Fabio Quartararo secara tegas menolak membantu Yamaha untuk pengembangan masa depan M1. Pebalap yang musim depan bergabung dengan Honda itu kecewa lantaran sebelumnya tidak diajak dalam pengujian prototipe Yamaha M1 bermesin 850 cc.
Keputusan Quartararo itu disampaikan setelah ia merasa Yamaha tidak memberikan kesempatan yang adil untuk ikut mengembangkan motor generasi berikutnya. Ia bahkan mengaku sebenarnya ingin membantu, tetapi kecewa dengan perlakuan Yamaha.
"Untuk masa depan, saya tidak dalam posisi untuk membantu. Dan karena alasan pribadi, saya tidak ingin membantu (Yamaha)," bilang El Diablo seperti dikutip dari GPOne.
Quartararo kemudian mengungkapkan bahwa dirinya sempat ingin mengikuti tes di Austria. Namun, keinginannya itu terbentur keputusan Yamaha yang tidak mengizinkannya mengendarai motor dengan ban Pirelli.
"Untuk memperjelas, sebenarnya--saya tidak tahu apakah boleh mengatakannya--tapi saya akan mengatakannya juga: saya ingin mengikuti tes di Austria. Namun sayangnya, Yamaha tidak ingin saya mengendarai motor (baru) dengan ban Pirelli. Saya ingin melakukan sesuatu, tapi mereka tidak menginginkannya," sambung rider asal Prancis.
Situasi ini menjadi semakin rumit karena Yamaha saat ini tengah mengalihkan fokus pengembangan ke mesin V4 untuk menghadapi regulasi baru 2027. Mesin empat silinder segaris yang selama ini digunakan M1 perlahan ditinggalkan.
Padahal, M1 bermesin empat silinder segaris masih mampu membawa Quartararo tampil kompetitif, terutama dalam sesi kualifikasi. Bahkan, pebalap Prancis itu nyaris meraih kemenangan di MotoGP Silverstone 2025.
Musim ini Quartararo harus membantu pengembangan mesin V4 yang masih membutuhkan banyak penyempurnaan. Tujuannya adalah mendapatkan fondasi teknis yang kuat sebelum regulasi baru diterapkan.
Masalahnya, Quartararo sudah memastikan hengkang ke Honda pada musim depan. Ia pun berharap bisa menjalani 2026 dengan motor yang sudah dikenalnya, bukan untuk menghabiskan waktu mengembangkan proyek yang tidak akan lagi menjadi bagian dari masa depannya.
Situasi tersebut makin sensitif karena Yamaha membutuhkan data sebanyak mungkin. Pada 2027, hanya rider Toprak Razgatlioglu yang bertahan, sementara Jorge Martin, Ai Ogura, dan Izan Guevara merupakan rekrutan baru yang belum sepenuhnya mengenal M1.
Puncaknya terjadi ketika Yamaha disebut tidak mengizinkan Quartararo mengikuti tes Red Bull Ring pada September lalu menggunakan ban Pirelli. Padahal, tes tersebut bisa menjadi kesempatan baginya untuk mempelajari ban yang akan digunakan MotoGP pada 2027.
Keputusan Yamaha ini membuat hubungan kedua pihak berpotensi berakhir dengan ketegangan. Setelah bertahun-tahun bersama dan meraih berbagai prestasi, perpisahan Quartararo dengan Yamaha kini diwarnai perselisihan soal pengembangan motor masa depan.
Simak Video "Video Jorge Martin dan Ai Ogura Jadi Pebalap Yamaha Tahun Depan"
(lua/din)