Sabtu, 27 Okt 2018 18:01 WIB

Ototest

Sekilas Menjajal Sedan Mewah Listrik Mercy di Jalanan Jakarta

Ruly Kurniawan - detikOto
Mercy C 350e Foto: Mercedes-Benz Mercy C 350e Foto: Mercedes-Benz
Jakarta - Sebagai tanda kesiapannya untuk masuk ke era kendaraan listrik, Mercedes-Benz Indonesia membawa mobil rendah emisi yang telah memiliki baterai listrik paling sederhananya, Mercedes-Benz C 350e. Meski sekilas mirip dengan C-class lainnya, ternyata sedan tersebut cukup istimewa loh.

Saat Mercy menggelar acara test drive beberapa waktu lalu, terdapat berbagai unit Mercedes-Benz yang bisa dicoba oleh masyarakat umum. Di sana pengunjung juga bisa melihat tiga unit Mercy terbaru yakni A-Class, CLS, dan V 260.

Dari sekian banyak unit yang disediakan untuk di coba, hanya ada satu kendaraan yang memiliki motor listrik yakni C 350e. Penasaran, detikOto langsung mendaftarkan diri untuk bisa membawanya jalan-jalan sedikit.




Mercedes-Benz C 350 eMercedes-Benz C 350 e Foto: Ruly Kurniawan

Untuk desain keseluruhan, ada beberapa perbedaan di mobil ini mulai dari headlamp yang ada aksen biru di pinggir-pinggirnya, rem berkelir biru, tulisan plug-in hybrid dengan latar belakang biru, serta ada satu slot tambahan di bagian belakang untuk charging listrik-nya.


Aksen biru tadi menunjukkan bahwa mobil bukan kendaraan biasa melainkan rendah emisi dan sudah punya baterai listrik sebagai pembantu penggeraknya.

Interior Mercy C 350 eInterior Mercy C 350 e Foto: Ruly Kurniawan


Sedangkan pada interiornya, sama sekali tidak berbeda dengan C-Class lainnya. Ruang kaki masih cukup sempit apalagi pada bagian penumpang bagian belakang. Bagi penumpang di tengah juga kurang nyaman untuk ukuran dewasa karena ada pijakan pemisah yang cukup tinggi.

Foto: Ruly Kurniawan


Hanya saja untuk mode berkendara di C 350e tidak hanya ada Sport, Sport+, Eco, Comfort, dan Individual saja tapi ada mode Hybrid, E-mode, E-save, dan Charge.

Foto: Ruly Kurniawan


Keempat mode tersebut digunakan pengendara untuk mengatur kinerja baterai listriknya seperti mengisi daya baterai saat berjalan (Charge), mengurangi pasokan baterai listrik saat berjalan (E-save), sampai benar-benar menggunakan baterai listrik saja (Hybrid). Informasi mode listrik ini terpampang di layar MID dengan nama menu Energy Flow.

Saat pertama kali mobil dinyalakan dengan memutar pegas kunci (belum start stop engine), tidak ada suara dan getaran sama sekali. Instruktur yang menemani detikOto kala itu pun juga bingung apakah mobil sudah menyala atau belum. Sebab, C 350e langsung masuk ke mode listrik yang sangat senyap dan tak bergetar.

Cara mengetahui mobil sudah menyala atau belum adalah dengan menginjak gas pada posisi transmisi di netral (N). Ketika speedometer bergerak, berarti mobil telah siap untuk berjalan. Itulah yang dikatakan instruktur perjalanannya.

Foto: Ruly Kurniawan


Memang area yang disajikan sangat terbatas yakni satu putaran dari Senayan City ke Hotel Fairmount dan balik lagi. Kondisi saat itu juga cukup padat kendaraan. Namun yang bisa detikOto sampaikan adalah mobil cukup nyaman untuk digunakan harian karena akselerasi yang responsif dan power tinggi. Suspensi pun dibuat nambah nyaman dengan tambahan suspensi udara.



Tapi sayang, Mercedes-Benz Indonesia belum akan memasarkan C 350e. Karena, tanpa insentif yang jelas untuk mobil listrik tentu kendaraan seperti ini menjadi sangat mahal. Sekarang, diperkirakan banderolannya adalah Rp 1,6 miliaran.


(ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed