Bos Yamaha Ketar-ketir Sprint Race MotoGP: Bakal Banyak yang Cedera

ADVERTISEMENT

Bos Yamaha Ketar-ketir Sprint Race MotoGP: Bakal Banyak yang Cedera

Dina Rayanti - detikOto
Selasa, 24 Jan 2023 16:04 WIB
VALENCIA, SPAIN - NOVEMBER 06: Jack Miller of Australia and Ducati Lenovo Team, Fabio Quartararo of France and Monster Energy Yamaha MotoGP, Francesco Bagnaia of Italy and Ducati Lenovo Team, during the race of the Gran Premio Motul de la Comunitat Valenciana at Ricardo Tormo Circuit on November 06, 2022 in Valencia, Spain. (Photo by Eric Alonso/Getty Images)
Ilustrasi balap MotoGP 2023. Foto: Eric Alonso/Getty Images
Jakarta -

MotoGP 2023 akan mengusung format baru, yakni Sprint Race. Sprint Race di MotoGP akan mengadu cepat para pebalap dengan format setengah total jarak Grand Prix utama.

Untuk mengakomodasi Sprint Race, format akhir pekan MotoGP akan sedikit diubah. Dua sesi latihan tetap berlangsung pada hari Jumat, tetapi akan diperpanjang. Hasil gabungan FP1 dan FP2 akan menentukan siapa yang lolos ke sesi kualifikasi 2 atau harus melalui kualifikasi 1 dulu.

Pada Sabtu pagi, sesi latihan bebas 3 berlangsung selama 30 menit sebelum kualifikasi. Peran FP3 ini akan sama seperti sesi FP4 saat ini. Selanjutnya sesi kualifikasi tidak berubah. Hasil kualifikasi menentukan grid untuk Sprint Race dan balapan utama hari minggu.

Seluruh tim tengah bersiap dengan format tersebut. Pasalnya meski ada 42 balapan, alokasi mesin tidak akan berubah. Setiap pebalap mendapat jatah delapan mesin per musim, yang biasanya digunakan untuk 21 balapan.

Bos Yamaha Motor Racing Lin Jarvis angkat bicara terkait hal itu. Kata Jarvis, pihaknya bakal sesegera mungkin melakukan penyesuaian dengan format balapan baru itu.

"Konsep ini baru untuk semua pabrikan dan tim. Tentu akan ada ketidakpastian. Saya pikir tidak akan ada penambahan mesin karena kami akan menempuh jarak lebih jauh di musim 2023. Tak akan banyak perubahan yang dilakukan karena budget juga diperhitungkan," ungkap Jarvis dikuti Speedweek.

Jarvis juga tak menampik dengan format Sprint Race, risiko cedera pebalap akan lebih besar. Pasalnya para pebalap akan 'memaksa' motor melampaui batasnya.

"Anda mungkin akan terjatuh ketika melampaui batas. Pada kenyataannya, akan ada banyak hal baru yang terjadi di balapan. Mungkin satu masalah yang akan kita hadapi adalah cedera pebalap. Karena menurut saya, risiko cedera sprint race akan lebih besar dari sebelumnya," beber Jarvis.

"Kami akan beradaptasi dengan situasi dan aturan baru ini begitu juga dengan tim lain. Tapi mungkin tim yang paling cepat beradaptasi akan mudah menjadi juara. Kami sudah memiliki rencana jangka panjang dan bersiap menghadapi musim ini. Anda harus memenangi balapan sebanyak mungkin tapi di sisi lain harus fokus untuk masa depan," pungkasnya.



Simak Video "Ada Nomor #63 dalam Nomor Balap #1 Bagnaia"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT