Chevrolet Captiva

Chevrolet Captiva

- detikOto
Selasa, 29 Des 2009 09:30 WIB
Jakarta - Mobil SUV meskipun gagah, banyak juga yang dihadirkan sebagai mobil keluarga yang senang menjelajah. Mungkin itu yang hendak ditampilkan SUV milik Chevrolet yakni Captiva

Dari tampilannya, tidak ada yang meragukan kalau SUV keluaran Chevrolet ini adalah sebuah mobil penjelajah. Kokoh dan serba kompak. Sehingga menawarkan fleksibilitas yang tinggi untuk sebuah mobil keluarga.

Duduk di kabin mobil, Anda akan langsung mengetahui kalau mobil ini serba otomatis. Belum lagi fitur-fitur yang terdapat pada dashboardnya yang serba padat dan dioperasikan secara elektrik. Sebut saja, switch audio pada setir, sampai pengaturan posisi kursi yang semuanya sudah tidak manual. Di fitur lampu pun akan otomatis menyala ketika malam mulai menjelang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabin Captiva cukup luas untuk menampung 7 penumpang. Kenyamanannya pun terjaga dengan seting audio yang sangat memanjakan telinga. Dengan pengaturan audio pada level 10 saja sudah mampu membuat jantung Anda terasa berdegup kencang berkat hentakan bass yang kuat. Komposisi audio apik terdengar mengisi ruang kabin Captiva.

Namun ada yang aneh dengan penempatan blower AC baris ketiga yang hanya di sebelah kiri. Posisi lubang AC ini berdekatan dengan pinggang penumpang. Jika AC terlalu kencang, pasti si penumpang bakal merasa kedinginan.

Itu dari kabin, beralih ke kemudi, setir Captiva tergolong cukup ringan, apalagi ketika ngebut di jalan tol, Anda akan merasakan betapa ringannya setir Captiva.

Pada jalan yang lurus dan sepi, detikOto mencoba akselarasi Captiva dari keadaan diam. Memang tidak untuk mencatat kecepatannya, tapi untuk merasakan kinerja 5 speed otomatisnya.

Akselerasi Captiva, meskipun setiap perpindahan giginya berisi, namun tergolong lembut untuk sebuah SUV, apalagi dengan image Amerika yang kental seperti Chevrolet. Sehingga, untuk akselarasi, kegaharannya seperti kurang Amerika.

Namun, mungkin saja itu dilakukan Chevrolet untuk mengantisipasi ketika mengangkut keluarga, sehingga lebih dibutuhkan kenyamanan dari akselarasi yang lembut, daripada yang menghentak dan meledak-ledak ala mesin diesel turbo. Torsi maksimum Captiva dicapai ketika putaran mesin masih rendah pada 2.000 rpm.

Kami pun coba sedikit menjajal Captiva di jalan berlumpur. Meskipun bukan berpenggerak 4 roda, namun jalan tanah becek mampu dilahap Captiva dengan cukup baik. Gejala sliding karena licin pun bisa dikoreksi dengan mudah.

Untuk konsumsi solarnya, dari multi information display terlihat konsumsi solar Captiva mencapai 11,6 liter per 100 km.

Sehingga, pada akhirnya kesimpulan pun coba dirangkum. Dengan segudang fitur dan kenyamanan kabin yang coba ditawarkan Captiva, mobil ini sungguh menarik, meskipun untuk kebutuhan menjelajah, Captiva perlu sedikit ditingkatkan performanya.
(ddn/ddn)

Berita Terkait