Mengusung tema Liventure Journey, seluruh awak media termasuk detikOto tidak diberikan infomasi kemana tujuan media test drive kali ini. Bermodalkan penasaran, akhirnya detikOto mengikuti alur yang telah Mazda susun dengan ciamik.
Dalam media test drive kali ini, awak media diberikan kesempatan mengendarai mobil generasi ke-6 Mazda yakni CX-5 dan Mazda6 yang sudah menggunakan teknologi SKYACTIV. Saat itu, detikOto diberikan kesempatan berkendara CX-5.
Perjalanannya ada yang dimulai dari Semarang dan ada juga dari Jogjakarta, tapi akhirnya bertemu di Solo dan bersama-sama melanjutkan perjalanan hingga ke Surabaya dengan jarak tempuh kurang lebih 325 km.
Penasaran? Yuk kita simak cerita lengkapnya di bawah ini!
|
|
1. Ketangguhan Mazda CX-5
|
|
Ketangguhan Mazda CX-5 benar-benar diuji di jalanan itu. Bahkan 1 orang awak media yang 1 tim dengan detikOto tidak percaya kalau mobil ini mampu melibas semua kontur dan kondisi jalan.
"Pengen tahu bagaimana naik mobil Mazda CX-5 ini. Saya baru pertama kali dan rutenya disini (Semarang-Surabaya) cukup menantang, apakah bisa mobil ini," katanya.
Tapi setelah melewati perjalanan selama 2 hari, ia percaya dan langsung mengagumi CX-5 yang memang tangguh di segala medan jalan.
Berbagai fitur yang disematkan juga cukup banyak sehingga pengemudi dan penumpang tetap merasa nyaman meski berkendara cukup lama dan jalanan yang beragam. Apalagi saat jalan menanjak dan berkelok-kelok, dibawa dalam kecepatan tinggi, mobil ini tetap stabil dan tidak limbung sama sekali.
1. Ketangguhan Mazda CX-5
|
|
Ketangguhan Mazda CX-5 benar-benar diuji di jalanan itu. Bahkan 1 orang awak media yang 1 tim dengan detikOto tidak percaya kalau mobil ini mampu melibas semua kontur dan kondisi jalan.
"Pengen tahu bagaimana naik mobil Mazda CX-5 ini. Saya baru pertama kali dan rutenya disini (Semarang-Surabaya) cukup menantang, apakah bisa mobil ini," katanya.
Tapi setelah melewati perjalanan selama 2 hari, ia percaya dan langsung mengagumi CX-5 yang memang tangguh di segala medan jalan.
Berbagai fitur yang disematkan juga cukup banyak sehingga pengemudi dan penumpang tetap merasa nyaman meski berkendara cukup lama dan jalanan yang beragam. Apalagi saat jalan menanjak dan berkelok-kelok, dibawa dalam kecepatan tinggi, mobil ini tetap stabil dan tidak limbung sama sekali.
2. Rute yang menarik
|
|
Perjalanan dilanjutkan ke kota Solo, lanjut ke lereng Gunung Lawu hingga berakhir di Madiun.
Di hari keduanya, petualangan kembali dilanjutkan. Sama seperti hari pertama, perjalanan hanya bermodalkan dari titik koordinat baru yang ada di GPS. Titik koordinat itu membawa detikOto dan rombongan awal media lainnya ke Danau Bening di Mojokerto.
Setelah dari situ, perjalanan dilanjutkan ke Jombang dan akhirnya setelah menempuh jarak kurang lebih 325 km, 8 tim tiba di kota Surabaya pada pukul 17.00 WIB.
Selama diperjalanan, detikOto yang selalu menjadi pengemudi ini tidak merasa capek dan lelah karena mengemudikan CX-5 benar-benar nyaman dan kita dimanjakan dengan berbagai teknologi yang tersedia.
Selama perjalanan, Mazda juga memberikan kesempatan kepada awal media untuk mengeksplor fitur-fitur yang ada serta teknologi terbarunya baik yang ada di CX-5 maupun di Mazda6.
2. Rute yang menarik
|
|
Perjalanan dilanjutkan ke kota Solo, lanjut ke lereng Gunung Lawu hingga berakhir di Madiun.
Di hari keduanya, petualangan kembali dilanjutkan. Sama seperti hari pertama, perjalanan hanya bermodalkan dari titik koordinat baru yang ada di GPS. Titik koordinat itu membawa detikOto dan rombongan awal media lainnya ke Danau Bening di Mojokerto.
Setelah dari situ, perjalanan dilanjutkan ke Jombang dan akhirnya setelah menempuh jarak kurang lebih 325 km, 8 tim tiba di kota Surabaya pada pukul 17.00 WIB.
Selama diperjalanan, detikOto yang selalu menjadi pengemudi ini tidak merasa capek dan lelah karena mengemudikan CX-5 benar-benar nyaman dan kita dimanjakan dengan berbagai teknologi yang tersedia.
Selama perjalanan, Mazda juga memberikan kesempatan kepada awal media untuk mengeksplor fitur-fitur yang ada serta teknologi terbarunya baik yang ada di CX-5 maupun di Mazda6.
3. Menguji banyak fitur
|
|
Ada juga Lane Departure Warning System (LDWS) yang merupakan bagian dari teknologi i-ACTIVSENSE. Teknologi ini dapat membaca marka jalan dan memberikan peringatan saatpengemudi mulai menyimpang dari jalur. LDWS akan bekerja pada kecepatan di atas 65 km/jam.
Kedua fitur itu detikOto mencobanya di tol dari Semarang menuju ke Ambarawa. Dalam perjalanan biasa, detikOto juga mencoba fitur Idling Stop System atau i-STOP yang akan mematikan mesin saat kendaraan benar-benar berhenti dan hidup kembali dalam waktu 0,35 detik saat pengemudi melepas pedal rem.
Ada juga SKYACTIV CHASSIS. Teknologi ini bisa dirasakan ketika melewati jalanan dengan beragam kontur, karena mobil tetap stabil meski di kecepatan tinggi sekaligus respon cepat dan tajam di kecepatan rendah dan menengah.
Saat malam hari, fitur yang dicoba adalah Adaptive Front-Lightning System (AFS). Teknologi ini memberikan keamanan saat berkendara di malam hari dan memungkinkan pengendara untuk melihat belokan. Ini dirasakan detiOto ketika berkendara turun dari Candi Cetho di Karanganyar menuju Madiun.
Pandangan jalan yang pencahayaannya kurang menjadi lebih jelas karena adanya teknologi ini.
Teknologi AFS dikombinasikan dengan High Beam Control (HBC) dimana ada kamera yang mendeteksi jika ada kendaraan dari arah yang berlawanan dan otomatis lampu jauh akan mati dan lampu dekat menyala. HBC bekerja saat saklar lampu pada posisi lampu jauh dan auto.
Dihari berikutnya, detikOto diberikan kesempatan untuk menguji teknologi Smart City Brake Support (SCBS). Teknologi sensor yang ada di mobil mampu mendeteksi kendaraan di depan. Fitur ini bisa memininalisir terjadinya tabrakan karena mampu mengerem sendiri.
Tapi mobil harus berjalan diantara 4 hingga 30 km/jam. Jika kurang atau lewat dari itu maka teknologi tersebut tidak akan berfungsi.
3. Menguji banyak fitur
|
|
Ada juga Lane Departure Warning System (LDWS) yang merupakan bagian dari teknologi i-ACTIVSENSE. Teknologi ini dapat membaca marka jalan dan memberikan peringatan saatpengemudi mulai menyimpang dari jalur. LDWS akan bekerja pada kecepatan di atas 65 km/jam.
Kedua fitur itu detikOto mencobanya di tol dari Semarang menuju ke Ambarawa. Dalam perjalanan biasa, detikOto juga mencoba fitur Idling Stop System atau i-STOP yang akan mematikan mesin saat kendaraan benar-benar berhenti dan hidup kembali dalam waktu 0,35 detik saat pengemudi melepas pedal rem.
Ada juga SKYACTIV CHASSIS. Teknologi ini bisa dirasakan ketika melewati jalanan dengan beragam kontur, karena mobil tetap stabil meski di kecepatan tinggi sekaligus respon cepat dan tajam di kecepatan rendah dan menengah.
Saat malam hari, fitur yang dicoba adalah Adaptive Front-Lightning System (AFS). Teknologi ini memberikan keamanan saat berkendara di malam hari dan memungkinkan pengendara untuk melihat belokan. Ini dirasakan detiOto ketika berkendara turun dari Candi Cetho di Karanganyar menuju Madiun.
Pandangan jalan yang pencahayaannya kurang menjadi lebih jelas karena adanya teknologi ini.
Teknologi AFS dikombinasikan dengan High Beam Control (HBC) dimana ada kamera yang mendeteksi jika ada kendaraan dari arah yang berlawanan dan otomatis lampu jauh akan mati dan lampu dekat menyala. HBC bekerja saat saklar lampu pada posisi lampu jauh dan auto.
Dihari berikutnya, detikOto diberikan kesempatan untuk menguji teknologi Smart City Brake Support (SCBS). Teknologi sensor yang ada di mobil mampu mendeteksi kendaraan di depan. Fitur ini bisa memininalisir terjadinya tabrakan karena mampu mengerem sendiri.
Tapi mobil harus berjalan diantara 4 hingga 30 km/jam. Jika kurang atau lewat dari itu maka teknologi tersebut tidak akan berfungsi.
4. Kesimpulan
|
|
1. Mazda CX-5, SUV yang sangat tangguh dan nyaman
2. Rutenya sangat menarik
3. Acara test drive yang dikemas berbeda dan sangat menarik
4. Teknologi SKYACTIV yang oke
5. Fitur-fitur yang luar biasa
- Poin Minus
1. Berkendara dengan CX-5, ketika pengemudi melihat ke kaca spion yang ada di dalam kabin lalu dari kaca melihat ke belakang, pandangannya kurang besar karena terhalang oleh jok tengah dan kecilnya kaca belakang.
2. Di fitur i-Stop, dari mesin mati hingga menyala lagi hentakannya masih terkadang terasa kasar.
4. Kesimpulan
|
|
1. Mazda CX-5, SUV yang sangat tangguh dan nyaman
2. Rutenya sangat menarik
3. Acara test drive yang dikemas berbeda dan sangat menarik
4. Teknologi SKYACTIV yang oke
5. Fitur-fitur yang luar biasa
- Poin Minus
1. Berkendara dengan CX-5, ketika pengemudi melihat ke kaca spion yang ada di dalam kabin lalu dari kaca melihat ke belakang, pandangannya kurang besar karena terhalang oleh jok tengah dan kecilnya kaca belakang.
2. Di fitur i-Stop, dari mesin mati hingga menyala lagi hentakannya masih terkadang terasa kasar.
Halaman 2 dari 10












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Prabowo Minta Pindad Bikin Mobil Presiden Khusus buat Sapa Rakyat
Bayar Pajak STNK Tanpa KTP Pemilik Lama, Wajib Isi Formulir Balik Nama