Rabu (19/10/2011), detikOto berkesempatan mencoba Daihatsu Sirion dengan transmisi matic, setelah sebelumnya mengendarai versi manualnya dengan 5 percepatan. Rutenya Melaka ke Putrajaya sepanjang 160 km. Let's have a ride!
Keluar dari Hotel Casa Del Rio, tempat rombongan menginap, mobil belum bisa dipacu maksimal karena masih dalam lingkungan kota. Namun demikian cukup terasa akselerasi awal ciri khas city car yang gegas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah berkutat sekitar 10-15 menit di dalam Kota Melaka, pintu gerbang tol akhirnya menyapa kami di depan mata. Cukup sentuhkan kartu khusus, maka kendaraan kami sudah masuk ke lintasan tol yang mulus.
Seketika rangkaian konvoi Sirion 'pecah berantakan' sesaat masuk tol. Masing-masing ingin menjajal kecepatan maksimum mobil bermesin 1.300 cc ini. Speedometer yang dalam rute sebelumnya hanya bisa menyentuh angka 100 km/ jam kini sudah melewati batas itu.
Akselerasi transmisi matic di putaran atas Sirion kurang begitu menghentak putaran bawahnya. Sehingga ketika hendak menyalip butuh waktu yang tepat menyesuaikan dengan putaran mesin mobil keluaran PT Astra Daihatsu Motor ini.
Pedal terus kami tekan hingga jarum speedometer meraih angka 150 km/jam. Dalam kecepatan ini Sirion masih bisa dikendalikan dengan baik, walaupun mobil sudah seperti 'melayang' dan deru mesinnya yang kencang tidak mampu diisolasi dengan baik sehingga mengganggu kenyamanan kami mendengarkan musik di kabin.
Asyik mengambil lajur kanan terus menerus seperti di Jakarta, pemimpin rombongan Bernard pun, mengingatkan kembali peraturan di Negeri Jiran ini yang sebenarnya tidak berbeda jauh.
"Peringatan. Di Malaysia batas maksimal jalan tol 110 km/jam. Jalur kanan cuma untuk mendahului," serunya lewat walkie talkie.
Separuh perjalanan telah dilewati, rombongan pun beristirahat sejenak di rest area. Di situ lah kami saling berkisah tentang kecepatan maksimum yang bisa diraih mobilnya masing-masin
"Tadi aku sampai 160 km/jam. Ini fotonya," tutur salah seorang kawan dari media yang ikut test drive Sirion.
"Agak sedikit dikocok gasnya akhirnya bisa deh 160 km/ jam," ujar kawan lainnya yang menggunakan Sirion matic juga.
Memasuki Putrajaya yang kini menjadi pusat pemerintahan Malaysia, kami kembali berjalan beriringan. Dua kali rombongan berhenti untuk mengabadikan momen di depan gedung-gedung yang masih tampak baru itu, tepatnya di Istana Kehakiman dan Masjid Utama.
Perjalanan kami dari Melaka selama kurang lebih 2,5 jam berakhir di Putrajaya dan disambut oleh Deputy General Manager Export Planning and Promoting Division Perodua Abidullah Mohd Omar. Perodua adalah produsen MyVi, Sirion versi Malaysia.
"Semoga kawan-kawan menikmati perjalanannya dan bisa menulis tentang pengalamannya selama di Malaysia," tuturnya.
(gah/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!