Sensasi Mengendarai Mitsubishi Outlander GLS

Sensasi Mengendarai Mitsubishi Outlander GLS

- detikOto
Sabtu, 24 Mei 2014 12:00 WIB
Sensasi Mengendarai Mitsubishi Outlander GLS
Jakarta - Setelah menjadi penumpang Mitsubishi Outlander GLS, kini saatnya detikOto bercerita rasa di balik kemudi SUV legendaris Outlander itu.

Perjalanan selama 3 hari di kota Bandung menjadi bukti keunggulan mobil tersebut. Sejak pertama menjadi penumpang, impresi awal Outlander Sport merupakan kendaraan penumpang yang memadukan performa ketangguhan Mitsubishi Pajero, hanya saja Mitsubishi Outlander dalam bentuk yang lebih kecil.

Demi menjawab kebutuhan konsumen, Mitsubishi Outlander dipermak pada bagian eksterior dan interior. SUV kompak itu kini memberikan sebuah 'rasa' baru yang berbeda dari sebelumnya.

Bagaimana sensasi di balik kemudi Mitsubishi Outlander GLS facelift Rp 317 juta itu? Apakah cocok untuk keluarga Indonesia. Yuk simak ulasan berikut.

1. Desain eskterior

Hampir tak ada perpedaan antara Outlander Sport GLS lawas dan model barunya. Mitsubishi cuma mempermak bagian grille dan foglamp.

Untuk diketahui mulai dari sisi depan dan samping lebih tegas berkat garis tajam yang membuat penampilannya lebih sporty.

Bagian luarnya tambah mewah dengan penambahan komponen baru seperti 4 sensor parkir, lampu reflektor, retracable door mirror dengan turning lamp, lampu kabut dan semakin sporty dengan pelek 17 inci.

Selain mengejar tampilan depan yang sporty, Mitsubishi juga menonjolkan sisi sporty di belakang dengan menyematkan chrome muffler.

1. Desain eskterior

Hampir tak ada perpedaan antara Outlander Sport GLS lawas dan model barunya. Mitsubishi cuma mempermak bagian grille dan foglamp.

Untuk diketahui mulai dari sisi depan dan samping lebih tegas berkat garis tajam yang membuat penampilannya lebih sporty.

Bagian luarnya tambah mewah dengan penambahan komponen baru seperti 4 sensor parkir, lampu reflektor, retracable door mirror dengan turning lamp, lampu kabut dan semakin sporty dengan pelek 17 inci.

Selain mengejar tampilan depan yang sporty, Mitsubishi juga menonjolkan sisi sporty di belakang dengan menyematkan chrome muffler.

2. Desain interior

Nah, dengan hanya mengulas sisi interior dari sudut pandang sebagai penumpang rasanya tidak lengkap jika tidak mengulas sisi interior dari sudut pandang pengendara. Soal desain interior, Mitsubishi Outlander GLS cukup menarik dengan warna hitam menutupi sisi dasbor lengkap teknik carbon printed dashboard.

Interiornya kaya dengan warna hitam, cuma pilar-pilar dan atap yang menggunakan warna abu-abu. Untuk tipe ini masih pakai kunci untuk menyalakan mesinnya.

Berbeda dengan Outlander Sport PX yang sudah menggunakan engine start/stop button. Baiknya, Outlander Sport GLS sudah menggunakan immobilizer sama seperti Outlander Sport PX.

Untuk fitur hiburan, dasbornya memadukan layar sentuh 7 inci 2 DIN dengan fitur DVD, CD, MP3, WMA, Radio FM/AM, USB dan bluetooth. Untuk memudahkan pengendara, tersedia audio switch pada bagian kiri kemudi. Asyik bukan, aktivitas berkendara pun tetap fokus.

Masuk ke dalam interiornya. Joknya lebih rendah dari pintu layaknya kenyamanan dari sebuah sedan. Untuk pengendaran tinggi badan 167 cm cukup lapang dari head room dan leg room. Sayangnya busa kursi agak keras.

Namun visibilitas ke depan memberikan kesan lapang sehingga jarak pandang cukup baik. Pilar A tidak mengganggu pandangan ke luar samping, dan semakin aman dengan penggunaan kaca spion lebar sehingga minim blind sport.

Sedangkan spedometer lebih modern. Ada layar kecil di tengah spedometer sebagai informasi konsumsi BBM hingga jarak tempuh kendaraan.

Outlander Sport GLS masih mengandalkan tilt steering, teleskopik manual. Sedangkan kursi elektrik juga tidak ditemui di mobil yang sudah dirakit di Indonesia satu itu.

2. Desain interior

Nah, dengan hanya mengulas sisi interior dari sudut pandang sebagai penumpang rasanya tidak lengkap jika tidak mengulas sisi interior dari sudut pandang pengendara. Soal desain interior, Mitsubishi Outlander GLS cukup menarik dengan warna hitam menutupi sisi dasbor lengkap teknik carbon printed dashboard.

Interiornya kaya dengan warna hitam, cuma pilar-pilar dan atap yang menggunakan warna abu-abu. Untuk tipe ini masih pakai kunci untuk menyalakan mesinnya.

Berbeda dengan Outlander Sport PX yang sudah menggunakan engine start/stop button. Baiknya, Outlander Sport GLS sudah menggunakan immobilizer sama seperti Outlander Sport PX.

Untuk fitur hiburan, dasbornya memadukan layar sentuh 7 inci 2 DIN dengan fitur DVD, CD, MP3, WMA, Radio FM/AM, USB dan bluetooth. Untuk memudahkan pengendara, tersedia audio switch pada bagian kiri kemudi. Asyik bukan, aktivitas berkendara pun tetap fokus.

Masuk ke dalam interiornya. Joknya lebih rendah dari pintu layaknya kenyamanan dari sebuah sedan. Untuk pengendaran tinggi badan 167 cm cukup lapang dari head room dan leg room. Sayangnya busa kursi agak keras.

Namun visibilitas ke depan memberikan kesan lapang sehingga jarak pandang cukup baik. Pilar A tidak mengganggu pandangan ke luar samping, dan semakin aman dengan penggunaan kaca spion lebar sehingga minim blind sport.

Sedangkan spedometer lebih modern. Ada layar kecil di tengah spedometer sebagai informasi konsumsi BBM hingga jarak tempuh kendaraan.

Outlander Sport GLS masih mengandalkan tilt steering, teleskopik manual. Sedangkan kursi elektrik juga tidak ditemui di mobil yang sudah dirakit di Indonesia satu itu.

3. Performa mesin

Mulai menghidupkan mesin 2.000 cc MIVEC yang mampu melontarkan tenaga 150 Ps pada 6.000 rpm dan torsi 20,1 kgm pada 4.200 rpm yang sama dengan generasi sebelumnya. Mesin ini dikawinkan dengan transmisi 6 percepatan otomatis.

Outlander Sport GLS berjalan halus dari tol Cipularang menuju kota Bandung. Perjalanan di hari pertama ini diakhiri di The Trans Luxury Hotel, jalan Gatot Subroto, Bandung, Jabar.

Perpindahan dari gigi 1,2,3 dan seterusnya cukup halus. Saat uji coba, tidak membutuhkan waktu lama untuk Outlander Sport GLS berakselerasi sampai kecepatan 100 km/jam. Mesin lumayan responsif menanggapi keinginan pengendaranya. Seandainya mobil ini dilengkapi paddle shift bukan tidak mungkin meningkatkan impresi berkendara.

Cuaca cerah mengiringi perjalanan 10 Outlander Sport menuju kota Bandung dikawal mobil Patwal dari Polda Jakarta. Sempat menempuh kecepatan 120 km/jam, dan dengan enteng mesin masih mau terus melaju di putaran tinggi.

Mobil ini tidak seolah-olah sebagai mobil keluarga. Pengendara yang kurang puas bisa menggeser tuas perseneling ke kanan atau mode manual. Nah, di situ mesin semakin menunjukkan performanya. Mobil semakin enak melaju di jalan bebas hambatan dan sangat responsif. Menyalip beberapa kendaraan pun sangat mudah belum lagi gerak kemudi yang ringan. Bisa lebih kencang lagi, tapi panitia tidak mengizinkan.

Beberapa kilometer dari kota Bandung, kami dihadapi trek tanjakan. Untung mobil kembali menyajikan unsur sporty. Tidak ada kesulitan melibas tanjakan dengan mode manual. Secara keseluruhan, performa mesin sangat baik meski suara mesin masuk ke kabin penumpang mulai 4.000 rpm.

3. Performa mesin

Mulai menghidupkan mesin 2.000 cc MIVEC yang mampu melontarkan tenaga 150 Ps pada 6.000 rpm dan torsi 20,1 kgm pada 4.200 rpm yang sama dengan generasi sebelumnya. Mesin ini dikawinkan dengan transmisi 6 percepatan otomatis.

Outlander Sport GLS berjalan halus dari tol Cipularang menuju kota Bandung. Perjalanan di hari pertama ini diakhiri di The Trans Luxury Hotel, jalan Gatot Subroto, Bandung, Jabar.

Perpindahan dari gigi 1,2,3 dan seterusnya cukup halus. Saat uji coba, tidak membutuhkan waktu lama untuk Outlander Sport GLS berakselerasi sampai kecepatan 100 km/jam. Mesin lumayan responsif menanggapi keinginan pengendaranya. Seandainya mobil ini dilengkapi paddle shift bukan tidak mungkin meningkatkan impresi berkendara.

Cuaca cerah mengiringi perjalanan 10 Outlander Sport menuju kota Bandung dikawal mobil Patwal dari Polda Jakarta. Sempat menempuh kecepatan 120 km/jam, dan dengan enteng mesin masih mau terus melaju di putaran tinggi.

Mobil ini tidak seolah-olah sebagai mobil keluarga. Pengendara yang kurang puas bisa menggeser tuas perseneling ke kanan atau mode manual. Nah, di situ mesin semakin menunjukkan performanya. Mobil semakin enak melaju di jalan bebas hambatan dan sangat responsif. Menyalip beberapa kendaraan pun sangat mudah belum lagi gerak kemudi yang ringan. Bisa lebih kencang lagi, tapi panitia tidak mengizinkan.

Beberapa kilometer dari kota Bandung, kami dihadapi trek tanjakan. Untung mobil kembali menyajikan unsur sporty. Tidak ada kesulitan melibas tanjakan dengan mode manual. Secara keseluruhan, performa mesin sangat baik meski suara mesin masuk ke kabin penumpang mulai 4.000 rpm.

4. Handling

Bahas soal mesin tidak ada masalah. Bagaimana suspensinya? Improvement pada sektor suspensi terbukti baik setelah Outlander Sport GLS melewati jalan bergelombang, lubang, tikungan pada kecepatan tinggi. Dan handling-nya yang baik memberikan kenyamanan pengendara dan penumpang. Mobil diisi 3 orang, dan pada kecepatan tinggi dan ketika di tikungan mobil masih stabil.

4. Handling

Bahas soal mesin tidak ada masalah. Bagaimana suspensinya? Improvement pada sektor suspensi terbukti baik setelah Outlander Sport GLS melewati jalan bergelombang, lubang, tikungan pada kecepatan tinggi. Dan handling-nya yang baik memberikan kenyamanan pengendara dan penumpang. Mobil diisi 3 orang, dan pada kecepatan tinggi dan ketika di tikungan mobil masih stabil.

5. Fitur keamanan

Fitur keamanan jangan diragukan lagi. Mobil keluarga ini sudah mengadopsi SRS airbag penumpang dan pengendara, seat belt 5 titik berikut ABS, EBD dan BA pada kaki-kakinya.

5. Fitur keamanan

Fitur keamanan jangan diragukan lagi. Mobil keluarga ini sudah mengadopsi SRS airbag penumpang dan pengendara, seat belt 5 titik berikut ABS, EBD dan BA pada kaki-kakinya.

6. Kesimpulan

Perjalanan singkat dari Jakarta ke Bandung membuktikan jika Outlander Sport GLS cocok sebagai mobil keluarga. Sempat menjajal di padatnya lalu lintas kota Bandung, namun mobil ini cukup menunjang perjalanan di dalam kota. Posisi duduk nyaman, visibilitas baik dan kabin penumpang lumayan lega. Tersedia bagasi untuk perjalanan luar kota.

Poin Plus

- Mesin responsif
- Desain modern
- Suspensi nyaman

Poin Minus

- Jok keras
- Atap belakang terlalu pendek
- Harga kurang ekonomis

6. Kesimpulan

Perjalanan singkat dari Jakarta ke Bandung membuktikan jika Outlander Sport GLS cocok sebagai mobil keluarga. Sempat menjajal di padatnya lalu lintas kota Bandung, namun mobil ini cukup menunjang perjalanan di dalam kota. Posisi duduk nyaman, visibilitas baik dan kabin penumpang lumayan lega. Tersedia bagasi untuk perjalanan luar kota.

Poin Plus

- Mesin responsif
- Desain modern
- Suspensi nyaman

Poin Minus

- Jok keras
- Atap belakang terlalu pendek
- Harga kurang ekonomis
Halaman 2 dari 14
(ikh/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads