu besar. Namun, tak ada salahnya untuk mencoba.

detikOto bersama beberapa awak media otomotif nasional menguji skutik ini bersama dengan Presdir YIMM, Minoru Morimoto. Yup, ternyata bos Yamaha Indonesia ini senang kebut-kebutan. Maklum, dia punya pengalaman di dunia balap.

Morimoto memimpin barisan skutik Aerox 125LC yang ditunggangi awak media. Kami pun keluar dari pitlane dan langsung menggeber skutik ini sebelum masuk tikungan pertama mengikuti racing line Morimoto.

Pengujian handling pertama kali pun bisa dirasakan ketika detikOto memasuki tikungan pertama. Ban belakang yang lebar membuat skutik ini masih stabil saat diajak bermanuver.

Lepas dari tikungan pertama, detikOto langsung menggeber motor ini. Hasilnya, akselerasi skutik ini cukup bisa diandalkan.

Setelah tikungan kedua dan sebelum masuk tikungan ketiga menjadi kesempatan untuk menguji kecepatan motor ini. Di sana, lintasan lurus lumayan panjang, cukup untuk menguji kecepatan skutik bermesin 125cc ini.

Di lintasan lurus ini, detikOto sedikit merundukkan badan agar angin tidak menampar dari depan sehingga aerodinamika motor lebih maksimal. Dengan menundukkan badan, hasilnya cukup signifikan. detikOto sempat melihat speedometer motor ini yang mengarah angka 100 km/jam lebih sedikit.

Dari lintasan lurus di antara tikungan kedua dan ketiga ini saja top speed skutik ini sudah bisa teruji. Untuk ukuran skutik bermesin 125cc, kecepatan 100 km/jam lebih sudah terbilang baik.

Di tikungan ke-6 dan 7 yang lebih dikenal dengan tikungan 'S kecil' di Sirkuit Sentul ini, detikOto kembali menguji handling motor ini. Saat menikung dengan kecepatan yang cukup tinggi, motor masih stabil dan tak terbuang. Begitu juga saat melalui tikungan 'S besar' hingga tikungan terakhir.

Selanjutnya, kami masuk ke lintasan lurus di Sirkuit Internasional Sentul. Namun, lintasan lurus ini dijadikan rintangan slalom dengan barisan cone oranye untuk benar-benar menguji handling. Yamaha menyebut, pengujian slalom ini sama seperti ketika sedang bermanuver di antara barisan kendaraan saat macet.

Rintangan ke kiri-kanan hingga tikungan patah menyerupai U-turn mampu dilibas Aerox 125LC tanpa masalah. detikOto menilai, handling skuter ini terbilang oke.

4. Kesimpulan

Foto: Rangga Rahadiansyah
Yamaha mengklaim Aerox 125LC sebagai skutik sport. Dengan mengusung mesin 125cc, detikOto merasakan skutik ini terbilang bertenaga.

Torsi sudah terasa dari rentang menengah hingga atas sehingga motor mengikuti betotan gas. Untuk kecepatan, mengingat motor ini mengusung mesin 125cc, 100 km/jam lebih sudah cukup.

Terkait handling, dengan ban belakang bertapak lebar dengan ukuran 100/70-14, motor ini masih stabil meski di kecepatan tinggi untuk menikung. Tak ada halangan ketika detikOto menaklukkan tikungan demi tikungan di Sirkuit Internasional Sentul. Begitu juga saat melalui rintangan slalom.

Untuk gaya berkendara santai, motor ini cukup nyaman. Namun, bagi detikOto, dek pijakan kaki untuk gaya riding sporty masih terlalu sempit.
Halaman 2 dari 5
(rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads