Bermain dengan 'Torsi Maximum'

Oto Test

Bermain dengan 'Torsi Maximum'

- detikOto
Selasa, 06 Des 2011 08:29 WIB
Bermain dengan Torsi Maximum
Jakarta - Di segmen bebek sport, tidak bisa dipungkiri hanya memiliki sedikit pemain disini. Itu pun bisa dihitung jari. Suzuki Satria FU, Yamaha Jupiter MX dan Honda CS-1 yang seluruhnya berasal dari Jepang. Hmm, ternyata masih ada yang kurang. Ya, dia adalah TVS Tormax, sebuah motor bebek super asal India!

Tidak bisa dipungkiri kalau pasar otomotif Indonesia sangat di kuasai oleh Jepang yang bagai menebar jaring kartel di nusantara. Seluruh segmen dikuasai mereka yang pada akhirnya membuat produk dari negara lain dipandang sebelah mata.

Nah, bila hal itu sudah terjadi, maka inovasilah yang harus diberikan oleh pabrikan-pabrikan non Jepang termasuk TVS. Hal itulah yang mereka lakukan pada bebek super Tormax, sebuah motor yang memiliki singkatan Torsi Maximum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk membuktikan kemampuan bebek super asal negeri 'chaiya-chaiya' ini, detikOto pun mendapat kesempatan untuk menjajalnya.

Pada pengetesan kali ini, Bandung adalah target yang akan kami capai dari Jakarta sambil melewati kawasan dingin Puncak, Jawa Barat.

Tidak perlu berlama-lama, mari kita ulas bersama.

Desain

Hanya dengan sekilas memandang, motor ini memberikan kesegaran dari segi desain terutama detail lekuk tubuh yang dimilikinya.

Lekukan tubuhnya tampak tajam namun mengalir dengan lembut. Di bagian facia tampak semacam 'grille' yang ada di bawah lampu utama dan ditengah-tengah lampu sein yang dipercaya mampu memberikan udara segar pada jeroan TVS Tormax.

Bagian muka ini kemudian mengalir ke bagian sayap yang memiliki lekuk tubuh lumayan tajam. Ketajaman dan kekakuan yang dihadirkan oleh motor ini cukup berguna untuk membelah angin dan menambah aerodinamika kendaraan.

Kenyamanan

Tidak perlu berlama-lama, kunci kontak pun kami putar dan sepesekian detik kemudian mesin menderu dengan lembut. Auman mesin 4 tak, SOHC yang sudah dilengkapi dengan liquid cooled turbo engine (3 Valve Technology: 2 inlet+1 exhaust) terasa lembut namun tegas yang membuat penunggangnya makin percaya diri.

Dengan tinggi detikOto yang 'hanya' 170 cm, ground clearance TVS Tormax yang hanya 150 mm juga bisa dikatakan tidak menyulitkan karena kaki masih dapat berpijak ke aspal dengan mantap.

Dan ketika mata memandang panel instrumen di tengah stang, kejutan kembali dimuntahkan oleh motor India ini. Sebab panel indikator yang ada di TVS Tormax terbilang lengkap. TVS menamai bagian ini dengan nama Racing Digital Meter yang sudah dilengkapi dengan speedometer, tachometer dan odometer.

Dengan begitu segala informasi mengenai kecepatan hingga jarak tempuh tersaji dalam bentuk digital. Bahkan, panel ini juga bisa mengabadikan kecepatan puncak alias topspeed setiap kali motor ini dikendarai.

Tapi ketika diperhatikan lagi, ada keunikan lain yang dimiliki, yakni lampu indikator berwarna biru yang bergambar helm. Ternyata setiap kali mesin dinyalakan, motor ini secara otomatis mengingatkan setiap pengendaranya untuk memakai helm. Jadi, motor ini seolah mau berkata 'jangan pernah lupakan urusan keamanan diri ketika mesin sudah dinyalakan kemana pun anda pergi.'

Tidak mau menunggu lama lagi, kaki kiri pun menginjak pedal dan masuk ke 'gigi 1'. Gas diputar dan motor tertarik maju ke depan dengan respon yang bisa dikatakan sangat baik.

Namun kesenangan merasakan respon motor ini tidak bertahan lama, karena di perjalanan awal dari Tebet hingga Cisarua, detikOto terpaksa harus 'stop and go' akibat kondisi jalanan yang cenderung ramai dengan kemacetan di beberapa titik.

Disinilah salah satu ujian dilakukan. Respon cepat mesin 150 cc yang bertengger di tubuh motor ini terasa sangat membantu, selain itu, dimensi 1.955x730x1.070 mm yang dianugerahkan pada motor ini terasa kompak ketika diajak menari di jalanan padat meski getaran pada stang dirasa agak sedikit membuat risih.

Performa dan stabilitas

Selepas dari Cisarua, jalanan terasa mulai lenggang. Saatnya mencoba kekuatan motor yang memiliki 4 pilihan warna ini sebelum jalanan pada kembali padat ketika memasuki kota Cimahi.

Ujian yang harus dilalui tidaklah mudah. Sebab meski lenggang, kondisi jalanan yang berliku dan menanjak dipastikan akan membuat setiap kendaraan yang melewati jalur ini menjadi harus sedikit bekerja lebih keras lagi.

Tapi, TVS Tormax mampu membuktikan nama yang diusungnya. Dengan torsi 12,5 Nm yang bisa dicapai di putaran tengah, 5.500 rpm, kemampuannya terasa sangat membantu mendorong motor menanjak tanpa perlu kehilangan performa 13,2 bhp yang dimilikinya.

Teknologi Turbotune yang mampu memaksimalkan sinergi antara konsumsi bahan bakar, kompresi mesin serta tutup-buka katup juga membantu membuat torsi penuh dari putaran bawah.

Selain itu, di jalur yang meliuk bagai tubuh ular ini, kemampuan suspensi teleskopik di bagian depan dan canister monoshock di belakang terasa memberikan kestabilan berlebih pada motor yang memiliki wheelbase 1.250 mm ini. Liukan pun mengalir tanpa hambatan.

Ketika ingin merasakan sensasi ala motor sport, tuas merah yang berada di stang sebelah kiri dibawah chuck bensin tinggal digeser. Hasilnya, suara knalpot standar pun berganti menjadi suara sporty ala knalpot racing.

Hingga akhirnya rombongan sampai ke kawasan Cipaku, Bandung, TVS Tormax masih mampu menyajikan kemampuan tanpa lelah meski sudah digeber hingga 187 km dan mampu membubukan efisiensi bahan bakar 1:30,5 km/liter pada medan yang bisa dikatakan sebagaian besar di warnai kemacetan dan tanjakan ini. Agak sedikit boros memang.

Kesimpulan

Tidak diragukan lagi kalau saat ini masyarakat Indonesia masih sangat 'Jepang minded' sehingga tidak berani ketika mencoba kendaraan dari negara lain. Padahal ketika sudah mencoba motor-motor non Jepang, pikiran mengenai 'kekuasaan Jepang' pasti sedikit akan luntur.

Hal itu pula yang disajikan oleh TVS Tormax yang merupakan bebek super asal India. Berbekal tubuh dinamis dan segudang fitur serta inovasi yang dikandungnya serta kemampuan mesin yang lumayan handal, tidak bisa dipungkiri kalau kita tidak boleh memandang sebelah mata motor ini meski bukan berasal dari tanah tempat matahari terbit.

Apalagi, bila kelebihan tadi kemudian dipadukan dengan kenyataan bahwa harga jual motor ini yang hanya Rp 14,9 juta saja, atau dibawah bebek-bebek sport yang menjadi lawannya. Kalau sudah begitu, kini tinggal dua pilihan, mau beli merek atau teknologi?

Kelebihan

- Banyak fitur dan inovasi
- Knalpot dua suara
- Stabilitas dan performa
- Harga

Kekurangan

- Stang sedikit bergetar
- Jaringan after sales masih sedikit




(syu/syu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads