Profil Pecco Bagnaia, Anak Didik Valentino Rossi yang Jadi Juara MotoGP 2022

ADVERTISEMENT

Profil Pecco Bagnaia, Anak Didik Valentino Rossi yang Jadi Juara MotoGP 2022

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Minggu, 06 Nov 2022 21:30 WIB
VALENCIA, SPAIN - NOVEMBER 05:  Francesco Bagnaia of Italy and Ducati Lenovo Team heads down a straight during the MotoGP of Comunitat Valenciana - Qualifying at Ricardo Tormo Circuit on November 05, 2022 in Valencia, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Pecco Bagnaia jadi Juara Dunia MotoGP 2022 (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Francesco 'Pecco' Bagnaia resmi menjadi Juara Dunia MotoGP 2022. Pecco berhasil jadi Juara Dunia 2022 meski hanya finis di urutan kesembilan sementara rival terdekatnya Fabio Quartararo bisa finis di urutan keempat di MotoGP Valencia.

Mengenal lebih dekat dengan Pecco, rider Ducati ini adalah pebalap asal Italia. Pecco merupakan salah satu anak didik Valentino Rossi di VR46 Riders Academy.

Pebalap kelahiran 14 Januari 1997 ini awalnya cukup sukses di kejuaraan Minimoto. Dia memenangi kejuaraan Eropa MiniGP pada 2009. Francesco Bagnaia kemudian pindah ke CEV Championship di Spanyol pada 2010, dan dia berada di urutan ketiga secara keseluruhan tahun itu.

Tahun 2013, Pecco melakukan debut Grand Prix di Moto3 bersama Tim Italia FMI. Namun, itu adalah musim debut yang mengecewakan bagi Pecco karena dia tidak berhasil mendapatkan satu poin pun di sepanjang musim. Perlombaan terbaiknya adalah finis ke-16 di Malaysia.

Pada tahun 2014, Bagnaia beralih tim ke Sky Racing VR46 menggunakan motor KTM. Dia bisa melakukan improvisasi. Pecco berhasil finis 10 besar lima kali selama tujuh balapan pertama. Pecco juga sempat finis keempat di Prancis yang merupakan hasil terbaiknya saat itu.

Pecco kemudian menerima tantangan baru pada 2015 dengan bergabung bersama Aspar Team Mahindra. Di tahun pertamanya bersama Mahindra, Pecco hanya mampu menempati posisi ke-14 di klasemen. Namun tahun kedua, dia berhasil menempati posisi keempat dengan enam kali podium.

Pecco lalu naik kelas ke Moto2 pada 2017. Dia bergabung dengan Sky Racing Team VR46. Pecco sukses jadi Rookie of the Year saat itu dengan finis di urutan kelima klasemen dan empat kali podium.

Pada tahun 2018, Pecco menjadi penantang Juara Dunia Moto2 sejak awal. Pecco berhasil meraih delapan kemenangan dan akhirnya merebut gelar Juara Dunia Moto2 2018 di Malaysia.

Tahun berikutnya, Pecco naik lagi ke kelas MotoGP. Pecco langsung menunggangi motor Ducati bersama tim Pramac Racing. Namun, tahun 2019 dan 2020 bukan awal yang manis bagi Pecco di MotoGP. Tahun 2019, dia hanya bisa menempati urutan ke-15 di klasemen tanpa meraih podium sama sekali. Sementara tahun 2020, Pecco menempati urutan ke-16 meski dengan satu kali podium.

Tahun 2021 lalu, performa Pecco membaik setelah bergabung dengan Ducati Lenovo Team. Tiga podium dan satu pole position di empat seri pertama menandakan rider Italia itu sebagai penantang gelar. Namun, pada akhirnya Pecco dikalahkan oleh Quartararo tahun lalu dan harus puas di posisi runner up. Tahun lalu, Pecco meraih 252 poin dengan empat kemenangan dan sembilan podium. Sementara Quartararo saat itu lebih unggul dengan 278 poin.

Tahun 2022, Pecco akhirnya bisa mengalahkan Quartararo. Pecco Bagnaia sukses jadi Juara Dunia MotoGP 2022 dengan meraih total tujuh kemenangan dan 10 podium.

Pecco telah memecahkan sejarah. Sebab, pebalap terakhir Italia yang menjuarai MotoGP adalah Valentino Rossi pada 2009. Selain itu, Ducati juga telah melepas dahaga gelar, setelah terakhir kali mendapatkannya pada 2007 silam melalui Casey Stoner. Tak hanya itu, Bagnaia dan Ducati yang merupakan paket All Italian menciptakan sejarah baru, di mana terakhir kali prestasi itu ditorehkan 50 tahun lalu oleh Giacomo Agustini bersama MV Agusta.



Simak Video "Ada Nomor #63 dalam Nomor Balap #1 Bagnaia"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/mhg)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT