MotoGP Dinilai Kehilangan Identitas, Jadi Mirip Balap Formula 1

ADVERTISEMENT

MotoGP Dinilai Kehilangan Identitas, Jadi Mirip Balap Formula 1

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 09 Des 2022 16:35 WIB
VALENCIA, SPAIN - NOVEMBER 08: Enea Bastianini of Italy and Ducati Lenovo Team rides now the Factory Ducati during the Official MotoGP Valencia Test at Ricardo Tormo Circuit on November 08, 2022 in Valencia, Spain. (Photo by Steve Wobser/Getty Images)
Balapan MotoGP semakin mirip balap mobil Formula 1 karena terlalu banyak menyematkan perangkat aerodinamika. Foto: Getty Images/Steve Wobser
Jakarta -

Pebalap World Superbike (WSBK) Alvaro Bautista menilai, MotoGP sudah kehilangan identitasnya. Balap motor kasta tertinggi itu saat ini terlalu mengekor balap mobil Formula 1, terutama dalam hal penggunaan perangkat aerodinamika seperti winglet.

Dalam beberapa musim terakhir, MotoGP memang banyak mengaplikasikan teknologi baru, seperti perangkat aero, ride-height adjuster, serta winglet. Perangkat-perangkat itu tidak ditemui di motor-motor WSBK.

"Mereka membuatnya mirip dengan balap Formula 1," kata Bautista dikutip dari Crash.

Alvaro Bautista juara WSBK 2022.Alvaro Bautista Foto: Ducati Corse.

"Teknologi di WSBK lebih sedikit. Selain itu, di MotoGP sepertinya semua motor memiliki karakteristik yang sama untuk melaju kencang, sedangkan Kawasaki memiliki kualitas tertentu di WSBK, Yamaha dan Ducati juga memiliki kualitas yang berbeda," sambung pebalap Ducati Aruba.it tersebut.

Tak seperti balap MotoGP yang dikeluhkan karena sulitnya melakukan aksi overtaking (menyalip), di balap WSBK hal itu masih bisa dilakukan dan sering terjadi, sehingga bikin balapan berjalan lebih seru.

"Ada lebih banyak aksi overtaking di WSBK, karena dalam satu lap, satu motor memiliki performa lebih baik di beberapa titik (trek) dan motor yang lainnya memiliki performa lebih baik di titik (trek) lainnya," terang juara WSBK 2022 itu.

Selain faktor motor dan teknologi, menurut Bautista faktor merek ban juga sangat berpengaruh. Saat ini WSBK disuplai oleh Pirelli, sementara MotoGP menggunakan Michelin.

"Hal ini memungkinkan pengendara untuk membuat sedikit atau lebih banyak perbedaan. Pirelli memungkinkan pebalap membuat perbedaan di sirkuit, sementara tampaknya Michelin harus digunakan dengan cara tertentu dan ketika Anda mencoba melakukan sesuatu yang lebih, Anda akan terjatuh," jelas Bautista.

"Selain itu, pergerakan motor (pebalap) di balapan WSBK lebih banyak, sehingga sangat menghibur. Menurut saya Superbike memungkinkan pebalap melakukan lebih banyak pergerakan daripada di MotoGP," tukasnya.

Pembalap tim Aruba.It Racing-Ducati Alvaro Bautista (kiri) mencium motornya dekat pebalap tim Pata Yamaha With BRIXX Toprak Razgatlioglu (kanan) usai menyelesaikan Race 1 WSBK 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (12/11/2022). Toprak Razgatlioglu tampil dominan dan berhasil memenangi balapan pertama (Race 1) dan sekaligus balapan ke-900 bagi World Superbike (WSBK) yang berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/tom.Balap WSBK menyajikan tontonan yang lebih menarik Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI


Simak Video "Ada Nomor #63 dalam Nomor Balap #1 Bagnaia"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/dry)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT