Dalam pengujian Sonic 150R, PT Astra Honda Motor (AHM) menyediakan beberapa cone untuk menguji handling motor ini. Tampaknya, titik utama pengujian yang disediakan AHM ini adalah untuk mengetahui keandalan handling dari Sonic 150R.
Maklum, dengan bodinya yang ramping dan mesin 150cc yang beringas, motor ini diklaim memiliki performa maksimal dan mampu bermanuver dengan baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Desain
|
|
Desain yang ramping dan speedy, serta dimensi kompak diklaim mampu bergerak lincah di setiap kondisi jalan. Honda menganggap bahwa motor ini cocok untuk jiwa bebas.
Dilihat dari bagian depan, si 'ayam jago' milik Honda ini memiliki lampu depan LED dengan sorotan yang tajam. Lampu tersebut juga memberikan pencahayaan yang lebih terang, tampil futuristik, tahan lama serta hemat energi.
Beralih ke bagian tengah, Sonic 150R menamilkan desain body cover bagian depan yang tajam dan stylish. Hal itu ditambah lagi dengan sayap samping plug 'n play.
Pijakan kaki penumpangnya juga dibuat sporty dan stylish. Hadir juga undercowl yang menambah kesan sporty dan fungsional. Sementara lampu belakangnya juga dibuat berkarakter tajam dan stylish.
Sonic 150R dirtawarkan dengan empat pilihan warna yaitu Energetic Red, Active White, Neo Magenta dan Spartan Black.
Panelmeter full digital yang futuristik terintegrasi dengan informasi yang lengkap mulai dari kecepatan, putaran mesin (rpm) hingga posisi transmisi.
Peleknya juga dibuat lebih bergaya. Dikatakan, pelek Sonic 150R ini terinsipirasi dari motor gede (moge) Honda. Pelek tersebut dibalut dengan ban tubeless sehingga grip handling lebih maksimal.
2. Posisi Riding dan Kenyamanan
|
|
Posisi riding yang dirasakan detikOto dengan tinggi badan 180cm tidak terlalu tegak. Tampaknya, untuk penggunaan jarak jauh agak melelahkan menggunakan motor ini. Maklum, Honda mendesain motor ini untuk penggunaan jarak dekat dan menengah.
Untuk diketahui, Sonic 150R menggunakan suspensi depan berupa teleskopik dan suspensi belakang berupa lengan ayun dengan suspensi tunggal. Sayangnya, lagi-lagi detikOto belum bisa menilai soal kenyamanan suspensi tersebut karena tidak adanya medan bergelombang yang disediakan untuk pengujian.
3. Performa Mesin dan Handling
|
|
Berbeda dengan CB150R, mesin pada Sonic 150R bisa memiliki tenaga maksimum hingga 16.0 PS pada 9.000 rpm dengan torsi 13,5 Nm pada 6.500 rpm. Tenaga dan torsi tersebut disalurkan melalui transmisi manual 6 percepatan dengan kopling multiplate wet clutch Coil Spring.
Dengan bodinya yang ringan, Sonic 150R juga mampu menghasilkan akselerasi yang cukup dahsyat. detikOto bisa memacu kecepatan hingga kira-kira 70 km/jam dalam jarak sekitar 200 meter dari posisi diam.
Tenaga dan torsi yang disalurkan dari mesin 150cc itu cukup responsif. Hal itu didukung lagi dengan pengereman maksimal di roda depan dan belakangnya. Sebagai gambaran, motor ini memiliki rem depan dan belakang berupa cakram hidrolik.
Perpindahan transmisinya juga tidak terlalu menghentak. Begitu juga saat melakukan engine break.
Tapi soal handling, karena motor ini menggunakan setang model jepit, detikOto dengan tinggi badan 180 cm dan menggunakan protektor di bagian lutut agak kesulitan membelokkan motor ini. Jadi, untuk membelokkannya, setang motor ini sering menyentuh lutut detikOto yang menggunakan protektor.
4. Kesimpulan
|
|
Dari posisi riding, detikOto dengan tinggi badan 180 cm masih agak membungkuk. Tampaknya untuk penggunaan jarak jauh motor ini agak melelahkan. Wajar, Honda tidak mendesain motor ini untuk penggunaan jarak jauh.
Lagi-lagi karena tinggi badan detikOto yang tidak cocok dengan Sonic 150R, untuk memutar setang juga masih agak mentok ke lutut yang menggunakan protektor.
Halaman 2 dari 5
