Ngebut dengan Motor Sport 150 cc dari Jonggol

Ngebut dengan Motor Sport 150 cc dari Jonggol

- detikOto
Rabu, 21 Mei 2014 11:12 WIB
Ngebut dengan Motor Sport 150 cc dari Jonggol
Jakarta - Minerva RX-150 hadir di Indonesia untuk 'mengacaukan' pilihan konsuman. Sebab dari segi desain, motor sport produksi Jonggol, Jawa Barat itu menyajikan desain ciamik. Full fairing pun sengaja dipilih Minerva sebagai daya gedor untuk mencuri perhatian konsumen.

Nah, Selasa 20 Mei 2014 kemarin, selain meluncurkan motor ini, PT Minerva Motor Indonesia (MMI) mempersilakan awak media menjajal motor sport mesin 150 cc 1 silinder itu. Penasaran, helm dan jaket langsung dipakai.

Langsung saja ngebut! Brumm…

Desain Bodi

Mulai dari desain full fairing-nya. Kebanyakan motor sport full fairing menggunakan desain agak gendut. Ya, inilah yang dirasakan saat pertama kali melihat penampakan motor sport berbanderol Rp 21,950 juta on the road Jakarta itu.

Memang ukurannya agak gambot tapi jujur desainnya lumayan gagah. Guratan-guratan pada bodi sangat pas dan terbilang sempurna.

Tapi sayang, cover tangkinya masih terbuat plastik dan bukan pelat seperti motor sport pada umumnya. Kendati demikian bagian depan dan belakang dibungkus dengan sempurna. Bagian depan gambot namun mengecil ke belakang. Jadi desain belakang agak ramping.

Minerva RX-150 sudah menggunakan lampu proyektor dan LED. Dan melongok ke speedometer tersemat digital speedometer yang menambah kesan mewah.

Desain Bodi

Mulai dari desain full fairing-nya. Kebanyakan motor sport full fairing menggunakan desain agak gendut. Ya, inilah yang dirasakan saat pertama kali melihat penampakan motor sport berbanderol Rp 21,950 juta on the road Jakarta itu.

Memang ukurannya agak gambot tapi jujur desainnya lumayan gagah. Guratan-guratan pada bodi sangat pas dan terbilang sempurna.

Tapi sayang, cover tangkinya masih terbuat plastik dan bukan pelat seperti motor sport pada umumnya. Kendati demikian bagian depan dan belakang dibungkus dengan sempurna. Bagian depan gambot namun mengecil ke belakang. Jadi desain belakang agak ramping.

Minerva RX-150 sudah menggunakan lampu proyektor dan LED. Dan melongok ke speedometer tersemat digital speedometer yang menambah kesan mewah.

2. Posisi Duduk dan Desain Setang

Minerva RX-150 bermesin 150 cc 1 silinder ini tampil cukup sporty dengan beberapa 'improvement' untuk membedakan dengan kompetitor. Duduk di kursi berbalut bahan cukup nyaman.

Dengan tinggi pengendara yang mencapai 167 cm, saat duduk di jok tak perlu repot jinjit. Plek dan kedua kaki pun menyentuh aspal. Posisi duduk masih tergolong nyaman. Dan untuk kaki juga tidak terlalu membuka lebar.

Sedangkan setangnya lurus dan ujungnya menurun. Desain itu tentu saja menentukan riding position pengendaranya. Impresi awal nyaman karena badan tidak terlalu membungkuk.

2. Posisi Duduk dan Desain Setang

Minerva RX-150 bermesin 150 cc 1 silinder ini tampil cukup sporty dengan beberapa 'improvement' untuk membedakan dengan kompetitor. Duduk di kursi berbalut bahan cukup nyaman.

Dengan tinggi pengendara yang mencapai 167 cm, saat duduk di jok tak perlu repot jinjit. Plek dan kedua kaki pun menyentuh aspal. Posisi duduk masih tergolong nyaman. Dan untuk kaki juga tidak terlalu membuka lebar.

Sedangkan setangnya lurus dan ujungnya menurun. Desain itu tentu saja menentukan riding position pengendaranya. Impresi awal nyaman karena badan tidak terlalu membungkuk.

3. Performa Mesin

Setelah siap semua, mesin 150 cc SOHC dinyalakan dengan menekan tomboil starter elektrik di setang kanan. Tidak ada yang wah dari suara mesinnya. Suaranya datar.

Trek uji coba terbilang pendek, cuma sekitar 150 meter. Jadi tidak bisa benar-benar mengupas performa mesinnya. Nah, saat gas dibetot, mesin bertenaga 14,8 dk mulai menyentak, dan terasa sekali perputaran roda belakang. Tapi jika melihat karakter tenaga mesin motor sport ini tidak terlalu besar.

Kendati demikian perpindahan gigi 1,2 dan 3 cukup halus. Sayang tidak bisa menguji kemampuan mesinnya hingga kecepatan maksimal karena keterbatasan trek uji coba. Tapi soal kenyamanan untuk harian seperti ya motor ini lumayan oke.

Soalnya jok cukup empuk. Tapi agak pikir-pikir kalau mau bawa boncenger. Soalnya bagian belakang lancip dan sedikit menggunakan busa sehingga kurang nyaman untuk boncenger.

Spesifikasi mesin

Mesin: 149,8 cc SOHC 2 Valve 1 Silinder liquid cooled
Tenaga: 14,8 dk/10.000 rpm
Torsi: 11,1 Nm/8.500 rpm
Bore & Stroke: 57,3 x 57,8 mm
Rasio kompresi: 10,7 : 1
Starting system: Electric starter
Kapasitas tangki: 14,2 liter
Sistem pengabutan: Karburator (CDI)
Kopling: Wet Multiple
Transmisi: 5 percepatan

3. Performa Mesin

Setelah siap semua, mesin 150 cc SOHC dinyalakan dengan menekan tomboil starter elektrik di setang kanan. Tidak ada yang wah dari suara mesinnya. Suaranya datar.

Trek uji coba terbilang pendek, cuma sekitar 150 meter. Jadi tidak bisa benar-benar mengupas performa mesinnya. Nah, saat gas dibetot, mesin bertenaga 14,8 dk mulai menyentak, dan terasa sekali perputaran roda belakang. Tapi jika melihat karakter tenaga mesin motor sport ini tidak terlalu besar.

Kendati demikian perpindahan gigi 1,2 dan 3 cukup halus. Sayang tidak bisa menguji kemampuan mesinnya hingga kecepatan maksimal karena keterbatasan trek uji coba. Tapi soal kenyamanan untuk harian seperti ya motor ini lumayan oke.

Soalnya jok cukup empuk. Tapi agak pikir-pikir kalau mau bawa boncenger. Soalnya bagian belakang lancip dan sedikit menggunakan busa sehingga kurang nyaman untuk boncenger.

Spesifikasi mesin

Mesin: 149,8 cc SOHC 2 Valve 1 Silinder liquid cooled
Tenaga: 14,8 dk/10.000 rpm
Torsi: 11,1 Nm/8.500 rpm
Bore & Stroke: 57,3 x 57,8 mm
Rasio kompresi: 10,7 : 1
Starting system: Electric starter
Kapasitas tangki: 14,2 liter
Sistem pengabutan: Karburator (CDI)
Kopling: Wet Multiple
Transmisi: 5 percepatan

4. Suspensi

Redaman suspensi mendukung untuk riding harian. Delta box dan telecopic serta swing arm terbilang stabil dalam kecepatan rendah dan jalan santai pun tetap nyaman.

4. Suspensi

Redaman suspensi mendukung untuk riding harian. Delta box dan telecopic serta swing arm terbilang stabil dalam kecepatan rendah dan jalan santai pun tetap nyaman.

5. Kesimpulan

Minerva RX-150 cukup enak dikendarai di perkotaan. Postur tubuh yang tidak terlalu besar dengan bobot sekitar 139 kg, motor ini cukup nyaman digunakan. Dari segi desain juga cukup menarik. Konsumen yang tidak melulu melirik merek Jepang sepertinya bisa menjajal motor satu ini.

Poin Plus

Motor ini cukup kompetitif dari segi harga. Sementara konsumsi BBM-nya juga menarik untuk disimak. Sebab Minerva RX-150 butuh 1 liter untuk menjangkau jarak 38 km dengan sistem asupan bahan bakar minyak tipe karburator.

Poin Minus

Tak lupa ketika mengomentari performa mesin yang kurang memberikan kesan wah. Butuh perhatian khusus untuk sektor ini.

5. Kesimpulan

Minerva RX-150 cukup enak dikendarai di perkotaan. Postur tubuh yang tidak terlalu besar dengan bobot sekitar 139 kg, motor ini cukup nyaman digunakan. Dari segi desain juga cukup menarik. Konsumen yang tidak melulu melirik merek Jepang sepertinya bisa menjajal motor satu ini.

Poin Plus

Motor ini cukup kompetitif dari segi harga. Sementara konsumsi BBM-nya juga menarik untuk disimak. Sebab Minerva RX-150 butuh 1 liter untuk menjangkau jarak 38 km dengan sistem asupan bahan bakar minyak tipe karburator.

Poin Minus

Tak lupa ketika mengomentari performa mesin yang kurang memberikan kesan wah. Butuh perhatian khusus untuk sektor ini.

Halaman 2 dari 12
(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads