Motor yang akan kita tes kali ini adalah BMW Motorrad F 800 GS yang mampu menaklukkan tantangan tanpa kompromi. Menjelajahi dua medan baik on road maupun off road sangat bisa dilakukan.
Terlebih, kini F 800 GS hadir dengan sentuhan desain dinamis pada lekuk fuel tank, mudguard, windshield bergaya off-road, dan ragam pilihan warna seperti Alpine White, Cordoba Blue, dan Kalamata Metallic Matt.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor keamanan tetaplah prioritas BMW Motorrad. Maka piranti pengereman ABS, ESA, dan ASC (optional) menjadi bagian tak terpisahkan bagi BMW Motorrad untuk menciptakan mesin enduro tangguh bergaya sporty.
Hmm. Kalau sudah begitu, tak perlu berlama-lama lagi. Mari kita kupas tuntas kemampuan motor ini.
1. Desain
|
|
Dari depan, desain dua lampu kotak tampak sederhana namun bisa memberi penerangan yang baik di segala kondisi. Memang itulah keunggulan motor ini, fungsionalitas diatas segalanya.
Di bawahnya, ada spakbor yang cukup tinggi yang membuat motor ini aman ketika menjelajahi medan off road atau jalan berlubang. Suspensi yang besar juga membuatnya tetap nyaman ketika dibawa berkendara di berbagai medan yang tidak mulus sekalipun.
Sementara ketika dilihat dari samping, motor ini bagai sebuah badak yang sangat berotot. Garisnya yang mengalir tegas dari depan hingga ke buritan tampak seram, tapi tetap enak dipandang.
Komposisi suspensi depan yang tinggi, suspensi belakang yang lebih pendek serta semua atribut yang ada mencitrakan kemampuan BMW Motorrad untuk memadukan antara desain dan fungsionalitas.
Ketika melihat pertama motor ini, kami agak khawatir karena takut tidak bisa menapak tanah dengan mantap saat menggunakannya. Tapi ternyata, kekhawatiran itu tidak terbukti.
Meski terkesan tinggi-besar layaknya petinju kelas berat, motor yang memiliki tinggi jok 820 mm ini tidak terlalu sulit dinaiki. Pun begitu ketika sudah di atasnya, kaki masih bisa menapak bumi dengan mantap.
2. Mesin
|
|
Mesin yang digendong motor ini adalah mesin Water-cooled 4-stroke in-line two-cylinder engine, two valves per cylinder, two overhead camshafts, dry sump lubrication. Dengan perbandingan diameter langkah 82 x 75.6 mm, mesin ini mampu memperlihatkan output hingga 85 hp di rpm 7.500.
Kekuatan mesin yang lebih besar dari tenaga yang dimiliki Agya dan Ayla meski kapasitas mesinnya lebih kecil ini adalah salah satu keistimewaan F 800 GS.
Terlebih, dorongan torsi hingga 83 Nm di 5.750 rpm membuat F 800 GS sangat mumpuni ketika kita ajak menjelajah ke berbagai tempat.
Dengan postur tubuh dan kemampuan mesin yang dimiliki F 800 GS, pengendara akan sangat percaya diri entah itu harus berkendara di jalan beraspal atau harus melibat jalur off road yang kasar.
Sasis tubular yang disokong suspensi depan Upside-down telescopic fork 43 mm dan suspensi belakang juga terbukti meningkatkan kenyamaan berkendara. Terlebih masih ada cast aluminium dual swing arm, WAD strut (travel related damping), spring pre-load hydraulically adjustable (continuously variable) di handwheel dan rebound damping adjustable makin menambah tingkat kenyamanan.
Bila sebelumnya Anda sudah mencoba lawan-lawan BMW Motorrad di kelas petualang, maka Anda akan tahu kalau motor ini lebih baik dari mereka.
3. Akselerasi
|
|
Itu ketika berada di medan lurus. Ketika harus berbelok dengan kecepatan sedang, F 800 GS yang memiliki jarak sumbu roda 1.578 mm juga bisa menampilkan kestabilan.
Dimensi panjang 2.320 mm, lebar 945 mm dan tinggi 1.350 mm dengan berat kosong 191 kg memang terlihat besar. Tapi ternyata mudah untuk dikendalikan.
4. Kesimpulan
|
|
Di sisi lain, pengendalian yang mudah tapi dengan mesin yang bertenaga membuatnya enak di kendarai di berbagai situasi baik di on road atau off road atau bahkan ketika macet yang tidak terlalu parah sekalipun.
Hasilnya, sebuah motor Jerman yang lengkap pun bisa didapat.
Poin Plus
- Desain
- Mesin
- Akselerasi
Poin Minus
- Jaringan after sales masih sedikit
- Harga
Halaman 2 dari 5










































