Terlalu Banyak Perangkat Elektronik, MotoGP Kini Kalah Seru dari WSBK?

ADVERTISEMENT

Terlalu Banyak Perangkat Elektronik, MotoGP Kini Kalah Seru dari WSBK?

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Jumat, 09 Des 2022 19:35 WIB
LOMBOK, INDONESIA - NOVEMBER 13: Superbike riders compete during Race 2 of Pirelli Indonesian Round - World Superbike Championship at Pertamina Mandalika International Circuit in Lombok, Indonesia on November 13, 2022. Toprak Razgatlioglu won the Race 2 of World Superbike Indonesia Round and Alvaro Bautista become the new world champion of World Superbike. (Photo by Johannes P. Christo/Anadolu Agency via Getty Images)
WSBK disebut lebih seru dari MotoGP. Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Juara dunia World Superbike (WSBK) musim lalu, Alvaro Bautista mengganggap motor MotoGP terlalu banyak menggunakan perangkat elektronik dan aerodinamika. Sehingga, tingkat ketergantungan pebalap terhadap tunggangannya kini menjadi lebih besar.

Pernyataan Alvaro Bautista sebenarnya mirip-mirip yang disampaikan Marc Marquez. Menurut keduanya, keberadaan perangkat tambahan membuat karakter seluruh motor hampir sama. Efeknya, perlombaan berlangsung hambar dan tak banyak aksi salip-salipan.

"MotoGP saat ini mirip seperti Formula 1. Motor MotoGP memiliki karakter yang sama untuk bisa melaju kencang. Sedangkan di WSBK, teknologi tambahannya lebih sedikit. Sehingga karakter motor Kawasaki sangat berbeda dengan semisal Yamaha atau Ducati," ujar Bautista, dikutip dari Crash, Jumat (8/12/2022).

Alvaro Bautista juara WSBK 2022.Alvaro Bautista juara WSBK 2022. Foto: Ducati Corse.

Bautista secara tak langsung beranggapan, WSBK saat ini lebih seru dari MotoGP. Sebab, menurutnya, karakter tiap-tiap motor yang berbeda membuat persaingannya menjadi lebih sengit dan menarik disaksikan.

"Ada banyak overtaking (di WSBK), karena dalam satu putaran, setiap motor unggul di titik tertentu dan lemah di titik lain. Hal ini memungkinkan pengendara untuk membuat sedikit lebih banyak perbedaan," ungkapnya.

Bukan hanya itu, penggunaan ban Pirelli menurutnya menjadi salah satu faktor serunya balapan WSBK. Bautista beranggapan, ban Michelin di MotoGP sulit dikendalikan ketika pebalap melakukan gerakan-gerakan ekstrem. Sementara ban Pirelli lebih bersahabat.

"Pirelli juga memungkinkan Anda membuat perbedaan, sementara tampaknya Michelin harus digunakan dengan cara tertentu dan ketika Anda mencoba melakukan sesuatu yang lebih, Anda akan terjatuh," tegasnya.

Toprak RazgatliogluToprak Razgatlioglu di WSBK Mandalika 2022. Foto: Ridwan Arifin

Pada akhirnya, dia beranggapan, WSBK kini jauh lebih seru dan menghibur ketimbang beberapa musim lalu. Pebalap asal Spanyol itu juga menilai persaingan di kejuaraan tersebut saat ini lebih ketat.

"Selain itu, motor lebih banyak bergerak dan itulah mengapa ada hiburan. Dari luar, menurut saya Superbike memungkinkan pengendara melakukan lebih banyak daripada di MotoGP," kata dia.



Simak Video "Penampakan Logistik WSBK Mandalika 2022 Tiba di Lombok"
[Gambas:Video 20detik]
(sfn/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT