Seberapa Tangguh Proton Suprima S?

Ototes

Seberapa Tangguh Proton Suprima S?

Aditya Maulana - detikOto
Jumat, 08 Nov 2013 09:25 WIB
Seberapa Tangguh Proton Suprima S?
Sentul - Selang beberapa hari selepas grand launching, PT Proton Edar Indonesia (PEI) langsung memboyong sejumlah awak media otomotif nasional untuk langsung menguji dan membuktikan ketangguhan dari hatchback terbarunya, Proton Suprima S.

Tak tanggung-tanggung, untuk pengujiannya ini para pewarta otomotif nasional diajak bertandang ke Sirkuit Internasional Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sesampai di Sirkuit Sentul, tepatnya di sirkuit kecil sudah berjejer kun-kun dengan rapi. Tempat itu rupanya untuk menguji kegesitan, handling dan sistem pengereman serta lain sebagainya. Proton menyebutkan permainan Gymkana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah itu, awak media langsung diarahkan menuju sirkuit besar. Disitu dipersilahkan menguji akselerasi, handling dengan kecepatan tinggi serta fitur-fitur lainnya yang ada di Suprima S ini.

Nah, daripada Otolovers penasaran bagaimana hasilnya. Yuk, kita simak satu persatu ulasan berikut ini!

Gymkhana

Dalam sesi Gymkhana ini, detikOto diberikan kesempatan terlebih dulu. Tanpa basa-basi, detikOto pun langsung menggunakan masker dan juga helm yang sudah disediakan oleh pihak penyelenggara.

detikOto berada di nomor urut 1. Semuanya sudah siap, dan instruktur dari Indonesia Defence Driving Center (IDDC) mendampingi di kursi penumpang bagian depan. Semua penjelasan diberikan dan detikOto mulai mengenali treknya.

Pertama diberikan kesempatan untuk menghafal treknya, dan kedua baru dimulai dengan kecepatan yang lebih tinggi dan pastinya harus cepat karena waktunya akan dihitung.

Mobil pun mulai melaju dibawah garis start dengan lurus kurang lebih 10 meter lalu langsung dihadapkan dengan belokan yang mengharuskan mengitari kerucut. Pada dasarnya rintangan pertama yang berbentuk angka 8 ini dimaksudkan untuk mengetahui handling dari Suprima S.

Suprima ini bisa dikatakan handlingnya cukup oke, dimana mobil ini handlingnya sudah ditingkatkan dengan LOTUS Ride and Handling, sehingga jauh lebih stabil meski berputar dengan kecepatan tinggi.

Sementara itu, fitur EBD (Electronic Brake force Distribution), dan ESC (Electronic Stability Control) dengan TC (Traction Contro). Semuanya dirasakan di rintangan-rintangan yang telah disediakan di trek Gymkana.

"Dilarang menggunakan handbrake ya mas, pokoknya pas berputar atau mengitari kun-kun belokan saja, jangan menarik handbrake. Itu karena ingin mengetahui jika tanpa handbrake seperapa nyaman handling dan traction controlnya," ujar instruktur dari IDDC yang menemani detikOto.

Ternyata benar, mobil ini tetap stabil, lincah. Ketika diajak mundur dengan kecepatan tinggi dan harus tepat sesuai dengan yang ditentukan, hatchback terbaru Proton ini juga cukup mumpuni.

Pengendara juga dimudahkan dengan adanyaΒ  Park Assist dengan sensor parkir belakang, dan kamera mundur. Sehingga lebih mudah tinggal melihat monitor yang ada di depan pengemudi atau dibawah audio.

Sampai di garis finish, detikOto hanya mencetak waktu 1.28 detik. Itu pun ditambahkan 5 detik karena ada 1 kerucut yang tersenggol karena peraturannya setiap mengenai kerucut atau salah jalur dikenakan sanksi tambahan waktu 5 detik.

Uji Pengereman

Setelah sesi Gymkhana selesai, detikOto langsung diarahkan menuju tempat pengujian rem. Tempatnya tidak jauh dari arena Gymkana atau hanya bersebelahan.

Semuanya sudah siap dengan peralatan keamanan, detikOto sebelum menginjak pedal gas dalam-dalam diberikan sedikit arahan oleh instruktur.

"Dari garis start ini, injak pedal gas dalam-dalam. Ini menguji kecepatan 0-100 km, nanti ada kun di depan, kalau saya bilang rem, rem sepenuhnya jangan dilepas remnya. Ini untuk menguji fitur ABS-nya," ujarnya.

Brumm.. Pedal gas pun detikOto injak dalam-dalam dan posisi persneling berada di posisi S. "Kalau pakai S bakal lebih agresif," timpal sang instruktur.

Tapi sayang, Suprima S yang dibekali mesin CVE 1.6 liter turbo Proton dan diklaim mampu menghasilkan tenaga dan torsi setara dengan 2.0-liter mesin normal-aspirated yang lebih besar dan dilengkapi dengan transmisi 7-speed ProTronic CVT, yang mampu menghasilkan tenaga hingga 138 HP, masih dirasa kurang agresif dan responsif.

"Injak terus pedal gasnya mas," ujar instruktur. Ini udah mentok mas," timpal detikOto sambil berusaha memaksimalkan kecepatan.

Penasaran, kedua kalinya pun demikian, di putaran bawah dirasa tidak begitu agresif. Jadi masih terasa sedikit menahan hingga RPM 2.000 lalu, setelah itu mesin cukup mumpuni.

"Rem-rem," kata instruktur. Akhirnya detikOto pun menginjak pedal rem dalam-dalam tanpa dilepas sampai mobil benar-benar berhenti.

Dari kecepatan 110 km/jam, mobil untuk pengereman mendadak dan hasilnya ABS (Anti-lock Braking System) dan EBD (Electronic Brake force Distribution) bekerja dengan baik. Mobil tidak sedikitpun melebar atau tetap stabil.

Beralih ke pengujian ditrek yang basah dan kering. Ada trek yang sengaja dibuat di bagian kanan basah dan bagian kiri kering. Di situ disuruh melakukan pengereman sekuat-kuatnya.

"Rem sekuat-kuatnya lalu setir arahkan ke kiri," kata instruktur.

DetikOto mengikuti aturan itu dan hasilnya sistem pengereman Suprima S ini memang cukup diacungi jempol.

"Kalau mobil yang tidak punya ABS dan EBD ini akan melintir jika di trek basak dan kering seperti ini jika di rem mendadak dengan kecepatan tinggi. Tapi ini tidak kan? Mas sendiri bisa merasakan bagaimana kehebatannya," timpal sang instruktur.

Pengujian Akselerasi

Selepas makan siang, awak media diajak menuju sirkut besar atau sirkuit utama di Sentul. Peralatan safety sama seperti bermain di Gymkana dan detikOto pun mulai melajukan Suprima S.

Diberikan 3 lap oleh instruktur yang ada di dalam. Lap pertama pengenalan trek dan pengenalan karakter Suprima S jika dikemudikan di jalanan dengan kecepatan tinggi.

Brumm, mobilpun melaju perlahan. detikOto mencoba menghafal trek dan mengetahui karakter Suprima S ini. Setelah selesai, waktunya mengujinya dengan puas.

Ternyata benar asyik kalau bicara soal handling, mobil stabil diajak meliuk-liuk dengan kecepatan tinggi. Saat di belokan terutama di belokan yang hampir menyerupai huruf S, disitu bisa dirasakan bagaimana tangguhnya mobil ini kalau bicara handling.

Hampir tidak ada gejala limbung, semuanya mulus, tapi harus sesuai dengan pembawaan pengemudi.

Masuk ke trek lurus atau kurang lebih 500 meter, disitu diberikan untuk menguji akselerasi. Masih seperti di pengujian pengereman, akselerasinya tidak agresif dan responsif meski posisi persneling sudah di posisi S.

Lap ke 3, detikOto mencoba menggunakan paddle shift. Posisi perseneling tetap di posisi S dan tinggal memainkan atau mengatur paddle shift yang ada dibawah batang kemudi.

Cukup nyaman menggunakan paddle shift-nya. Pengemudi jadi lebih enjoy ketika memang benar-benar ingin melaju kencang karena kecepatannya bisa diatur secara manual melalui paddle shift.

Kesimpulan

Poin Plus

  • Handlingnya bisa dikatakan oke. Meski dalam kecepatan tinggi dan diajak meliuk-liuk mobil akan tetap stabil. Gejala limbung cukup sedikit.
  • Fitur ABS dan EBD-nya juga cukup mumpuni. Dimana, diajak rem mendadak saat kecepatan tinggi, mobil tidak membuang atau melintir.
  • Fitur-fiturnya cukup inovatif, seperti Proton Infotainment dengan Sistem Operasi berbasis Android, lampu penunjuk arah belakang menggunakan lampu LED, DRL (Daytime Running Lights), Hill-Hold Assist, dan Park Assist dengan sensor parkir depan.
  • Mobil ini juga dilengkapi dengan 6 (enam) air bags sebagai fitur keselamatan yang maksimal.


Poin Minus

  • Akselerasinya masih dikatakan kurang atau tidak responsif untuk sekelas mesin CVE 1.6 liter turbo.
Halaman 2 dari 5
(ady/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads