Jika melihat dari sisi harga, PT Astra International-Peugeot ikhlas beradu dengan mobil asal Jepang yakni Toyota Vios (dibanderol Rp mulai 212,4 juta - Rp 258,4 juta dan Honda City dibanderol Rp 261 juta - Rp 285 juta) di Indonesia. Sementara Peugeot 207 sedan dihargai Rp 243 juta off the road Jakarta. Harga tanpa pajaknya hampir sama dengan Mazda2 sedan.
Rasa penasaran dengan mobil tersebut semakin terbentuk ketika kami diperbolehkan menguji performa Peugeot 207 sedan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi orang yang baru pertama kali melihat Peugeot 207 sedan, merek menilai mobil Eropa itu adalah mobil asal Jepang, Toyota Vios yang telah dipermak. "Ini Toyota Vios terbaru ya. Eh ternyata bukan," kata seseorang ketika pandangan pertama.
Bentuk Peugeot 207 sedan sangat didominasi desain membulat. Penampakan itu terlihat mulai depan hingga buritan seperti stop lamp.
Sementara desain grille yang lebar menandakan mobil dengan logo singa di kap mesin itu membutuhkan asupan udara.
Remote pun ditekan untuk membuka pintu. clek.. begitu bunyinya dan terdengar jelas sekali.
Duduk di kursi penumpang, visibilitas ke depan sangat jelas berkat pengaplikasian kaca depan yang cukup lebar. Dari kabin penumpang kita juga disuguhi head unit single DIN. Asyiknya kini sudah memiliki fitur USB, line-in dan bluetooth.
Asyiknya kursi semi-bucket sangat empuk. Desain kursi pun memeluk erat punggung.
Namun ada yang agak aneh, bila biasanya untuk maju-mundur kursi diatur lewat tuas yang berada di kanan kursi pengemudi, namuh tuas itu pindah ke bagian kiri kursi. Sempat agak membingungkan.
Begitu juga kursi penumpang kiri. Tuas berada di sebelah kanan kursi.
Ada desain unik lainnya yang ditawarkan Peugeot. Power window untuk menurunkan kaca berada di konsol tengah, begitu juga tombol power window untuk kaca penumpang belakang. Kini berada di konsole tengah.
Ya sudah, langsung saja menyalakan mesin. Brumm... mesin kapasitas 1.597 cc TU5JP4 yang melontarkan tenaga 110 hp pada 5.800 rpm dan torsi yang mencapai 147 Nm pada 4.000 rpm yang disalurkan ke roda depan melalui transmisi otomatis triptronic 4-percepatan cukup halus. Ada juga fitur untuk jalanan salju. Tapi seperti fitur ini tidak berguna di Indonesia.
Pedal gas pun dibejek, tak disangka mesin 1.600 cc berlari kencang. Begitu pada putaran mesin atas, teknologi Eropa itu mulai bekerja lebih maksimal. Pijakan demi pijakan terasa terisi dan mendorong mobil lebih cepat.
Sayang kemudi agak berat dikendalikan, namun itu tidak mengurungkan kami untuk mengajak mobil bermanuver.
Kaki-kaki Peugeot 207 sedan bekerja maksimal ketika meredam jalanan rusak dan bergelombang. Sementara traksi Peugeot 207 sedan berbeda dengan mobil sekelas. Kaki-kakinya memang sedikit lebih baik. Sistem pengereman sudah mengadopsi ABS, EBD, dan EBA. Sayang roda belakang hanya rem tromol.
Sembari menikmati Peugeot 207 sedan dengan alunan musik rock, tak terasa hujan rintik. Nah jika Anda mengendarai mobil ini tidak perlu memelintir tuas wiper di bagian kiri kemudi ketika hujan turun.
Soalnya terdapat rain sensor yang bisa mengaktifkan wiper serta sensor head lamp yang bisa menyalakan headlamp secara otomatis. Untuk mengaktifkan sensor wiper cukup memlintir tuas di kiri kemudi. Wah jadi enggak ribet deh.
Poin Plus
- Mesin responsif
- Suspensi baik dalam kondisi di jalan rusak
- Kabin penumpang cukup nyaman
- Sensor hujan dan head lamp
Poin Minus
- HargaΒ
- Central lock berisik
- Setir berat
- Mesin 1.600 cc
- Daya maksimum 110 dk pada 4.000 rpm
- Torsi maksimum 147 Nm pada 4.000 rpm
- PxLxT 4.235x1.669x1.447 mm












































Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Prabowo Sebut Semua Mobil-motor Bakal Pakai Listrik, Orang Kaya Isi Bensin
Pujian Media Asing Buat Veda Ega Pratama usai Cetak Sejarah di Moto3