Salah satunya adalah harga yang relatif terjangkau (Rp 798 juta on the road Jabodetabek) namun kualitasnya bisa diadu dengan SUV premum Eropa. detikOto pun langsung mencobanya.
Mengambil jalur Senayan-Puri-BSD-Senayan, detikOto yang juga mendapatkan kesempatan tersebut kencan seharian dengan All New Mazda CX-9. Tentu, banyak hal yang diuji, mulai dari handling, peforma, kenyamanan, hingga fitur pengaman pintarnya. Tapi untuk konsumsi bahan bakar, seperti biasa, tidak memungkinkan untuk diuji.
1. Eksterior
|
Foto: Ruly Kurniawan
|
Tapi sayang, untuk yang jarang memperhatikan Mazda pasti sesekali bakal tertukar antara CX-5 dan CX-9 karena perbedaannya tipis bila dilihat sepintas. Ada satu hal yang patut dipuji dari desain eksterior CX-9 ini, yakni mampu menyembunyikan tubuh bongsornya. Dengan panjang 5,075 mm, lebar 1,969 mm, dan tinggi 1,747 mm, Mazda berhasil menyembunyikannya dan sepintas mirip dengan CX-5 (padahal lebih lebar). Terimakasih kepada lekukan khas KODO desain.
Interior
|
Foto: Ruly Kurniawan
|
Desain kemudi dan control panel juga dibuat sangat ringkas, tidak banya tombol yang tidak perlu. Jadi meskipun sedang menyetir sendiri, menggunakan fitur-fitur yang ditampakkan di layar tengah tidak mengganggu.
Menjadi penumpang yang duduk di baris kedua pun sangat mengasyikkan. Dengan menggunakan sistem yang bisa diatur maju mundur dan reclining, posisi nyaman saat menjadi penumpang bisa di setel. Tempat menaruh barang dan 2 USD port 2.1 A yang berada di center arm juga sangat fungsional. Tidak terlalu besar, namun mampu menampung beberapa hal yang penting. Mengisi ulang daya handphone, khususnya.
Sebenarnya tidak ada kekurangan berarti di bagian interior Mazda CX-9 terbaru ini. Tapi bila Otolovers pemakai mobil Eropa, nampaknya pemandangan kemewahan di speedometer, kontrol panel tengah dan bahan yang digunakan, serta transmisi terbilang tidak ada keistimewaan khusus. Tapi untuk harga Rp 798 juta, kondisi seperti ini sudah sangat baik.
3. Fitur
|
Foto: Ruly Kurniawan
|
Fitur yang paling berguna di SUV ini adalah fitur keselamatan berkendaranya. Mulai dari G-Vectoring Control (GVC) yang memberikan stabilitas dan respons mesin, Hill Launch Assist (HLA), Emergency Stop Signal (ESS), ABS, hingga Blind Spot Monitoring (BSM), Lane Keep Assist System (LAS), Lane Departure Warning System (LDWS), dan Smart City Brake Support.
Singkatnya mobil akan terus menjaga posisinya di tempat aman, lebih khusus saat berada di jalanan tanpa hambatan. Pun saat berkemudi di malam hari. Enaknya, beberapa sistem itu bisa diatur senstifitasnya mulai dari high, medium, sampai non aktif. Jadi, pengemudi tidak selalu 'diatur' oleh sistem otomatis mobil yang posesif. Mungkin, hanya satu kekurangan dari fitur mewah ini yakni Mazda CX-9 belum memiliki paddle shift. Meskipun tidak terlalu berguna, sih.
4. Performa
|
Foto: Ruly Kurniawan
|
Kesan pertama yang didapat saat menginjak pedal gas SUV bongsor nan mewah dari Mazda ini adalah sangat responsif. Bahkan saat melintas di jalan tol yang cukup sepi, tidak terasa odometer sudah menunjukkan angka 160 km/jam. Padahal rasanya seperti 100 - 120 km/jam saja. Benar-benar tidak terasa ada turbo lag.
Berpindah jalur saat melaju di kecepatan yang cukup tinggi (sekitar 100 km/jam) juga dicicipi. Walau terasa besar saat dikemudikan (khususnya saat berbelok tajam), ternyata SUV ini sangatlah lincah. Tidak ada rasa melanting sama sekali. Hal itu berkat dukungan dari suspensi yang cukup keras.
Tapi, penggunaan suspensi seperti ini memang dilematis. Karena, suspensi firm akan sedikit banyak memberikan guncangan cukup keras ketika mobil menghajar jalanan tidak rata atau polisi tidur. Bahkan, getarannya cukup terasa sampai kursi baris ke-2 di SUV termewah Mazda ini.
Masuk berkendara di malam hari, detikOto yang kala itu mengemudi merasa mobil sangat senyap walau kecepatannya sampai 120 km/jam. Hanya suara ban dan mesin saja yang terdengar. Ditambah dengan suara yang dihembuskan oleh audio BOSE 12-speaker, cukup untuk membuat penumpang tertidur lelap.
5. Poin Plus Minus
|
Foto: Ruly Kurniawan
|
Hasilnya, tidak heran bahwa mobil ini sudah laku keras dalam hitungan bulan. Kenyamanan berkendara dan fitur mewahnya sangat memanjakan, khususnya untuk penumpang. Sistem keamanan yang sangat responsif itu juga bisa di atur tingkat sensitif-nya.
Mesin SKYACTIV-G 2.5 T dari Mazda ini benar-benar gila. Sangat responsif dan hampir tidak ada turbo lag. Ketika membejek gasnya pun tidak terasa mobil sudah melaju sampai 160 km/jam. Hanya saja suspensi yang digunakan agak keras sehingga sering kali getaran terasa sampai kursi baris ke-2 (saat menghajar jalan tidak rata).
Poin Minus
- Pada bagian interior, penampakannya tergolong biasa saja bila dibandingkan dengan BMW, Audi, maupun Mercedes-Benz.
- Tampang luar hampir mirip CX-5. Untuk beberapa orang yang belum biasa, mungkin sering kali tertukar untuk menebaknya.
- Sistem keamanannya sangat ketat sehingga untuk beberapa pengendara yang tidak bisa diatur bakal risih. Untung saja bisa diatur ulang.
- Suspensi yang agak firm membuat getaran cukup terasa hingga bangku baris ke-2 saat mobil menghajar jalanan tidak rata maupun polisi tidur.
- Fitur penghangat di kursi depan bisa dibilang sia-sia.
Kelebihan :
- Respons mesin yang sangat baik, patut diberi dua jempol. Minim turbo lag.
- Semua fitur keamanan yakni Adaptive LED Headlamp (ALH), Lane-keep Assist System (LAS), sampai Blind Spot Monitoring (BSM) sangat berkerja optimal. Maka pengendaranya dapat mengantisipasi bilamana ada suatu yang tidak beres dekat kendaraannya.
- Kekedapan suara yang sangat apik. Di malam hari dengan kecepatan sampai 120 km/jam, hanya suara mesin dan ban saja yang terdengar. Cukup untuk membuat penumpang tertidur lelap.
- Suara audio sangat baik.
- Ruang penyimpanan serta tempat pengisian daya handphone memadai dan tidak memakan tempat.
- Kontrol panel sederhana, tidak banyak tombol yang tak diperlukan. Sehingga memudahkan pengemudi maupun penumpangnya untuk mengatur apa yang diinginkan.












































Komentar Terbanyak
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?