Nikmatnya Pakai 8 Motor, Bos Ducati: Kasihan Yamaha..

ADVERTISEMENT

Nikmatnya Pakai 8 Motor, Bos Ducati: Kasihan Yamaha..

Ridwan Arifin - detikOto
Minggu, 27 Nov 2022 17:06 WIB
VALENCIA, SPAIN - NOVEMBER 06: Jack Miller of Australia and Ducati Lenovo Team, Fabio Quartararo of France and Monster Energy Yamaha MotoGP, Francesco Bagnaia of Italy and Ducati Lenovo Team, during the race of the Gran Premio Motul de la Comunitat Valenciana at Ricardo Tormo Circuit on November 06, 2022 in Valencia, Spain. (Photo by Eric Alonso/Getty Images)
Ducati paling banyak di atas lintasan MotoGP Foto: Eric Alonso/Getty Images
Jakarta -

22 pebalap sudah terkonfirmasi bertarung di MotoGP 2023. Pabrikan Ducati paling banyak menurunkan motor, berbanding terbalik dengan Yamaha.

Ducati bakal menurunkan empat tim, satu tim pabrikan dan tiga tim satelit. Jumlah Desmosedici GP yang bakal turun sebanyak 8 motor. Bandingkan dengan Yamaha, pabrikan Garpu Tala ini hanya menurunkan 2 motor dari tim pabrikan. Yamaha jadi satu-satunya pabrikan yang tidak memiliki tim satelit.

Pabrikan asal Borgo Panigale tentu bisa mendapat keuntungan lebih banyak dari Yamaha. Utamanya soal pengembangan teknis hingga strategi di atas lintasan.

Kesuksesan Ducati juga tercermin dari MotoGP 2022, pabrikan Italia itu membatalkan puasa gelar sejak kali terakhir 2007. Selain itu Ducati juga berhasil menjadi juara konstruktor dan mengantarkan Marco Bezzecchi sebagai rookie of the year pada tahun 2022.

Dominasi Ducati di atas lintasan walhasil bisa bikin jomplang tim MotoGP. Hal ini juga diakui Paolo Ciabatti, Direktur Olahraga Ducati.

"Aku mengerti ini bukan situasi yang ideal untuk jangka menengah dan panjang dengan menurunkan empat tim sekaligus," kata CIabatti dikutip dari Speedweek, Minggu (27/11/2022).

Sepertiga jumlah pebalap MotoGP musim depan berada di bawah bendera Ducati. Ciabatti menegaskan pabrikan lain kurang totalitas. Pihaknya meyakini tim satelit memiliki kebebasan untuk memilih.

Apalagi pabrikan Jepang yang terkesan 'ogah-ogahan' memiliki tim satelit, khususnya Suzuki yang malah mundur tahun depan. Ciabatti menambahkan Aprilia tahun lalu juga belum semenarik sekarang. Jadi bukan salah Ducati jika banyak tim yang meliriknya.

Seperti diketahui Ducati mendapat tambahan armada usai tim Valentino Rossi tidak menemui kesepakatan dengan Yamaha. Selanjutnya Gresini, datang ke pabrikan Borgo Panigale usai gagal mencapai kesepakatan dengan Aprilia.

"Suzuki tidak merencanakan tim satelit ketika kami membuat kesepakatan dengan Rossi dan Gresini. Sementara itu, keadaan menjadi lebih buruk, mereka (Suzuki) keluar sebagai tim pabrikan. Dan Aprilia mungkin tidak begitu menarik setahun yang lalu, jadi kami menemui kesepakatan dengan Gresini Racing. Jadi kami membuat perjanjian selama dua tahun. Saya tidak bisa mengatakan apa-apa tentang Yamaha. Hanya mereka pernah memiliki tim satelit dan kehilangannya," ujar Ciabatti.

Kedekatan Valentino Rossi dengan Yamaha dirasa bakal menciptakan tim baru. Sempat digadang-gadang tim balap Mooney VR46 bakal menggunakan YZR-M1 lebih cepat, tapi Ciabatti dengan tegas membantahnya. Paling tidak bertahan hingga akhir 2024.

"Kami memiliki kontrak dan kewajiban dengan VR46, dan kontrak ini berlaku hingga akhir 2024. Aku tidak dapat memperkirakan apa yang terjadi setelah itu, semuanya terbuka bebas."

"Tim VR46 terdiri dari orang-orang yang sangat serius, para pebalap senang dengan motor Desmosedici. Ini terlihat dari hasil yang mereka capai. Saya merasa kasihan ke Yamaha..." kata dia.



Simak Video "Ada Nomor #63 dalam Nomor Balap #1 Bagnaia"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lua)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT