Beruntung kali ini detikOto langsung merasakan ketangguhan Yamaha WR250R di Sirkuit Motorcross PPC Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Minggu (22/2/2015) kemarin.
Tanpa banyak basa-basi detikOto pun langsung membetot gas Yamaha WR250R, untuk merasakan langsung apa saja ketangguhan motor trail Yamaha yang satu ini. Penasaran? Simak kupas tuntas WR250R yang berikut ini ya Otolovers.
1. Desain
|
|
Kemewahan terlihat dari warna ciri khas Yamaha, terlebih stang bar krom, dan suspensi up side down emasyang menambah kece tampilan Yamaha WR250R.
Spaktor tinggi depan dan belakang, yang langsung disambungkan dengan kursi panjang memang tidak jauh berbeda dengan tampilan motor trail lainnya. Namun kenyamanan dibalik stang kemudi berkat pemilihan material dan desain bodi Yamaha YZ, membuat pangkal paha kerap melekat dan menambah kenyamanan saat berkendara.
2. Kaki-kaki terbaik dan miliki bobot ringan
|
|
Sebut saja dengan pemilihan Alumunium Rear Arm, Adjustable Monocrozz suspensi, serta alumunium Main Frame sehingga motor trail Yamaha ini begitu ringan dan sangat seimbang saat dikendarai.
Tidak sampai disitu, sasis yang diberikan Yamaha juga tidak bisa dianggap sembarangan. Yaitu dengan menggunakan Frame Semi double cradle.
Selanjutnya pada bagian suspensi pada bagian depan, Yamaha menggunakan system upside-down telescopic fork, Front travel 270 mm, Caster Angle 26 derajat, trail 111 mm.
Lari kebagian belakang, Yamaha menggunakan suspensi belakang system Swingarm, (link suspension), Rear Travel 270 mm, Front brake Single Disc Γ 250 mm, Rear brake Single Disc Γ 230 mm.
Yamaha menggunakan ban depan berukuran 80/100-21M/C 51P, dan ban belakang tyre 120/80-18M/C 62P.
Dan kalau bicara soal dimensi, WR250R memiliki panjang 2,180 mm, lebar 810 mm, dan tinggi 1,230 mm. Dengan Seat height mencapai 930 mm, Wheel base 1,420 mm, dan minimum ground clearance 300 mm.
Dan kalau ngomong soal berat, jika sudah termasuk oli dan fuel Tank, Yamaha WR250R memiliki berat mencapai 134 kg. Dengan kapasitas tangki mencapai 7.6 liter, Oil tank berkapasitas 1.5 liter.
3. Mesin
|
|
Dengan Bore 77.0 mm dan stroke 53.6 mm, yang menghasilkan kompresi ratio mencapai 11.8 : 1. Hasilnya mesin ini mampu menyemburkan tenaga hingga 22.6 kW (30.7PS) @10,000 rpm dan torsi 23.7 Nm (2.42 kg-m) @8,000 rpm.
Dengan lubrication system wet sump, Clutch Type Wet multiple-disc coil spring, dengan sistem injeksi, Ignition system TCI, dan ditambahkan starter system electric yang menambah kenyamanan saat menghidupkan mesin.
4. Merasakan ketangguhan WR250R
|
|
Beruntung detikOto kali ini merasakan dengan melakukan 2 kali putaran sirkuit Motorcross PPC Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Meski hanya sebentar, dengan medan khusus para 'kroser' rasa ingin tahu akan ketangguhan WR250R bisa dikatakan telah terobati.
Tinggi 1,230 mm memang terbilang cukup membuat 'jinjit' detikOto. Meski demikian, itu tidak menjadi masalah disaat mulai berkendara. Bahkan detikOto merasa kenyamanan sangat terasa saat dikendarai meski ketemu medan berat sekaligus.
Keringanan tubuh WR250R membuat detikOto begitu mudah mengendalikannya. Ditambah posisi cengkraman yang pas pada pangkal paha juga sangat dirasakan detikOto.
Saat bertemu dengan medan bergelombang atau bahkan gundukan tanah sekaligus tidak menjadi masalah. Bahkan sekali detikOto sempat melompat saat melewati gundukan tanah, keseimbangan sangat terasa yang membuat motor mudah dikendalikan saat motor bertemu tanah kembali.
Sayangnya, waktu yang terbatas menjadi penghalang detikOto merasakan kenyamanan WR250R lebih lama lagi. Meski demikian bisa dikatakan WR250R jelas memiliki DNA Adventure sejati.
5. Kesimpulan
|
|
Dan satu hal lagi, tinggi postur WR250R sepertinya juga bakal menjadi kendala untuk kebanyakan masyarakat Indonesia yang hanya memiliki tinggi badan rata-rata mencapai 1,7 meter.
Meski demikian pecinta trail Indonesia, wajib hukumnya untuk merasakan ketangguhan WR250R. Karena bisa dijamin, motor trail yang satu ini bisa memenuhi kebutuhan adrenalin Anda.
Halaman 2 dari 6












































Komentar Terbanyak
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya