Morbidelli Ungkap Bencana Motor Yamaha di Thailand Bikin Quartararo Merosot

ADVERTISEMENT

MotoGP Thailand 2022

Morbidelli Ungkap Bencana Motor Yamaha di Thailand Bikin Quartararo Merosot

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 05 Okt 2022 07:53 WIB
LOMBOK, INDONESIA - MARCH 20: MotoGP rider Franco Morbidelli #21 of Italy and Monster Energy Yamaha MotoGP™ competes during the MotoGP Grand Prix of Indonesia at Mandalika International Street Circuit on March 20, 2022 in Lombok, Indonesia. (Photo by Robertus Pudyanto/Getty Images)
Franco Morbidelli Foto: Getty Images/Robertus Pudyanto
Jakarta -

MotoGP Thailand merupakan balapan terburuk tahun ini bagi Yamaha. Fabio Quartararo finis di luar zona poin, sementara Franco Morbidelli menyelesaikan balapan di luar 10 besar.

Dalam balapan di Sirkuit Buriram, Thailand, Minggu (2/10/2022) Quartararo sejatinya start dari posisi empat. Tapi sejak lap pertama kecepatannya merosot hingga finis ke posisi 17.

El Diablo menghabiskan sebagian besar balapan dengan mengendarai di belakang penguji Yamaha Cal Crutchlow, dan baru pada lap 21 pebalap Inggris itu memberi jalan kepada Quartararo. Tapi overtake itu juga tidak membuat Quartararo mendapatkan poin.

Juara bertahan MotoGP menolak untuk berbicara kepada pers di akhir Grand Prix Thailand, dan satu-satunya pernyataan singkat yang ditawarkan oleh timnya tidak menjelaskan apa yang terjadi pada saat race.

Rekan setimnya, Franco Morbidelli menjelaskan masalah yang dihadapi di Sirkuit Buriram. Rider Italia itu finis lebih baik dari Quartararo. Morbidelli menyelesaikan balapan di tempat ke-12, namun karena mendapatkan penalti 3 detik posisinya harus turun ke urutan 13.

"Selama balapan, tekanan ban depan melonjak, dan itu menyebabkan kinerjanya merosot. Itu membuat hidup kami sangat sulit ketika mencoba menyalip. Ini memalukan, karena itu tidak benar. (posisinya) tidak terlalu jauh dari para pebalap yang memperebutkan tempat keenam atau ketujuh," ujar Morbidelli yang sempat berada di posisi 8 akhir pekan kemarin dikutip dari Todocircuito, Selasa (4/10/2022).

"Kita semua tahu bahwa setiap akhir pekan dipaksa untuk bertarung dengan sejumlah besar Ducati yang biasanya membantu Bagnaia, dan untuk ini kita perlu memperbaiki titik lemah dari motornya", bantah Morbidelli.

Rider Yamaha lain, Cal Crutchlow yang membela tim satelit RNF Yamaha juga menunjuk masalah tekanan ban depan sebagai sumber dari semua penyakit Yamaha di Thailand. Pebalap Inggris, yang baru saja menjalani dua akhir pekan yang baik di Aragon dan Jepang, menekankan pada Minggu sore bahwa Thailand bukan balapan yang bagus.

"Itu bukan hari Yamaha. Itu kenyataannya. Kami tidak bisa mengubah motornya. Bagian depan ban terlalu panas, dan tekanan ban naik terlalu banyak," keluh pebalap nomor 35 yang melintasi garis finis di posisi ke-19.

"Saya berada di grup dengan Fabio. Saat di tikungan, saya memiliki perasaan yang persis sama. Saya mencoba memaksa belakang untuk mengkompensasi masalah yang saya alami dengan roda depan, dan pada akhirnya saya merusak tapak karet belakang," jelas Crutchlow.

"Tekanan di ban depan terlalu tinggi sepanjang balapan. Tidak ada lagi yang bisa dikatakan," Cal menegaskan lagi.

"Karena saya tidak semakin dekat dengan grup di depan saya dan kami keluar dari zona poin, saya membiarkannya lewat, dan dia (Quartararo) tetap di posisi yang sama seperti saya sebelumnya", pungkas pembalap Inggris itu.



Simak Video "MotoGP Mulai Sepi Penonton, Dorna: Indonesia Penuh!"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT