Rabu, 17 Okt 2018 13:13 WIB

Oto Test

Merasakan SUV Bermotor Listrik dari Jerman, BMW X5 Plug-in-Hybrid

Ruly Kurniawan - detikOto
BMW X5 Plug-in Hybrid Foto: Dadan Kuswaraharja/detikOto BMW X5 Plug-in Hybrid Foto: Dadan Kuswaraharja/detikOto
Jakarta - BMW Group Indonesia pertama kali memamerkan BMW X5 pada April 2015 lalu. Menjelang akhir tahun kemarin, varian hybrid-nya dibawa untuk diperkenalkan ke khalayak ramai yakni BMW X5 plug in hybrid.



Meski belum ada rencana untuk menjualnya di Indonesia, detikOto mendapat kesempatan untuk menguji mobil satu-satunya di Tanah Air ini.

BMW menyebut mobil gagah segala medannya adalah sebuah SAV. Berbeda dari versi konvensional, BMW X5 Plug in hybrid memiliki motor elektrik dan sebuah baterai yang membuatnya menjadi lebih hemat. Dapur pacu tersebut dipadukan oleh mesin konvensional berkapasitas 2.0 liter TwinPower Turbo bertenaga 245 Tk dengan torsi puncak 350 Nm.

Tenaga dari mesin disalurkan ke semua roda melalui transmisi streptronic otomatis 8-percepatan. Sehingga mobil bisa menghasilkan kecepatan 0-100 km/jam dalam waktu 6,8 detik. Motor elektrik itu juga diklaim sanggup menempuh kecepatan 120 km/jam dengan jarak tempuh 31 km.

BMW X5 Plug-in HybridBMW X5 Plug-in Hybrid Foto: Dadan Kuswaraharja/detikOto


Tidak ada perbedaan desain dari X5 konvensional di mobil plug in hybrid ini. Mulai dari tampang eksterior, detil interior, fitur, hingga posisi berkendara. Namun bila berbicara performa, perbedaannya cukup signifikan.



Tak perlu lagi untuk menginjak pedal gas dalam-dalam, apalagi saat mode sport diaktifkan. Sebab, respon dari motor elektrik di dalam X5 plug-in-hybrid sangat berkerja optimal. Tentu sensasi berkendara juga menjadi berbeda karena hampir tidak ada suara maupun getaran yang dirasa.

BMW X5 Plug-in hybridBMW X5 Plug-in hybrid Foto: Dadan Kuswaraharja/detikOto


Patut diakui, pertama kali detikOto mencoba mobil serasa X5 versi diesel namun lebih 'ramah'. Sehingga asik buat para pengemudi yang mengagumi kecepatan. Mobil juga masih cocok menjadi teman sehari-hari karena pengisian daya baterai bisa dilakukan di rumah.

Lama pengisian mobil dengan portable charger yang telah tersedia diklaim memakan waktu 6 (muatan listrik 220 volt) sampai 10 jam (dibawah 220 volt).

Tapi sayang, skema pajak di Indonesia untuk mobil hybrid maupun listrik masih belum rampung sehingga harga jual dari kendaraan serupa menjadi tak terjangkau.


[Gambas:Video 20detik]

(ruk/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed