Tanpa Valentino Rossi, MotoGP Tidak Menarik?

ADVERTISEMENT

Tanpa Valentino Rossi, MotoGP Tidak Menarik?

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 30 Sep 2022 16:18 WIB
ASSEN, NETHERLANDS - JUNE 26: Marco Bezzecchi of Italy and Mooney VR46 Racing Team rolls into the pitlane with a flag of Valentino Rossi during the race of the MotoGP Motul TT Assen at TT Circuit Assen on June 26, 2022 in Assen, Netherlands. (Photo by Steve Wobser/Getty Images)
Marco Bezzecchi bawa bendera 46 Foto: Getty Images/Steve Wobser
Jakarta -

Ketidakhadiran Valentino Rossi di lintasan membuat MotoGP kehilangan banyak penggemar, ditambah Marc Marquez yang lebih sering memulihkan diri daripada di Sirkuit bikin tribun penonton MotoGP 2022 memprihatinkan. Chief Sporting Officer Dorna Sports, Carlos Ezpeleta tak menampik penurunan drastis penonton karena hilangnya seorang ikon, tapi dia membantah MotoGP sedang dalam masa krisis.

Demam yang ditimbulkan oleh perang antara Valentino Rossi, Jorge Lorenzo dan Marc Márquez, hanya kenangan yang tersisa. Kenyataannya, kejuaraan MotoGP hari ini sangat berbeda, minim percikan rivalitas di luar sirkuit, dan kekurangan ikon MotoGP.

Dikutip Motosan.es, Jumat (30/9/2022) diperkirakan penonton yang datang ke sirkuit berkurang antara 15.000 - 40.000 jika dibandingkan tahun 2019. Sementara dari penyiaran balap MotoGP, sekitar 100 ribu penonton balap MotoGP juga berkurang, sebab di beberapa negara MotoGP hanya bisa disaksikan melalui platform berbayar.

"Beberapa hal datang secara bersamaan. Pertama, pandemi. Tahun 2022 kejuaraan balap berjalan pertama kali tanpa batasan, tetapi ada promotor yang mengalami kesulitan, di beberapa tempat ada ketidakpastian tentang berapa banyak tiket yang bisa dibeli," kata Ezpeleta dikutip dari Elmundos.es, Jumat (30/9/2022).

Dia melanjutkan dampak terbesar lain yang mempengaruhi MotoGP, ialah absennya Valentino Rossi. Ditambah Marc Marquez yang dilanda cedera.

Dikutip dari Speedweek, Minggu (12/6/2022) komparasi jumlah penonton MotoGP mengalami penurunan dibandingkan antara tahun 2019 sebelum COVID-19, dan 2022 di tiga grand prix.

Pertama saat race day pada MotoGP Italia, Sirkuit Mugello 2019, jumlah penonton yang datang sebanyak 83.000, sementara sepanjang akhir pekan 139.000. Lalu di tahun 2022, Sirkuit Mugello turun menjadi 43.600 (race day), dan 74.000 (weekend).

Sirkuit Mugello merupakan kandang bagi legenda MotoGP, Valentino Rossi. Penurunan jumlah penonton tak bisa dikesampingkan dari kiprah Valentino Rossi.

Selain itu pada MotoGP Catalunya kemarin juga mengalami tren penurunan. Pada 2019 jumlahnya 92.000 (Race Day) dan 158.000 (Weekend). Lalu menyusut jadi 60.000 (Race Day) dan 115.000 (weekend) di tahun 2022.

"Kedua, kekurangan pahlawan. Valentino Rossi telah pensiun dan di Italia telah terlihat, Marc [Márquez] telah melewatkan banyak balapan dan di Spanyol telah terlihat. Para penggemar telah turun sedikit, tapi kami tahu penyebabnya." ungkap Ezpeleta.

Selain pengunduran diri Rossi, dan cederanya Márquez adalah alasan utama hilangnya minat di pasar terbesar MotoGP di Italia dan Spanyol. Tetapi ada lebih dari itu. Misalnya, transisi ke televisi berbayar. Atau 'ledakan' aerodinamis yang membuat menyalip semakin sulit dan berbahaya, sehingga jarang terlihat aksi overtake.

Bahkan karakter pebalap saat ini juga dinilai berpengaruh. Marc Márquez sendiri yang menyebut namanya, baru-baru ini mempertanyakan tentang kemerosotan MotoGP.

"Ini adalah badai yang sempurna. Pengunduran diri Rossi terpengaruh, seperti Pedrosa, Lorenzo, Dovizioso ... Sebuah olahraga terlibat ketika ada ikon dan persaingan. Sekarang Quartararo sudah memilikinya. sebuah nama dan Bagnaia, ini berjalan cepat, tetapi masih belum cukup. Kebaikan hati baik-baik saja, tetapi orang-orang menyukai morbiditas." jelas Marquez.

Dorna Sports kini sedang putar otak untuk mengembalikan penonton yang hilang. Carlos membantah MotoGP tidak dalam kondisi krisis. Bahkan, format balap sprint race akan dipakai musim depan untuk menarik minat penggemar.

"Kita tidak bisa berbicara tentang krisis, ini penyesuaian, MotoGP dalam kondisi sehat. Kami tidak hidup melalui waktu yang buruk, organisasi telah menyiapkan perubahan radikal untuk memulihkan apa yang hilang. Tahun depan, misalnya, MotoGP akan mengadakan balapan pendek pada hari Sabtu untuk menarik penonton muda. Apakah ini cukup? Itu harus dilihat," kata dia.



Simak Video "MotoGP Mulai Sepi Penonton, Dorna: Indonesia Penuh!"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT